<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244</id><updated>2012-02-15T23:55:49.593-08:00</updated><category term='astronomi'/><category term='ufologi'/><category term='_Akhirnya saya punya blog'/><category term='perpustakaan'/><category term='resensi buku'/><category term='berita'/><category term='sains'/><category term='knowledge management'/><category term='ucapan'/><category term='cerpen'/><category term='teknologi'/><category term='lingkungan hidup'/><category term='film'/><category term='profil tokoh'/><title type='text'>baca-rasa-makna</title><subtitle type='html'>Sebuah blog sederhana dari seorang pembelajar, pemuja pengetahuan, yang selalu ingin tahu segala hal, dan selalu ingin berbagi apa yang ia ketahui kepada orang lain.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-5950084939125124740</id><published>2010-02-20T03:47:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T03:53:07.545-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ucapan'/><title type='text'>Maaf blog belum ter-update</title><content type='html'>Para pengunjung blog, mohon maaf belum ada update artikel di blog ini. Karena kesibukan yang luar biasa ditambah komputer rusak, penulisan artikel menjadi terhambat. Tapi insya Allah dalam waktu dekat Anda dapat bersua kembali dengan artikel-artikel baru. Terima kasih atas perhatian Anda semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-5950084939125124740?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/5950084939125124740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2010/02/maaf-blog-belum-ter-update.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/5950084939125124740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/5950084939125124740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2010/02/maaf-blog-belum-ter-update.html' title='Maaf blog belum ter-update'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-7435485238577526742</id><published>2009-10-29T20:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T02:53:53.759-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>2012</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Supk0BvgljI/AAAAAAAAAJI/c8XZ9_dmfAY/s1600-h/2012_Poster.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Supk0BvgljI/AAAAAAAAAJI/c8XZ9_dmfAY/s320/2012_Poster.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398237948340639282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah film epik bencana global akan segera diputar di bioskop-bioskop di seluruh dunia. Film garapan sutradara Roland Emmerich ini menyajikan kisah yang berangkat dari ramalan bangsa Maya bahwa umur Bumi hanya sampai di penghujung tahun 2012, tepatnya pada 21 Desember 2012. Menurut penanggalan Maya, tanggal tersebut merupakan hari terakhir era Jaguar, atau “Ix” dalam bahasa Maya, yang dimulai tanggal 13 Agustus 3114 SM dan, berdasarkan kalender Gregorian, berakhir pada tanggal 21 Desember 2012. Seiring dengan berakhirnya era tersebut, akan terjadi perubahan siklus Bumi yang akan memiliki implikasi amat besar bagi kehidupan di Bumi. Maka, megacatasthrope terjadi di seluruh bagian dunia: gempa bumi, tsunami, banjir bandang, angin topan, badai, angin tornado, tanah longsor, letusan gunung berapi dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film dimulai pada tahun 2009 dimana seorang ilmuwan Amerika bernama Profesor West (John Billingsley) sedang berada di sebuah fasilitas penelitian di India. Rekan kerjanya yang bernama Dr.Satnam Tsurutani (Jimy Mistry) memberitahu temuan mengejutkan tentang adanya badai di permukaan matahari yang membahayakan Bumi. Profesor West lalu menghubungi rekannya Adrian Helmsley (Chiwetel Ejiofor), seorang penasehat ilmiah muda Presiden dan menginformasikannya serangkaian perkembangan terbaru. Helmsley kemudian mencoba memberitahu Presiden Thomas Wilson (Danny Glover) namun upayanya tidak berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2010, Presiden Wilson mulai menyadari apa yang sedang terjadi seraya menjadwalkan sebuah pertemuan khusus tertutup bersama tujuh pemimpin negara besar lainnya dalam pertemuan G8 di Spanyol. Ia harus mengatakan kepada mereka bahwa para ilmuwan besar dunia telah mengkonfirmasikan bahwa dunia akan berada di ambang kemusnahan. Sementara sebagian aktivitas yang mengundang pertanyaan mulai tampak. Di Tibet, pihak militer China memindahkan sejumlah desa dan membangun sebuah dam raksasa. Lalu di tahun 2011 sebuah yayasan bernama World Heritage Foundation, yang diketuai oleh Laura Wilson (Thandie Newton), putri dari Presiden Wilson, memerintahkan untuk memindahkan karya-karya seni besar yang tidak ternilai seperti lukisan Mona Lisa baik karya asli dan replikanya, ke sebuah fasilitas penyimpanan di pegunungan Alpen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2012, tanda-tanda bencana mulai nampak. Terjadi gempa kecil di pantai barat AS serta retakan-retakan yang muncul di berbagai belahan Bumi. Namun begitu, kehidupan manusia masih tetap berjalan seperti biasa. Jackson Curtis (John Cusack) seorang penulis novel, menjemput dua putranya Lilly (Morgan Lily) dan Noah (Liam James) dari rumah mantan istrinya Kate (Amanda Peet) - yang telah memiliki pacar baru - di Los Angeles untuk mengajak mereka ke berwisata ke Yellowstone National Park. Sementara seorang musisi jazz lansia Harry Helmsley (Blu Mankuma), ayah dari Adrian Helmsley, sedang tampil di sebuah kapal pesiar di pantai San Fransisco. Ketika sedang berbicara dengan rekannya, tiba-tiba kapal yang ia naiki dihantam oleh gelombang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Jackson Curtis dan kedua putranya telah sampai ke Yellowstone National Park yang rupanya telah dipenuhi oleh personil militer dan ilmuwan yang dipimpin oleh Adrian Helmsley, tanpa alasan pasti. Di sana Jackson mendengarkan bocoran informasi radio yang menyebutkan bahwa bencana akan dimulai di California yang lalu meluas ke Yellowstone yang akan merembet ke seluruh dunia. Ia merasa bingung dengan situasi tersebut. Sementara di Loas Angeles, retakan-retakan kecil di tanah mulai melebar dengan masifnya. Semua peristiwa berlangsung begitu cepat tanpa dapat diantisipasi. Kate dan pacarnya Gordon berjuang menghindar dari bencana di kota Los Angeles. Jackson dan kedua putranya kembali ke kota untuk mencari mereka. Mereka tiba di sana dan menemukan mantan istrinya persis sebelum gempa yang memporakporandakan setiap tempat. Mereka lalu kembali ke Yellowstone  dan dari sana, mereka berjuang menuju China untuk menaiki bahtera besar bersama dengan orang-orang lainnya. Apakah mereka akan selamat? Atau apakah umat manusia akan musnah seketika? Silakan temukan jawabannya dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak ada halangan, film ini bakal hadir di Indonesia pada 13 Nopember 2009. Sebenarnya film ini siap diputar pada 10 Juli 2009 lalu. Namun karena berbagai hal - termasuk mungkin alasan keuntungan yang lebih besar dibanding harus bersaing dengan film-film musim panas lainnya - film ini baru akan diputar Nopember 2009 ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, Setelah menonton film ini, mari kita renungkan bersama: seandainya ramalan 2012 itu menjadi kenyataan, apakah kita sudah siap menghadapinya? Simpan saja jawaban Anda hingga tahun 2012 nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gatot Tri R. &lt;br /&gt;(dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Official site: www.whowillsurvive2012.com&lt;br /&gt;IMDB: http://www.imdb.com/title/tt1190080/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trailer HD:&lt;br /&gt;&lt;object width="420" height="260"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Hz86TsGx3fc&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Hz86TsGx3fc&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="420" height="260"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-7435485238577526742?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/7435485238577526742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/10/2012-sudah-siapkah-anda-menghadapinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/7435485238577526742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/7435485238577526742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/10/2012-sudah-siapkah-anda-menghadapinya.html' title='2012'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Supk0BvgljI/AAAAAAAAAJI/c8XZ9_dmfAY/s72-c/2012_Poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-1111940979766977793</id><published>2009-10-02T19:17:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T20:15:31.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Gempa Padang Sumatera Barat</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SsbBvJruR3I/AAAAAAAAAIo/VJfMdod2fDs/s1600-h/gempa-padang-bloguntukSEO04.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SsbBvJruR3I/AAAAAAAAAIo/VJfMdod2fDs/s200/gempa-padang-bloguntukSEO04.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388207019992696690" /&gt;&lt;/a&gt;Lagi, sebuah gempa berkekuatan 7,6 SR terjadi di Padang, Sumatera Barat pada 30 September 2009 pukul 17.16.09 WIB. Menghancurkan segala yang ada, memisahkan sekian ratus atau ribu orang tercinta, sanak kerabat dan sahabat. Diperkirakan lebih dari 1000 orang menjadi korban. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gempa terjadi dua kali. Kedalaman gempa pertama 71 kilometer. Sementara gempa kedua terjadi pada pukul 17.38.52 WIB dengan kekuatan 6,2 SR dan kedalaman 110 kilometer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini berdasarkan informasi dari detik.com hingga Selasa (6/10/2009) jumlah korban meninggal dunia mencapai 625 orang, terdiri dari korban di Kota Padang 248 orang, Kota Pariaman 37 orang, Kota Solok 3 orang, Kabupaten Padang Pariaman 292 orang, Kabupaten Pesisir Selatan 10 orang, Kabupaten Agam 32 orang dan Kabupaten Pasaman Barat 3 orang. Sementara data orang hilang juga cukup banyak yaitu 295 orang, meliputi Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 237 orang, Kabupaten Agam 54 orang dan Kota Padang 4 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan semoga warga Padang dan keluarganya dimanapun mereka berada selalu tabah dan tawakkal, Aamiin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda hendak menyalurkan sumbangan Anda, silakan &lt;i&gt;scroll down&lt;/i&gt; ke bagian paling bawah halaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berikut &lt;i&gt;cover story&lt;/i&gt; dari sejumlah media:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kompas.com&lt;/b&gt;: http://www.kompas.com/lipsus092009/gempapadang&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MetroTVNews.com&lt;/b&gt;: http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsindexspecial/73&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TVOne.co.id&lt;/b&gt;: http://www.tvone.co.id&lt;br /&gt;&lt;b&gt;VivaNews.com&lt;/b&gt;: http://cangkang.vivanews.com/gempa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;POSKO DAN HOTLINE:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotline PMI Bukittinggi: 0752-21605&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotline Gempa Sumbar: 0751-9824976, 0751-9824977, 0751-9824978, 0751-9824979, 0751-9824980&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posko Orang Hilang MetroTV: &lt;br /&gt;Jl. Dobi No.3 Padang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posko GEMPA TVOne di Padang:&lt;br /&gt;Jl. Kartini No.4 Padang Pasir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posko GEMPA TVOne di Pariaman:&lt;br /&gt;Nan Sabaris Nagari Psr Pauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posko Aksi Cepat Tanggap (ACT) Padang (posko Utama) &lt;br /&gt;Jl. Adinegoro no. 31 Kec. Kototangah &lt;br /&gt;Kota Padang (5 km dr Bandara) &lt;br /&gt;087878771961 / 085219068581 (Gaw) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posko Aksi Cepat Tanggap (ACT) Padang &lt;br /&gt;Jl. Veteran No. 20, Kota Padang &lt;br /&gt;081318996599 / 081993445974 (Joni) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posko Aksi Cepat Tanggap (ACT) Pariaman &lt;br /&gt;Puskesmas Sungai Limau, Kab. Pariaman &lt;br /&gt;081382667710 (Luthfi Kurnia) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posko Aksi Cepat Tanggap (ACT) Padang Pariaman &lt;br /&gt;Kp. Limbo Bakuang, Samping PLN Sicincin, Kab. Padang Pariaman &lt;br /&gt;081808891101 (Ahmad Rifai) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posko Aksi Cepat Tanggap (ACT) Padang Pariaman &lt;br /&gt;Desa Tandikek, Lubuk Laweh, Kabupaten Padang Pariaman &lt;br /&gt;08128941075 (Romi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fakta dan Data Gempa Padang, Sumbar&lt;/b&gt; (sumber: Kompas.com di http://www.kompas.com/lipsus092009/faktagempa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa8okUo8rI/AAAAAAAAAGQ/MSdZKkr_zj4/s1600-h/gempa-padang-faktadandata-kompascom.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa8okUo8rI/AAAAAAAAAGQ/MSdZKkr_zj4/s400/gempa-padang-faktadandata-kompascom.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388201409326412466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SswE2lAg-yI/AAAAAAAAAIw/nVNPzsAM4dI/s1600-h/peta-gempa-sumbar-vivanewscom.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SswE2lAg-yI/AAAAAAAAAIw/nVNPzsAM4dI/s400/peta-gempa-sumbar-vivanewscom.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389688189749361442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berikut beberapa video dari Youtube:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/cKaoW99I5xk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/cKaoW99I5xk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/iqFQloCYgHE&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/iqFQloCYgHE&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berikut foto-foto pasca gempa dari berbagai sumber.&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;credit&lt;/i&gt; tercantum pada nama file)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa9rNcdmFI/AAAAAAAAAGo/akz2MU3SejY/s1600-h/gempa-padang-reuters01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa9rNcdmFI/AAAAAAAAAGo/akz2MU3SejY/s400/gempa-padang-reuters01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388202554236442706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa9qsZ-6II/AAAAAAAAAGg/_UWeRcrRab8/s1600-h/gempa-padang-blogHerdy07-01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa9qsZ-6II/AAAAAAAAAGg/_UWeRcrRab8/s400/gempa-padang-blogHerdy07-01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388202545367672962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa9rzv2SLI/AAAAAAAAAG4/3cEIMZu06GU/s1600-h/gempa-padang-reuters03.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa9rzv2SLI/AAAAAAAAAG4/3cEIMZu06GU/s400/gempa-padang-reuters03.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388202564518299826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa9rdMl4NI/AAAAAAAAAGw/P7liKZVA_Nc/s1600-h/gempa-padang-reuters02.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa9rdMl4NI/AAAAAAAAAGw/P7liKZVA_Nc/s400/gempa-padang-reuters02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388202558464843986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa-hqomN9I/AAAAAAAAAHY/0yNLIPvDsjg/s1600-h/gempa-padang-reuters07.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa-hqomN9I/AAAAAAAAAHY/0yNLIPvDsjg/s400/gempa-padang-reuters07.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388203489784903634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa-gybp3PI/AAAAAAAAAHQ/AbLQ0k9_0-o/s1600-h/gempa-padang-reuters06.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa-gybp3PI/AAAAAAAAAHQ/AbLQ0k9_0-o/s400/gempa-padang-reuters06.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388203474698231026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa-gTEeaII/AAAAAAAAAHI/Z3W2K46GcvU/s1600-h/gempa-padang-reuters05.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa-gTEeaII/AAAAAAAAAHI/Z3W2K46GcvU/s400/gempa-padang-reuters05.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388203466279512194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa-gK29BmI/AAAAAAAAAHA/rq5ElOCgu7w/s1600-h/gempa-padang-reuters04.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 274px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa-gK29BmI/AAAAAAAAAHA/rq5ElOCgu7w/s400/gempa-padang-reuters04.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388203464075314786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa_CnEBHqI/AAAAAAAAAIA/nKL1v1brKCM/s1600-h/gempa-padang-blogHerdy07-01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa_CnEBHqI/AAAAAAAAAIA/nKL1v1brKCM/s400/gempa-padang-blogHerdy07-01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388204055761854114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa_CICmZ3I/AAAAAAAAAH4/ZtCV3of6D3I/s1600-h/gempa-padang-kompascom04.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 295px; height: 223px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa_CICmZ3I/AAAAAAAAAH4/ZtCV3of6D3I/s400/gempa-padang-kompascom04.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388204047434409842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa_ByV07kI/AAAAAAAAAHw/lt58mD0qBm4/s1600-h/gempa-padang-kompascom03.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 295px; height: 219px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa_ByV07kI/AAAAAAAAAHw/lt58mD0qBm4/s400/gempa-padang-kompascom03.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388204041609473602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa_BQYQ-1I/AAAAAAAAAHo/GXvFDIgUL_U/s1600-h/gempa-padang-kompascom02.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 295px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa_BQYQ-1I/AAAAAAAAAHo/GXvFDIgUL_U/s400/gempa-padang-kompascom02.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388204032492895058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa_C8UvZzI/AAAAAAAAAII/I1iIVayBC1s/s1600-h/gempa-padang-bloguntukSEO01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa_C8UvZzI/AAAAAAAAAII/I1iIVayBC1s/s400/gempa-padang-bloguntukSEO01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388204061469140786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa-h_h5TNI/AAAAAAAAAHg/JcvReHluCus/s1600-h/gempa-padang-kompascom01.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 287px; height: 219px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa-h_h5TNI/AAAAAAAAAHg/JcvReHluCus/s400/gempa-padang-kompascom01.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388203495393938642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa9qPBS3KI/AAAAAAAAAGY/vypKSeTPgcY/s1600-h/gempa-padang-sriwijayapost01.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 282px; height: 202px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Ssa9qPBS3KI/AAAAAAAAAGY/vypKSeTPgcY/s400/gempa-padang-sriwijayapost01.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388202537479494818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SsbAB-nA39I/AAAAAAAAAIY/mlx7cEBT1Qg/s1600-h/gempa-padang-bloguntukSEO03.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SsbAB-nA39I/AAAAAAAAAIY/mlx7cEBT1Qg/s400/gempa-padang-bloguntukSEO03.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388205144414412754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SsbABpKFayI/AAAAAAAAAIQ/lZu7btelPus/s1600-h/gempa-padang-bloguntukSEO02.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SsbABpKFayI/AAAAAAAAAIQ/lZu7btelPus/s400/gempa-padang-bloguntukSEO02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388205138655931170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SALURKAN SUMBANGAN ANDA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dompet Kemanusiaan Gempa Sumatera Media Group (Metro TV, Media Indonesia):&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank BCA KCU Puri Indah, No. rekening: 288 3333 888 &lt;br /&gt;a.n PT MEDIA TELEVISI INDONESIA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Mandiri Cabang Jakarta Kebun Jeruk, No. rekening: 117 0000 778894 &lt;br /&gt;a.n PT MEDIA TELEVISI INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/dompet_sumatra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Satu Untuk Negeri - PT. Lativi Mediakarya (tvone)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANK MANDIRI CAB JKT PULO GADUNG, No. rekening: 125-000-7926-793&lt;br /&gt;BANK BRI CAB RAWAMANGUN. No. rekening: 0386-01-000-111-304&lt;br /&gt;BANK BNI 46 CAB RAWAMANGUN. No. rekening: 300920095&lt;br /&gt;BANK BCA CAB PULO GADUNG, No. rekening: 275-111111-0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://www.tvone.co.id/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====================&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ANTV Peduli&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Mandiri, No. rekening: 1240096010906&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dana Kemanusiaan "Kompas" (DKK)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang langsung ke: Jl. Palmerah Selatan 26-28 Jakarta Pusat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui rekening:&lt;br /&gt;BNI Jakarta Kota, No. rekening: 14132840&lt;br /&gt;BCA Cab. Gadjah Mada, No. rekening: 012300577.2&lt;br /&gt;Bank Mandiri Cab. Plaza Mandiri, No. rekening: 07-000-777-88888&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Aksi Cepat Tanggap (ACT)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BCA, No. rekening: 676 030 3133 &lt;br /&gt;a.n. aksi cepat tanggap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Mandiri, No. rekening: 128 000 4593 338 &lt;br /&gt;a.n. aksi cepat tanggap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BNI, No. rekening: # 014 076 5481 &lt;br /&gt;a.n. aksi cepat tanggap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Muamalat, No. rekening: 304 0022 915&lt;br /&gt;a.n. aksi cepat tanggap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi Cepat Tanggap (ACT) &lt;br /&gt;CARE LINE021 741 4482 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://www.actforhumanity.or.id/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;Sumbangan melalui ponsel:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Telkomsel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketik: SUMBANG&lt;br /&gt;Kirim ke: 5000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TelkomFlexi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketik: PEDULI&lt;br /&gt;Kirim ke: 5000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;esia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketik: SUMBAR&lt;br /&gt;Kirim ke: 5000&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info lainnya akan diupdate. &lt;br /&gt;Jika Anda memiliki informasi pusat donasi lainnya, kirimkan informasi Anda ke gatottrir@gmail.com agar dapat saya update ke blog ini. Terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-1111940979766977793?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/1111940979766977793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/10/gempa-padang-sumatera-barat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/1111940979766977793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/1111940979766977793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/10/gempa-padang-sumatera-barat.html' title='Gempa Padang Sumatera Barat'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SsbBvJruR3I/AAAAAAAAAIo/VJfMdod2fDs/s72-c/gempa-padang-bloguntukSEO04.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-7536540399574213181</id><published>2009-09-30T03:16:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T03:43:38.225-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Sang Pendongeng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SsM1Ze8VnbI/AAAAAAAAAGA/sQIkQslqKmg/s1600-h/saki.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 207px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SsM1Ze8VnbI/AAAAAAAAAGA/sQIkQslqKmg/s320/saki.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387208291184385458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Saki (Hector Hugh Munro)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar:&lt;br /&gt;Cerpen ini salah satu cerpen favorit saya. Cerpen yang unik; &lt;i&gt;ending&lt;/i&gt;-nya yang mengejutkan membuat saya merenung betapa menantangnya tugas orang tua dalam mendidik anak. Cerpen ini seakan menjadi secuil bekal di relung-relung otak saya bersama dengan nilai-nilai lainnya yang pernah meresap di sana jika kelak saya memiliki anak. Tapi walaupun belum memiliki anak, saya sudah memiliki tiga keponakan yang beberapa tahun mendatang pasti akan banyak bertanya seperti tiga anak kecil dalam cerpen ini. Saki atau Hector Hugh Munro merupakan salah satu penulis besar Inggris yang hidup tahun 1870 hingga 1916.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat membaca.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;======================================================&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANG PENDONGENG&lt;br /&gt;oleh: Saki (Hector Hugh Munro)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore yang panas itu, serangkaian kereta api berjalan melintasi rel di tengah terik. Pemberhentian berikutnya adalah stasiun Templecombe, kira-kira satu jam kemudian. Penumpang di salah satu kompartemen ialah seorang gadis kecil, lalu seorang gadis yang lebih kecil lagi, dan seorang anak laki-laki. Bibi mereka duduk di sebuah kursi di salah satu sudut, sedangkan kursi yang berhadapan dengannya ditempati oleh seorang pria lajang yang mereka anggap aneh. Ketiga anak tersebut seakan-akan memberikan penegasan bahwa merekalah sang pemilik kompartemen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik sang bibi maupun ketiga anak tersebut jarang mempercakapkan sesuatu hal. Sering bibi mereka mengatakan “Jangan,” dan ketiga anak itu hampir selalu mengatakan “Mengapa ?” Pria itu juga tidak mengeluarkan sepatah kata pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Jangan, Cyril, jangan,” sergah sang bibi ketika anak laki-laki itu memukul-mukul bantal kursi, menyebabkan debu-debu beterbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemarilah kalian, lihat ke jendela,” kata sang bibi kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga anak-anak tersebut dengan malas menatap ke jendela. “Mengapa domba-domba itu digembalakan keluar dari situ ?” tanya si anak laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin ada lebih banyak rumput di tanah lainnya,” jawab sang bibi dengan intonasi rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi di situ kan ada banyak rumput,” anak laki-laki itu protes; “Di situ hanya ada rumput. Bibi, ada begitu banyak rumput di situ.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Mungkin rumput di tempat yang lain malah lebih baik,” jawab sang bibi sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa rumput di tempat yang lain lebih baik ?” kata salah satu dari mereka. Pertanyaan itu sungguh tidak diduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, coba lihat sapi-sapi itu !” seru sang bibi. Hampir di setiap tempat di lahan tersebut terdapat sapi-sapi baik jantan maupun betina. Sang bibi seakan-akan mengalihkan pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bibi, Mengapa rumput di tanah yang lain malah lebih baik ?” kali ini Cyril menanyakan sekali lagi dengan teguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah pria lajang itu mulai mengerut. Dia adalah seorang pria yang keras, seorang yang tidak simpatik, itu menurut penilaian sang bibi. Sang bibi sama sekali tidak dapat memberikan penjelasan mengenai pertanyaan Cyril tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis yang lebih kecil dengan seketika mencairkan suasana. Ia mulai menyanyikan “Road to Mandalay”. Tapi dia hanya tahu baris pertama saja, selebihnya dia mendendangkan sejauh yang ia tahu. Dia nyanyikan baris tersebut berulang-ulang dan terus-menerus, membuat pria lajang itu berpikir seakan-akan ada seseorang yang bertaruh dengan gadis kecil itu bahwa dia pasti tidak akan dapat melakukannya dua ribu kali tanpa henti. Tapi ternyata orang tersebut kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemarilah kalian semua, Bibi hendak menceritakan sesuatu,” kata sang bibi. Pria itu menatapnya dua kali dan sesaat pembicaraan itu dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga anak tersebut dengan rasa malas menerima ajakan bibinya mendekat ke arahnya. Jelas terbukti reputasinya sebagai seorang pendongeng tidak sebaik yang ia kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suara yang rendah dan meyakinkan, namun diselingi dengan beberapa jeda interupsi dan beberapa pertanyaan yang tidak sabar dari ketiga keponakannya, dia mulai berkisah tentang seorang gadis kecil yang baik yang berkawan dengan setiap orang. Pada akhirnya gadis kecil tersebut diselamatkan dari seekor sapi jantan yang sedang mengamuk oleh beberapa orang penyelamat yang kagum dengan moralnya yang begitu mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Apakah mereka akan menyelamatkan gadis itu jika gadis itu memiliki perangai yang jelek ?” tanya keponakan perempuannya yang lebih besar. Pertanyaan itu sebenarnya juga hendak diajukan oleh pria lajang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, tentu saja” jawab sang bibi ragu,”tapi Bibi pikir mereka pasti akan berlari cukup cepat untuk menolong gadis itu meskipun mereka tidak sungguh-sungguh menyukainya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Itu kisah paling bodoh yang pernah kudengarkan,” kata gadis yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak mendengarkannya setelah bagian yang pertama, kisah itu sangat menggelikan,” kata Cyril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis yang lebih kecil tidak memberikan sepatah komentar pun tentang kisah itu, tapi dia mulai mendendangkan lagi satu baris yang tadi ia nyanyikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau nampaknya tidak akan berhasil menjadi seorang pendongeng,” kata pria lajang itu dari sudut sana secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bibi sontak terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh hal yang sulit untuk menceritakan sebuah kisah yang anak-anak dapat memahami sekaligus menghargainya,” kata sang bibi dengan nada kaku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Saya tidak setuju dengan pendapat Anda,” kata pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah Anda akan menceritakan kepada mereka sebuah cerita ?” cibir sang bibi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beri kami cerita,” gadis yang lebih besar merajuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada suatu ketika,” pria lajang itu memulai kisahnya,”ada seorang gadis kecil bernama Bertha yang sangat luar biasa baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia melakukan semua yang dia katakan, dia selalu dapat dipercaya, pakaiannya selalu bersih, rajin belajar dan seorang anak yang santun dalam bersikap.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah dia cantik ?” kata anak gadis yang lebih besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak secantik dirimu,” kata pria lajang itu,”tapi kebaikannya sungguh mengerikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sesuatu yang aneh dalam kalimatnya. Kata ‘mengerikan’ yang dikaitkan dengan kebaikan adalah suatu hal yang tidak lazim digunakan. Seakan-akan mencoba menunjukkan suatu pemahaman lain yang tidak ada pada kisah yang diceritakan oleh sang bibi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia begitu baik,” lanjutnya, “dia memenangkan beberapa medali kebaikan yang selalu dipakainya yang dikaitkan pada bajunya. Ada medali kepatuhan, lalu medali ketepatan waktu dan yang ketiga medali untuk tingkah laku yang terpuji. Medali-medali tersebut terbuat dari besi yang besar dan saling berdentingan satu dengan lainnya ketika ia berjalan. Tidak ada seorang anak di kotanya yang memiliki medali sebanyak yang ia punya. Jadi setiap orang tahu bahwa ia pasti adalah seorang gadis yang sangat luar biasa baik.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh gadis yang sangat baik,” kata Cyril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap orang berbicara tentang kebaikannya, sampai sang Pangeran negeri itu mendengarnya. Pangeran mengatakan karena Bertha adalah anak yang sangat baik maka ia diijinkan untuk berjalan-jalan di tamannya sekali dalam seminggu. Taman itu terletak di luar kota. Taman itu sangat indah namun tak ada satu anak pun boleh mengunjunginya. Jadi itu adalah penghargaan terbesar bagi Bertha dapat mengunjungi taman itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah terdapat domba di taman itu ?” tanya Cyril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak,” kata pria itu,”tidak ada domba sama sekali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mengapa tidak ada domba di sana ?” satu lagi pertanyaan dilontarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bibi menyunggingkan senyum yang meremehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada domba di taman itu,” kata si pria itu,”karena ibu sang Pangeran pernah bermimpi bahwa anaknya tewas oleh seekor domba atau sebuah jam yang jatuh menimpanya. Karena itu sang Pangeran tidak pernah memelihara domba di taman ataupun menempatkan sebuah jam di istananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bibi sejenak terkejut dengan penjelasan pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah sang Pangeran tewas oleh seekor domba atau sebuah jam ?” tanya Cyril. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia tetap hidup, jadi kita tidak dapat mengatakannya apakah mimpi itu menjadi kenyataan,” kata pria itu tanpa merasa risau, ”begini, tidak ada domba di tamannya, namun ada banyak sekali babi berkeliaran di taman itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah warna babi itu ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hitam dengan wajah berwarna putih, ada pula yang berwarna putih dengan bintik-bintik hitam, lalu ada yang semuanya hitam, kemudian abu-abu dengan belang berwarna putih, dan beberapa malah berwarna putih semuanya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pendongeng menghentikan sejenak kisahnya agar seluruh idenya tentang harta karun di taman itu meresap ke dalam alam khayal anak-anak; lalu dia meneruskan kisahnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bertha sedikit kecewa karena tidak terdapat bunga-bunga di taman itu. Lalu dengan air mata yang meleleh di pipinya ia berjanji kepada bibinya bahwa ia tidak akan memetik bunga-bunga di taman sang Pangeran, dan ia akan memegang teguh janjinya itu. Tentu saja itu membuatnya merasa bodoh karena ia tidak menemukan satu pun bunga-bunga untuk dipetik di taman itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa tidak ada satu pun bunga ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena babi-babi itu sudah memakannya semua,” jawab pria itu dengan cepat. “Orang yang bertugas mengurusi taman mengatakan kepada sang Pangeran bahwa ia tidak dapat memiliki babi dan bunga sekaligus, jadi sang Pangeran memutuskan untuk memiliki babi, bukan bunga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada banyak hal yang sangat menyenangkan di taman itu. Ada danau dimana terdapat ikan berwarna emas, biru dan hijau didalamnya, dan pepohonan dengan burung-burung beo yang cantik yang selalu mengatakan hal-hal yang baik, dan kicauan burung-burung yang mendendangkan lagu-lagu yang disukai oleh banyak orang. Bertha berjalan naik dan turun melintasi taman. Ia menikmati perjalanannya dengan hati gembira. Ia membayangkan: ‘Seandainya aku bukan seorang anak yang luar biasa baik maka aku pasti tidak akan diijinkan memasuki taman ini dan menikmati seluruh keindahannya,’ sementara tiga medalinya berdentingan satu dengan yang lainnya ketika ia berjalan, mengingatkannya bahwa ia memang seorang anak yang sangat baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiba-tiba ada seekor serigala yang sedang lapar berkeliling mencari mangsa memasuki taman dan mengamati babi-babi kecil yang gemuk itu untuk makan malamnya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah warna serigala itu ?” tanya anak-anak itu, yang sedang terbuai dengan kisah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semuanya berwarna seperti lumpur, dengan lidah berwarna hitam dan mata abu-abu pucatnya memancarkan keganasan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Sesuatu yang pertama kali dilihat oleh serigala itu ialah Bertha. Serigala itu memandang dari kejauhan pakaiannya yang begitu putih dan bersih. Bertha melihat serigala itu dan sangat terkejut ketika tiba-tiba serigala itu sudah muncul di hadapannya. Lalu Bertha berlari dengan cepat secepat yang ia mampu, sementara serigala itu mengejarnya dengan langkahnya yang lebar. Bertha mampu mencapai semak-semak dan dia bersembunyi di sela-sela semak yang paling rimbun. Serigala itu lalu datang dengan mengendus ranting semak. Lidahnya yang hitam menggantung di mulutnya dan mata abu-abunya yang pucat menyiratkan kemarahan. Bertha sangat ketakutan, ia membayangkan: ‘Seandainya aku bukan anak yang luar biasa baik aku pasti akan selamat karena berada di kota saat ini.’  Bau semak-semak itu begitu tajam sehingga serigala itu tidak dapat mengendus untuk mengetahui dimana Bertha bersembunyi. Lagipula semak-semak itu begitu rimbun yang akan membuat ia begitu lama bersusah payah memburu tanpa bisa menangkap gadis kecil itu. Jadi serigala itu berpikir lebih baik ia keluar dari situ dan menangkap babi kecil saja. Bertha menggigil ketakutan ketika serigala itu berkeliaran dan mengendus-endus di dekatnya, dan ketika dia menggigil ketakutan itulah medalinya berdentingan satu dengan yang lainnya. Sebenarnya serigala itu sudah hendak pergi meninggalkannya. Ketika ia mendengar suara dentingan medali, seketika serigala itu berhenti untuk mendengarkan dengan lebih seksama. Medali itu berdentingan lagi di sebuah semak didekatnya. Lalu dengan cepat serigala itu menerobos masuk ke dalam semak-semak. Mata abu-abunya yang pucat menyiratkan kemarahan dan kemenangan. Ia memaksa Bertha keluar dari semak-semak itu, kemudian melahapnya hingga potongan terakhir. Yang tersisa hanya sepatunya, beberapa sobekan bajunya dan tiga medali kebaikannya.”   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah ada babi kecil yang mati ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada satu pun babi kecil mati karena mereka berlari menyelamatkan diri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mulanya kisah itu tidak menarik,” kata gadis yang lebih kecil,”tetapi bagian penutupnya begitu bagus” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini adalah cerita terbaik yang pernah aku dengarkan,” kata gadis yang lebih besar, dengan penuh sukacita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini bahkan satu-satunya cerita terbaik yang pernah aku dengarkan,” kata Cyril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang berbeda datang dari sang bibi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kisah itu tidak patut diceritakan pada anak-anak ! Kau merusak hasil kerja pendidikan yang telah dilakukan dengan hati-hati selama bertahun-tahun.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kelebihannya,” kata pria lajang itu, sambil menyiapkan barang-barang bawaannya untuk segera meninggalkan gerbong kereta,” saya telah membuat mereka terdiam dalam sepuluh menit, itu lebih lama daripada yang Anda lakukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dasar wanita yang tidak berbahagia !” gumam pria itu seraya berjalan turun ke peron di stasiun Templecombe; “setelah ini anak-anak itu pasti akan menyerangnya bertubi-tubi di depan orang lain meminta dongeng yang ia anggap tidak patut untuk diceritakan !”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan oleh Gatot Tri R. dari naskah asli berjudul "The Story-Teller" dalam The Short Story Classics: The Best from the Masters of the Genre&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-7536540399574213181?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/7536540399574213181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/sang-pendongeng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/7536540399574213181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/7536540399574213181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/sang-pendongeng.html' title='Sang Pendongeng'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SsM1Ze8VnbI/AAAAAAAAAGA/sQIkQslqKmg/s72-c/saki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-7667908234945372953</id><published>2009-09-26T03:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-26T03:15:07.867-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi buku'/><title type='text'>Mengupas Ramalan Bangsa Maya Tentang Bencana Besar 2012</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sr3pnE8AF3I/AAAAAAAAAF4/Xs9x4VBEBDw/s1600-h/endoftime.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 129px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sr3pnE8AF3I/AAAAAAAAAF4/Xs9x4VBEBDw/s200/endoftime.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385717586954557298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan terjadi dengan tanggal 21 Desember 2012 nanti? Dimana Anda akan berada waktu itu? Apa yang akan Anda lakukan sepanjang hari itu jika hari itu ialah “Hari Terakhir” Anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan di atas membuat kita penasaran. Memangnya apa yang akan terjadi dengan tanggal tersebut? Menurut penanggalan Maya, tanggal tersebut merupakan hari terakhir era Jaguar, atau “Ix” dalam bahasa Maya, yang dimulai tanggal 13 Agustus 3114 SM dan berakhir pada tanggal 21 Desember 2012 menurut kalender Gregorian, dan seiring dengan berakhirnya era tersebut, akan terjadi perubahan siklus Bumi yang akan memiliki implikasi amat besar bagi kehidupan di Bumi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diduga tahun 2000 merupakan bagian awal dari proses &lt;i&gt;catasthrope&lt;/i&gt; atau malapetaka akhir jaman yang sebagian telah terjadi di sejumlah tempat di berbagai belahan dunia. Gempa bumi, tsunami, banjir bandang, angin topan, badai dan tornado, tanah longsor, letusan gunung berapi dan lain-lain menimpa sebagian penduduk dunia secara nyaris serempak. Ini semua merupakan sinyal bahwa gerbang bintang atau &lt;i&gt;stargate&lt;/i&gt; telah membuka di tahun 2000, sementara pada tanggal 21 Desember 2012 nanti, &lt;i&gt;stargate&lt;/i&gt; kedua akan membuka seiring dengan posisi matahari yang berjajar lurus dengan posisi Bumi dan &lt;i&gt;stargate&lt;/i&gt; di utara galaksi yang akan menciptakan kesatuan jalur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalender Maya sendiri masih menyimpan misteri. Bagaimana bisa bangsa Maya yang bahkan belum mengenal roda di Jaman Batu mampu membuat kalender yang mampu “meramal” kejadian di ribuan tahun ke depan, yang berawal di sebuah tanggal yang bahkan mereka sendiri belum eksis. Bahkan tanggal awal kalender itu masih 2000 tahun lebih tua daripada bangsa Olmec yang diduga merupakan bangsa pertama yang membangun peradaban di Amerika Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para arkeolog juga dibuat penasaran karena tahun awal yang tercatat dalam kalender itu bersamaan dengan peninggalan sejarah di tempat lain. Pada tahun 3110an SM, diyakini sebagai berdirinya sejumlah monumen yang berkaitan dengan astronomi, salah satunya monumen Stonehenge di Inggris. Masa itu juga diyakini sebagai awal kelahiran Dinasti Mesir. Lukisan kuno di Mesopotamia juga berkembang di masa ini. Semua ini memiliki pengaruh terhadap revolusi budaya manusia hingga seperti sekarang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arkeologi mengenai Maya – disebut Mayanologi - dimulai pada tahun 1773 dengan penemuan Palenque, kota bangsa Maya, yang ditemukan oleh Pastur Ordonez dari Chiapas. Palenque juga dikenal sebagai Nachan atau “Place of Serpents”. Pastur Ordonez kemudian menulis buku berjudul “A History of the Creation of Heaven and Earth” yang menjadi awal berkembangnya arkeologi Maya (halaman 83 dan 85). Setelah itu, hampir setiap tahun ditemukan peninggalan-peninggalan kuno bangsa Maya baik berupa candi, piramid, monumen, sarkofagus dan lain-lain yang banyak mengandung teks kuno. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan terbesar yang memberikan tanggal awal era Jaguar ialah penemuan gugusan bangunan candi yang disebut dengan “Group of the Cross” yang dibangun oleh Raja Chan-Bahlum II, putra dari Pacal, pada tahun 684 M. Bangunan itu mengandung data-data astrologi yang penting bagi Maya, termasuk informasi bahwa pada tanggal 13 Agustus 3114 SM – awal dari era Jaguar - merupakan kelahiran tiga dewa penting Palenque yaitu GI, GII dan GIII. Berdasar pada analisis Linda Schele dan David Freidel – dua orang ahli mayanologi yang menterjemahkan teks di Palenque - penulis menyimpulkan bahwa GI (Hunahpu) memiliki kaitan dengan planet Saturnus, GII (Kawil) dengan Jupiter dan GIII (Xbalanque) memiliki kaitan dengan Mars. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini terbagi atas 12 bagian atau bab. Pada segmen awal lebih banyak berkisah mengenai perjalanan penulis dan sejarah Maya. Segmen berikutnya lebih banyak membahas tentang peninggalan arkeologi Maya termasuk pembahasan mengenai kalender yang kontroversial itu. Sementara bagian akhir mengupas tentang siklus atronomi terutama posisi matahari yang telah “dalam proses menuju penguncian” posisinya dengan &lt;i&gt;stargate&lt;/i&gt; kedua. Gilbert menyimpulkan bahwa kalender Maya merupakan pemberian makhluk cerdas yang datang dari luar angkasa dan kemungkinan mereka akan datang kembali tahun 2012 nanti (halaman 283).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Inggris, buku ini terbit dengan judul di atas, sementara di Amerika Serikat terbit dengan judul “2012: Mayan Year of Destiny”. Mengenai penulis, Adrian Gilbert ialah penulis spesialis mengenai Maya. Bukunya yang terbit tahun 1995, “The Mayan Prophecies”  yang ia tulis bersama Maurice Cotterell, pernah masuk daftar buku &lt;i&gt;best seller&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar informasi, akhir tahun 2009 ini akan hadir film bertema &lt;i&gt;catasthrope&lt;/i&gt; 2012 berjudul "2012" hasil arahan sutradara kawakan Roland Emerich. Entah berkaitan dengan hadirnya film tersebut, akhir-akhir ini terbit sejumlah buku dengan tema serupa. Namun buku Adrian Gilbert ini rasanya lebih menarik serta lebih akurat karena ia melakukan sejumlah riset di lapangan selain juga menampilkan sejumlah foto memikat situs Maya kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gatot Tri R.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Data Buku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Judul buku: The End of Time: The Mayan Prophecies Revisited&lt;br /&gt;Penulis: Adrian Gilbert&lt;br /&gt;Penerbit: Mainstream Publishing&lt;br /&gt;Tahun terbit: 2006, cetakan pertama&lt;br /&gt;Tebal: 335 halaman, hard cover&lt;br /&gt;ISBN: 1-84596-098-X&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-7667908234945372953?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/7667908234945372953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/mengupas-ramalan-bangsa-maya-tentang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/7667908234945372953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/7667908234945372953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/mengupas-ramalan-bangsa-maya-tentang.html' title='Mengupas Ramalan Bangsa Maya Tentang Bencana Besar 2012'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sr3pnE8AF3I/AAAAAAAAAF4/Xs9x4VBEBDw/s72-c/endoftime.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-5460775393348402373</id><published>2009-09-26T02:56:00.001-07:00</published><updated>2009-09-26T03:16:59.844-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='knowledge management'/><title type='text'>Konsep Knowledge Management</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sr3oAzkbakI/AAAAAAAAAFY/wWpIIRW2fDM/s1600-h/knowledge.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 165px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sr3oAzkbakI/AAAAAAAAAFY/wWpIIRW2fDM/s200/knowledge.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385715829945625154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oleh: Gatot Tri R.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia bisnis, dikenal istilah &lt;i&gt;Knowledge Management&lt;/i&gt; (KM) - atau diterjemahkan secara bebas dalam bahasa Indonesia sebagai manajemen pengetahuan. KM menjadi buah bibir terutama di kalangan bisnis dan industri pada tahun 1997 dan masih menjadi perbincangan hingga kini. Sebenarnya KM juga bukan hal yang baru. Dalam dunia bisnis dan manajemen, aktivitas KM bisa disebut pengumpulan data baik internal maupun eksternal yang dianalisis sehingga menjadi bahan dalam pengambilan keputusan manajemen. KM juga dilakukan dalam &lt;i&gt;data-intelligent&lt;/i&gt; untuk mengetahui situasi pesaing sehingga manajemen dapat merumuskan strategi kompetitif untuk mengantisipasinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KM merupakan salah satu faktor keunggulan aset pengetahuan atau &lt;i&gt;knowledge capital&lt;/i&gt; yang kompetitif dari suatu institusi termasuk lembaga korporat dalam menjalankan roda kegiatannya sehari-hari. Telah banyak perusahaan besar sukses mengaplikasikan KM sehingga mereka menjadi salah satu perusahaan yang paling efisien dan produktif. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain Honda, Pfizer, Price Waterhouse Coopers, Hallmark, Northrop Gumman, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kepopuleran KM menurut pendapat Pradiansyah dalam artikelnya di SWA nomor 19 tahun 2001 disebabkan kompetisi bisnis yang kian menajam, sehingga mengubah keunggulan bersaing dari kepemilikan aset fisik dan finansial menuju aset pengetahuan sehingga menyadarkan orang bahwa hanya pengetahuan yang dapat membuat keunggulan: &lt;i&gt;faster, cheaper dan better&lt;/i&gt; (lebih cepat, lebih murah dan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti aplikasi KM dalam dunia bisnis, Nonaka, dalam Takeuchi dan Nonaka (2004:32) mengutarakan bahwa membuat pengetahuan seseorang agar dapat diketahui oleh orang lain merupakan kegiatan inti dari suatu perusahaan pencipta pengetahuan. Hal itu berlangsung secara kontinyu dan berlangsung di seluruh tingkatan dalam suatu organisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sejumlah literatur KM sering direpresentasikan sebagai “benda”, bahwa KM merupakan sebentuk cara atau metode. Namun pendapat kontradiktif justru menyatakan bahwa KM adalah kultur atau budaya kasat mata di suatu lembaga atau organisasi itu sendiri. Budaya yang dimaksud berkaitan dengan kesadaran setiap elemen maupun individu didalamnya untuk berbagi informasi kepada elemen atau individu lain sehingga informasi tersebut bermanfaat untuk membangun suatu kesepahaman dalam mencapai kinerja dan produktivitas yang lebih baik, baik secara internal maupun eksternal. Kultur inilah yang menjadi esensi dari KM karena tanpa adanya pondasi kultur tersebut, aplikasi KM tidak akan berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari KM ialah kesadaran berbagi pengetahuan dari satu unit / individu kepada unit / individu lain, bukan sekedar mengelola pengetahuan untuk disimpan sebagai arsip dan disimpan untuk keperluan sendiri. Tidak ada kata pasif-reaktif dalam budaya lembaga yang telah dibangun oleh konsep KM. Justru kultur dalam KM dapat direpresentasikan sebagai sifat proaktif dalam membangun pengetahuan sehingga setiap unit  mampu berperan dalam suatu sinergi untuk bersama-sama meningkatkan kinerja dan produktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Konsep Pengetahuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengulas KM, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu konsep pengetahuan. Sir Francis Bacon pada tahun 1297 mengatakan bahwa "Pengetahuan adalah Kekuatan". Lalu Peter F. Drucker – seorang guru ilmu manajemen dalam buku The Effective Executive tahun 1966 mengatakan bahwa setiap pekerja pengetahuan dalam organisasi modern adalah seorang eksekutif, berkaitan dengan pengetahuannya, ia bertanggung jawab atas kontribusinya demi meningkatkan kapasitas organisasi agar dapat memiliki kinerja dan meraih hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan merupakan sumber daya yang tidak dapat dilepaskan dari sumber daya informasi. Namun ada perbedaan diantara keduanya. Informasi merupakan data yang terstruktur, sedangkan pengetahuan merupakan sesuatu yang diyakini setelah informasi terproses melalui tahapan tertentu. Lehrer dalam Godbout (1999) menyatakan bahwa informasi menjadi pengetahuan individual ketika ia diterima dan disimpan oleh seseorang sebagai pemahaman yang sesuai tentang suatu kebenaran. Misalnya seorang arsitek sedang membangun sebuah hunian dengan gaya arsitektur Minangkabau, maka ia harus memiliki pengetahuan mengenai konsep dan filosofi dalam arsitektur Minangkabau untuk menghasilkan bangunan hunian bergaya Minangkabau yang fungsional dan nyaman untuk ditinggali tanpa meninggalkan konsep dan filosofi bangunan Minangkabau yang telah berusia ratusan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nonaka dan Takeuchi (2004:49), pengetahuan memiliki keterkaitan dengan tiga hal. Pertama, pengetahuan menyangkut keyakinan (&lt;i&gt;beliefs&lt;/i&gt;) dan komitmen (&lt;i&gt;commitment&lt;/i&gt;). Kedua, pengetahuan menyangkut tindakan (&lt;i&gt;action&lt;/i&gt;); dan ketiga, pengetahuan menyangkut pemahaman (&lt;i&gt;meaning&lt;/i&gt;). Pengetahuan merupakan proses dinamis manusia dalam menetapkan keyakinan pribadi yang menuju pada "kebenaran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian mengenai pengetahuan datang dari Nickols dalam Barclay (1997). Pengertian pertama, pengetahuan menyangkut pada suatu bentuk informasi yang terdefinisi dimana informasi yang terdefinisi itu terdiri dari fakta, opini, ide, teori, prinsip dan model (atau kerangka lainnya). Sedangkan pengertian kedua, pengetahuan mengarah pada suatu pernyataan seseorang yang berkaitan dengan sebentuk informasi dimana pernyataan ini meliputi ketidaktahuan, kesadaran, kebiasaan, pemahaman, fasilitas dan lain-lain.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian lainnya dipaparkan oleh Davenport et.al. dalam Seufert, Back dan von Krogh (2003:101) dimana pengetahuan dipandang sebagai informasi yang dikombinasikan dengan pengalaman, konteks, interpretasi dan refleksi. Pengetahuan merupakan suatu bentuk informasi yang bernilai tinggi yang siap untuk diaplikasikan bagi pengambilan keputusan dan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boone (2001:133) menjelaskan bahwa terdapat dua macam pengetahuan yaitu pengetahuan tasit (&lt;i&gt;tacit knowledge&lt;/i&gt;) dan pengetahuan eksplisit (&lt;i&gt;explicit knowledge&lt;/i&gt;). Pengetahuan tasit merupakan pengetahuan yang terdapat di dalam “kepala” atau otak. Sedangkan pengetahuan eksplisit ialah pengetahuan yang diperoleh dan terkodifikasi. Pengetahuan eksplisit terkodifikasi melalui media tertentu misalnya buku, artikel, surat atau dalam bentuk dokumen elektronik seperti email, artikel maya, weblog, termasuk pula percakapan virtual (&lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt;) yang disimpan dalam format tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum Boone, Kemp (1976:25) mengutarakan bahwa ada dua macam pengetahuan yaitu pengetahuan personal dan  pengetahuan sosial. Pengetahuan personal merupakan pengetahuan yang tersimpan di dalam pikiran seseorang dan hanya dapat diperoleh darinya atau melalui darinya, misalnya dengan menanyakan pengetahuan itu kepadanya. Pengetahuan personal inilah yang oleh Boone disebut sebagai pengetahuan tasit atau pengetahuan informasi. Sedangkan pengetahuan sosial menurut Kemp ialah pengetahuan yang dimiliki secara kolektif oleh suatu kelompok atau sistem sosial; yang tersedia secara cuma-cuma dan semua anggota kelompok atau sistem tersebut memiliki kesempatan yang sama untuk memperolehnya. Pengetahuan sosial bisa disebut sebagai pengetahuan eksplisit atau pengetahuan formal dan biasanya pengetahuan ini berwujud data terekam. Itu berarti ada kesamaan persepsi antara Boone dan Kemp dalam memandang pengetahuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperjelas pandangannya, Kemp menggambarkan hubungan antara pengetahuan personal dan pengetahuan sosial sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sr3oUPekH9I/AAAAAAAAAFo/8PIQbeGUJZ4/s1600-h/skema-Kemp.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 255px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sr3oUPekH9I/AAAAAAAAAFo/8PIQbeGUJZ4/s320/skema-Kemp.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385716163854737362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari skema tersebut dapat diuraikan bahwa pengetahuan personal menghasilkan pengetahuan sosial begitu pula sebaliknya pengetahuan sosial menjadi suatu pengetahuan (&lt;i&gt;knowledge&lt;/i&gt;) - dan merupakan sumber esensial (&lt;I&gt;essential source&lt;/i&gt;) bagi pengetahuan personal. Ini dapat dijelaskan secara sederhana bahwa ilmu pengetahuan semuanya berawal dari pengetahuan personal. Melalui berbagai proses dan tahapan tertentu, maka pengetahuan personal menjadi pengetahuan sosial dalam bentuk terekam. Sebaliknya pengetahuan sosial – yang merupakan kumpulan dari pengetahuan personal merupakan sumber esensial untuk pengetahuan sosial baru berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, pengetahuan tasit atau informal atau pengetahuan personal juga kerap disebut sebagai pengetahuan implisit. Seufert, Back dan von Krogh (2003:101) menjelaskan bahwa ada dua dimensi pengetahuan implisit yaitu teknis dan kognitif. Secara dimensi teknis, pengetahuan implisit meliputi keahlian dan kapabilitas, atau disebut “&lt;i&gt;know-how&lt;/i&gt;”. Sedangkan dalam dimensi kognitif, pengetahuan implisit memiliki beberapa &lt;i&gt;mental models&lt;/i&gt; dalam memandang lingkungan dimana seorang individu berinteraksi yaitu: &lt;i&gt;beliefs&lt;/i&gt; (keyakinan), &lt;i&gt;values&lt;/i&gt; (nilai), dan &lt;i&gt;convictions&lt;/i&gt; (pendirian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana sebuah lembaga atau organisasi memperoleh pengetahuan? Pengetahuan bisa diperoleh dari mana saja dan tentu melibatkan semua elemen dari suatu organisasi. Gupta dan McDaniel (2002) berpendapat bahwa pengetahuan tersebut dapat diperoleh dari pengetahuan yang sudah ada di dalam institusi, yang berbentuk pengetahuan tasit yang terletak di dalam pikiran orang-orang didalamnya atau disimpan dalam pangkalan data perusahaan sebagai informasi yang terkodifikasi (pengetahuan eksplisit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Beberapa Pandangan Tentang Knowledge Management&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Falk (2003:70) menjelaskan bahwa KM merupakan perangkat yang sangat kuat untuk mengumpulkan, menyimpan, serta mengakses pengetahuan perusahaan, yang mana hal itu dapat memicu pemikiran yang tepat di waktu yang tepat. Lebih jauh, aktivitas KM baik perolehan, penempatan hingga pendayagunaan pengetahuan, akan bermanfaat dalam pemecahan masalah, kegiatan pembelajaran, perencanaan strategis hingga pengambilan keputusan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari KM sendiri menurut Hariharan ialah (2002) untuk memastikan  bahwa pengetahuan yang tepat tersedia bagi orang yang tepat di waktu yang tepat dalam cara yang "konsisten dan sistematik" guna pengambilan keputusan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa definisi tentang KM. Seemann et.al dalam Haggie dan Kingston (2003) memberikan pengertian bahwa KM ialah perancangan yang dilakukan secara seksama atas proses, perangkat, struktur, dan lain-lain bersama dengan kesungguhan dalam meningkatkan, memperbarui, membagi atau menambah penggunaan pengetahuan yang direpresentasikan dalam salah satu dari tiga elemen (struktural, manusia dan sosial) dari aset intelektual. Kekayaan intelektual menurut pendapat Edvinsson dalam Corral (1999) merupakan kepemilikian pengetahuan, pengalaman terapan, teknologi organisasional, hubungan dengan klien dan keahlian profesional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Hawkins (2000) memaparkan pengertian bahwa KM adalah proses mentransformasikan informasi dan aset intelektual menjadi bernilai dan bertahan lama. KM menghubungkan orang-orang dengan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk melakukan tindakan ketika mereka membutuhkannya. Di sektor korporat, mengelola pengetahuan dianggap sebagai kunci untuk meraih keuntungan yang kompetitif.  Aset intelektual menurut Mintzberg (1996) dalam Bukowitz dan Williams (1999:2) ialah sesuatu yang tidak berbentuk yang memiliki nilai yang tertanam pada (pemikiran) orang atau diperoleh dari proses, sistem dan kultur yang berhubungan dengan suatu &lt;i&gt;brand&lt;/i&gt;, pengetahuan individual, kepemilikan intelektual, lisensi dan bentuk-bentuk pengetahuan organisasi (misalnya: pangkalan data, proses &lt;i&gt;know-how&lt;/i&gt;, hubungan). &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;KM menurut Schwarzwalder (1999)  merupakan gagasan dasar dimana setiap organisasi memiliki sejumlah besar data untuk diedarkan. Data tersebut bisa merupakan &lt;i&gt;tangible information&lt;/i&gt; (informasi yang berwujud) seperti laporan, presentasi, data keuangan dan lain-lain. Data yang lainnya merupakan &lt;i&gt;intangible information&lt;/i&gt; (informasi tak berwujud) yang bisa berupa pengalaman, keahlian tertentu dan sebagainya. Disinilah tantangan KM untuk mengelola pengetahuan yang bersifat &lt;i&gt;intangible&lt;/i&gt; atau tidak berwujud secara fisik. Hal ini sejalan dengan apa yang diutarakan oleh Richter and Vettel dalam Seufert, Back dan von Krogh (2003:100) bahwa tantangan KM ialah untuk mempercepat proses kerja seperti "melokalisir dan menangkap / memperoleh", "mengirimkan / mendistribusikan", serta "menciptakan" (pengetahuan) melalui aktivitas yang &lt;i&gt;tangible&lt;/i&gt; atau berwujud.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan aktivitas bisnis, Barclay (1997) memberikan pengertian KM dengan dua aspek utama yaitu:&lt;br /&gt;a. memperlakukan komponen pengetahuan aktivitas bisnis sebagai suatu hal eksplisit dari bisnis yang terfleksikan dalam strategi, kebijakan dan praktek / penerapan di semua tingkatan dalam organisasi. &lt;br /&gt;b. Membuat kaitan langsung antara aset intelektual organisasi - baik eksplisit (aset intelektual terekam) dan tasit (&lt;i&gt;know-how&lt;/i&gt; perorangan) - dengan hasil bisnis yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Barclay, dalam prakteknya KM mengidentifikasi dan memetakan aset intelektual dalam suatu organisasi untuk menghasilkan pengetahuan yang akan menguntungkan secara kompetitif bagi organisasi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frappaolo, seorang praktisi KM (2003:12), masih dalam sudut pandang bisnis, memberikan pengertian bahwa KM merupakan pengungkitan (&lt;i&gt;leveraging&lt;/i&gt;) kebijakan kolektif guna meningkatkan responsivitas dan inovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar definisi praktis KM menurut Frappaolo (2003:23) ialah konsep rantai pengetahuan. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Koulopoulos, Torms dan Spinello pada tahun 1997 ketika melakukan riset untuk menyusun buku "Corporate Instinct". Ada empat mata rantai dalam rantai pengetahuan yang terdiri dari: &lt;br /&gt;- kesadaran internal (internal awareness)&lt;br /&gt;- responsivitas internal (internal responsiveness)&lt;br /&gt;- responsivitas eksternal (external responsivenss)&lt;br /&gt;- kesadaran eksternal (external awareness)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran internal merupakan kemampuan suatu organisasi untuk menilai dengan cepat persediaan kecakapan dan kemampuan intinya. Kesadaran ini bisa berupa kesadaran akan sejarah masa lalu dalam hubungannya dengan bakat, kecakapan teknis, interaksi, kinerja proses dan komunitas praktis. Responsivitas internal adalah kemampuan untuk mengeksploitasi kesadaran internal. Suatu organisasi mungkin sadar akan kekuatannya dan permintaan pasar, namun jika ia tidak cukup mampu mengadakan perubahan dalam dirinya sendiri secara cukup cepat dalam rangka memenuhi tuntutan pasar, maka kemampuan organisasi tersebut patut diragukan. Responsivitas eksternal ialah kemampuan untuk memenuhi tuntutan pasar dengan cara terbaik. Jika dilakukan secara lebih baik maka akan menentukan kesuksesan atau bahkan kegagalannya. Responsivitas eksternal diukur dengan kemampuan untuk merespon secara efektif peluang dan ancaman di luar organisasi dengan cara yang tepat waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kesadaran eksternal merupakan kondisi terbalik dari kesadaran internal. Dapat diartikan sebagai kemampuan organisasi untuk memahami bagaimana pasar merasakan nilai yang dihubungkan dengan produk dan jasanya, untuk memahami faktor-faktor yang berkaitan dengan kompetisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat mata rantai pengetahuan tersebut merupakan siklus inovasi suatu organisasi. KM menciptakan daya tembus (&lt;i&gt;permeability&lt;/i&gt;) diantara keempat sel rantai pengetahuan dan mempercepat laju inovasi. Kemampuan untuk cepat melintas melalui keempat mata rantai tersebut adalah manfaat pokok manajemen pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sr3oIl35kEI/AAAAAAAAAFg/8g-MZAG_6_A/s1600-h/skema-Frappaolo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 291px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sr3oIl35kEI/AAAAAAAAAFg/8g-MZAG_6_A/s320/skema-Frappaolo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385715963708149826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KM merupakan proses strategis yang mengimplikasikan adanya tujuan untuk mencapai keunggulan dalam persaingan atau kompetisi. Ini merujuk pada ungkapan yang disebutkan sebelumnya bahwa pengetahuan ialah kekuatan. Dengan pengelolaan KM yang tepat akan menghasilkan pengetahuan yang tepat bagi orang yang tepat, di waktu yang tepat pula. Pengelolaan KM yang tepat akan menghasilkan KM yang efektif. Gupta dan McDaniel (2002) menyebutkan lima komponen pengelolaan KM yang efektif yaitu: memungut, menyaring, membentuk, menyebarkan dan mengaplikasikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan Prusak, Quintas, Lefrere dan Jones dalam Swan, Robertson dan Newell (2002) yang menyatakan bahwa KM meliputi proses atau praktek &lt;i&gt;creating&lt;/i&gt; (menciptakan), &lt;i&gt;acquiring&lt;/i&gt; (memperoleh/mendapatkan), &lt;i&gt;capturing&lt;/i&gt; (memperoleh / menangkap), &lt;i&gt;sharing&lt;/i&gt; (membagi) dan &lt;i&gt;using&lt;/i&gt; (menggunakan) pengetahuan untuk memperkaya pembelajaran dan kinerja dalam sebuah organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aplikasinya, KM memiliki peran penting terutama dalam proses inovasi dan kreativitas. Ini seperti apa yang dijelaskan oleh Falk (2003:71) bahwa penemuan terwujud melalui percakapan, perdebatan, ketidakpastian, dan keraguan; dan penemuan secara sederhana merupakan hasil besar dari ide yang salah di waktu yang tepat, atau sebaliknya. Lebih jauh, kreativitas bukanlah pengalaman "eureka" yang muncul begitu saja, namun merupakan proses baik aktual maupun yang diangankan dalam menunjukkan ide-ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kultur Berbagi Pengetahuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Peter Drucker sekali lagi menegaskan bahwa pengetahuan adalah kekuatan, dimana di masa lalu orang yang memiliki pengetahuan berupaya untuk merahasiakannya. Pasca kapitalisme, kekuatan datang dari pentransmisian informasi agar informasi menjadi produktif, bukan malah menyembunyikannya.  Bob Buckman, CEO Buckman Laboratories International, turut mengamininya seraya beropini bahwa individu paling kuat adalah mereka yang bertugas mentransfer pengetahuan kepada orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentransformasikan pengetahuan terutama pengetahuan tasit, membutuhkan interaksi antara individu. Dalam interaksi antar individu, diperlukan intensitas dan komitmen dalam aktivitas berbagi pengetahuan. Nonaka dan Takeuchi serta Davenport dan Prusak dalam Chua (2001) berpendapat bahwa berbagi pengetahuan memerlukan (keterlibatan) para anggota organisasi dengan menggunakan interaksi sosial antara satu dengan yang lain. Begitu pula Seufert, Back dan von Krogh (2003:102) memiliki pendapat senada bahwa berbagi pengetahuan dan mentransfer data mengarah pada pengungkitan pengetahuan yang telah eksis dalam kelompok, tim, divisi dan unit bisnis, yang bertujuan untuk menghasilkan nilai bagi perusahaan. Namun karena membutuhkan interaksi langsung antar individu dalam organisasi itulah maka Brown dan Duguid serta Leonard dan Sensiper dalam Seufert, Back dan von Krogh (2003:102) menyatakan bahwa dalam KM, berbagi pengetahuan implisit merupakan hal yang sulit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nonaka dalam Nonaka dan Takeuchi (2004:41) menjelaskan bahwa dalam sebuah organisasi yang telah memiliki kultur pengetahuan yang baik, tidak ada unit yang secara eksklusif memiliki tanggung jawab atas penciptaan pengetahuan. Semua orang didalamnya memainkan peran penting apakah seorang manajer senior, manajer menengah atau karyawan. Dalam organisasi yang berkultur pengetahuan, nilai atau &lt;i&gt;value&lt;/i&gt; dari seseorang bukan ditentukan oleh posisinya dalam hirarki secara struktural organisasi, namun pada seberapa banyak ia memberikan kontribusi pengetahuan yang bernilai kepada organisasi. Nonaka dalam Nonaka dan Takeuchi (2004:45) juga menekankan bahwa tim-tim (dalam organisasi) memainkan peran utama dalam perusahaan yang menciptakan pengetahuan karena mereka menyediakan suatu suasana kebersamaan dimana individu dapat berinteraksi satu dengan lainnya dan memanfaatkannya dalam dialog yang berlangsung secara konstan sebagai tumpuan munculnya pemikiran yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Elemen Kunci KM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebuah institusi, sukses mengimplementasikan KM tidak terlepas dari beberapa hal yang menjadi faktor kunci sukses. Ada beberapa  pendapat mengenai hal ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumar (2002) menyatakan bahwa faktor kunci implementasi KM ialah: &lt;br /&gt;1. adanya komitmen yang tinggi untuk berubah &lt;br /&gt;2. personil dalam organisasi&lt;br /&gt;3. komunikasi dua arah dalam struktur manajemen hirarkis&lt;br /&gt;4. adanya pemahaman diantara para staf&lt;br /&gt;5. menjaga proses alur kerja dalam organisasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruggles dalam Buttler (1999), seorang praktisi dan pemikir KM dari Ernst and Young merinci faktor kunci KM yaitu:&lt;br /&gt;1. Menghasilkan pengetahuan baru &lt;br /&gt;2. Mengakses pengetahuan yang bernilai dari sumber-sumber di luar organisasi&lt;br /&gt;3. Menggunakan pengetahuan yang dapat diakses dalam pengambilan keputusan&lt;br /&gt;4. Menanamkan pengetahuan ke dalam proses, produk dan/atau layanan&lt;br /&gt;5. Merepresentasikan pengetahuan dalam dokumen, pangkalan data dan perangkat lunak&lt;br /&gt;6. Memfasilitasi pertumbuhan pengetahuan melalui kultur dan insentif&lt;br /&gt;7. Mentransfer pengetahuan yang sudah ada ke bagian lain organisasi&lt;br /&gt;8. Mengukur nilai aset pengetahuan dan/atau pengaruh KM itu sendiri (dalam organisasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, tiga dimensi agar pelaksanaan KM berjalan dengan baik menurut Holsapple dan Joshi dalam Barnes (2002:229-230) yaitu: adanya sumber daya pengetahuan, adanya aktivitas KM yang berjalan di atas sumber daya tersebut, serta pengaruh KM yang memudahkan dan mendorong terwujudnya aktivitas ini. Serta Hariharan (2002) yang berpendapat bahwa empat faktor sukses penerapan KM dapat dilihat dari orang-orangnyam prosesnya, teknologi (yang digunakan) serta komitmen strategis yang berkelanjutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini dapat ditarik suatu sintesis bahwa ada tiga elemen kunci berkaitan dengan keberhasilan implementasi KM dalam suatu organisasi, yaitu: &lt;br /&gt;1. adanya sumber daya pengetahuan yang memadai&lt;br /&gt;2. adanya partisipasi aktif sumber daya manusia didalamnya untuk berbagi pengetahuan&lt;br /&gt;3. adanya sistem yang mendukung aktivitas berbagi pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====================================&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Daftar Bacaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barnes, Stuart (ed.). 2002. Knowledge Management Systems: Theory and Practice. London: Thomson Learning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boone, Mary E. 2001. Managing Interactively: Executing Business Strategy, Improving Communication and Creating a Knowledge-Sharing Culture. New York: McGrawHill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukowitz, Wendi R.; Ruth L. Williams. 1999. The Knowledge Management Fieldbook. Harlow: Pearson Education &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frappaolo, Carl. 2003. Manajemen Pengetahuan. Jakarta: Prestasi Pustaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemp, D.A. 1976. The Nature of Knowledge: An Introduction for Libraries. London: Clive Bingley. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Artikel:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barclay, Rebecca O. What is Knowledge Management ?&lt;br /&gt;URL: http://www.media-access.com/whatis.html#whatis. diakses tanggal 4 Agu 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buttler, Yvonne. 1999. Knowledge Management – If Only You Knew What You Knew. &lt;br /&gt;Website: http://www.conferences.alia.org.au/shllc1999/papers/butler.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chua, Alton. 2001. Relationship Between The Types Of Knowledge Shared And&lt;br /&gt;Types Of Communication Channels Used. Journal of Knowledge Management Practice, October 2001. &lt;br /&gt;URL: http://www.tlainc.com/articl26.htm &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Corrall, Sheila. Knowledge Management: Are We in the Knowledge Management Business? &lt;br /&gt;url: http://www.ariadne.ac.uk/issue18/knowledge-mgt/ , diakses tanggal 7 Feb 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falk, Svenja. 2003. Knowledge Management: The Source of Innovation ?. Knowledge Management and Networked Environments: Leveraging Intellectual Capital in Virtual Business Communities. Editors: Alfred J. Beerli, Svenja Falk, Daniel Diemers. New York: Amacom, hlm 61-71.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godbout, Alain J.  1999. Filtering Knowledge: Changing Information into Knowledge Assets. Journal of Systemic Knowledge Management, January 1999.&lt;br /&gt;URL: http://www.tlainc.com/articl11.htm. diakses tanggal 7 Feb 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gupta, Atul. Jason McDaniel. 2002. Creating Competitive Advantage By Effectively managing Knowledge: A Framework for Knowledge Management. Journal of Knowledge Management Practice, October 2002.&lt;br /&gt;URL: http://www.tlainc.com/articl39.htm. diakses tanggal 8 Feb 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haggie, Knox. John Kingston. 2003. Choosing Your Knowledge Management Strategy. Journal of Knowledge Management Practice, June 2003.&lt;br /&gt;URL: http://www.tlainc/com/articl51.htm. diakses tanggal 9 Feb 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumar, S. Shravan. 2002. Librarians as Knowledge Managers. Workshop on Information Resource Management, 13th-15th March 2002 DRTC, Bangalore. &lt;br /&gt;URL: http://drtc.isibang.ac.in/retrieve/206/Paper-DA.PDF, diakses tanggal 9 Feb 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nonaka, Ikujiro. 2004. Knowledge Creation and Dialectics. Hitosubashi on Knowledge Management. Hirotaka Takeuchi dan Ikujiro Nonaka. Singapore: John Wiley &amp; Sons (Asia), hlm. 29-46.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pradiansyah, Arvan. 2001. Memulai Knowledge Management. Rubrik Konsep Manajemen Majalah SWA 19/XVII/20 September – 3 Oktober 2001, hlm. 47.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Schwarzwalder, Robert. 1999. Librarians as Knowledge Management Agents. Econtent, August-September 1999.&lt;br /&gt;Website: http://www.findarticles.com/cf.dis/mOBLB/4_22/55280192/p1/article.jhtml, diakses tanggal 7 Feb 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seufert, Andreas. 2003. Andrea Back. Georg von Krogh. Unleashing the Power of Networks for Knowledge Management. Knowledge Management and Networked Environments: Leveraging Intellectual Capital in Virtual Business Communities. Editors: Alfred J. Beerli, Svenja Falk, Daniel Diemers. New York: Amacom, 2003, hlm. 99-136.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swan, Jacky. Maxine Robertson, Sue Newell. 2002. Knowledge Management: The Human Factor. Knowledge Management Systems: Theory and Practice. Editor: Stuart Barnes. London: Thomson Learning, hlm. 179-194.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takeuchi, Hirotaka. Ikujiro Nonaka. 2004. Knowledge Creation and Dialectics. Hitosubashi on Knowledge Management.Oleh Hirotaka Takeuchi dan Ikujiro Nonaka. Singapore: John Wiley &amp; Sons (Asia), hlm.1-27.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-5460775393348402373?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/5460775393348402373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/konsep-knowledge-management.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/5460775393348402373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/5460775393348402373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/konsep-knowledge-management.html' title='Konsep Knowledge Management'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sr3oAzkbakI/AAAAAAAAAFY/wWpIIRW2fDM/s72-c/knowledge.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-445587621343543801</id><published>2009-09-23T17:09:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T17:12:41.076-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ucapan'/><title type='text'>SELAMAT IDUL FITRI 1430 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Srq5Ffw-ZGI/AAAAAAAAAEw/Ka1d6htk308/s1600-h/IdulFitri-1430H-brm.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Srq5Ffw-ZGI/AAAAAAAAAEw/Ka1d6htk308/s400/IdulFitri-1430H-brm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384819808552248418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-445587621343543801?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/445587621343543801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/selamat-idul-fitri-1430-h.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/445587621343543801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/445587621343543801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/selamat-idul-fitri-1430-h.html' title='SELAMAT IDUL FITRI 1430 H'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Srq5Ffw-ZGI/AAAAAAAAAEw/Ka1d6htk308/s72-c/IdulFitri-1430H-brm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-6039047973779410210</id><published>2009-09-16T21:10:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T19:44:37.685-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>The Fourth Kind</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SrG3CU1OG-I/AAAAAAAAAEg/6Fe9yo1uOTY/s1600-h/fourthkind.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 182px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SrG3CU1OG-I/AAAAAAAAAEg/6Fe9yo1uOTY/s320/fourthkind.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382284280264006626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1972 J. Allen Hynek, astronom dan peneliti UFO, menetapkan suatu terminologi dan skala tingkatan kasus-kasus perjumpaan manusia dengan alien. Ia memperkenalkan tiga tingkatan pertama yaitu Ketika seseorang melihat UFO, maka disebut perjumpaan jarak dekat tipe pertama atau CE-I. Ketika terdapat bukti atau jejak disebut dengan perjumpaan jarak dekat tipe kedua atau CE-II. Ketika seorang saksi mata melihat secara jelas sosok makhluk ET, disebut perjumpaan jarak dekat tipe ketiga atau CE-III. Sementara tipe berikutnya menurut Jacques Vallee, seorang peneliti UFO, ialah abduction atau penculikan, tipe keempat atau CE-IV dimana kasus-kasus semacam ini sulit untuk didokumentasikan, bahkan hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;The Fourth Kind merupakan film thriller provokatif yang pengerjaannya dilakukan di kota kecil Nome, Alaska dengan setting masa kini. Di kota itulah, dimana sejak tahun 1960 ada kejadian misterius dimana sejumlah penduduk dilaporkan hilang setiap tahunnya. Walaupun serangkaian investigasi dilakukan oleh FBI, misteri ini tidak pernah berhasil disingkap. Psikolog Dr. Abigail Tyler (Milla Jovovich) merekam pertemuannya dengan sejumlah pasien yang mengalami trauma dan tanpa sengaja menemukan sejumlah bukti-bukti paling mengganggu dari alien abduction yang pernah terdokumentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan arsip footage asli yang belum pernah dirilis sebelumnya, baik dramatisasi dan pembuatan ulang, The Fourth Kind mengekspos pengungkapan menyeramkan dari serangkaian saksi mata. Keterangan mereka bahwa mereka pernah dikunjungi oleh sosok alien menunjukkan detail yang mirip. Film ini merupakan proyek pertama Olatunde Osunsanmi, sutradara muda AS berusia 32 tahun yang juga menulis skenario untuk pertama kalinya di film ini. Aktor yang membintangi film ini antara lain: Milla Jovovich (Trilogi Resident Evil), Will Patton (Armageddon, The Mothman Propechies), Elias Koteas (Contact, The Curious Case of Benjamin Button) dan Hakeem Kae Kazim (The Jinn, The Triangle). Menurut rencana, The Fourth Kind akan dirilis serentak di AS pada 6 November 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Offical site: http://www.thefourthkind.net/&lt;br /&gt;IMDB.com: http://www.imdb.com/title/tt1220198/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trailer&lt;br /&gt;&lt;object width="450" height="280"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/vVRHOhLP-aA&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/vVRHOhLP-aA&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="450" height="280"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-6039047973779410210?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/6039047973779410210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/fourth-kind.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/6039047973779410210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/6039047973779410210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/fourth-kind.html' title='The Fourth Kind'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SrG3CU1OG-I/AAAAAAAAAEg/6Fe9yo1uOTY/s72-c/fourthkind.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-3451029267488831841</id><published>2009-09-15T19:31:00.000-07:00</published><updated>2009-09-15T20:02:34.002-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ufologi'/><title type='text'>Sistem Propulsi UFO</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SrBVPClMk6I/AAAAAAAAAEY/JkIJ9i9DdIc/s1600-h/UFO.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 196px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SrBVPClMk6I/AAAAAAAAAEY/JkIJ9i9DdIc/s320/UFO.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381895271587025826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oleh Staton T. Friedman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita menarik kesimpulan dari banyaknya bukti bahwa sejumlah piring terbang datang ke Bumi dari tata surya terdekat (ada kira-kira seribu bintang dalam jarak 55 tahun cahaya, 46 diantaranya mirip dengan Matahari). Dari kesimpulan itu, muncul dua pertanyaan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bagaimana bisa sebuah pesawat dari luar angkasa mampu menempuh perjalanan dari tata surya yang berdekatan dengan Bumi dengan waktu yang terjangkau / dalam jangkauan waktu tertentu. &lt;br /&gt;2. Lalu, bagaimana bisa piring terbang menunjukkan reaksi bahwa mereka sedang diamati?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mereka dapat terbang dengan kecepatan tinggi di atmosfer seperti yang pernah dilaporkan (ribuan mil per jam), dan punya kemampuan untuk berhenti dan bergerak secara tiba-tiba, atau bergerak naik dan turun, yang tidak dapat dilakukan oleh pesawat-pesawat konvensional? Padahal tidak terdapat mesin eksternal, sayap atau ekor. UFO juga biasanya cukup tenang tanpa adanya suara dibandingkan dengan pesawat konvensional, dan punya sejumlah efek fisik dan fisiologi bagi makhluk hidup di sekitarnya. Ini sungguh merupakan tantangan teknologi yang harus kita hadapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan ini mesti dibagi dalam dua bagian karena tidak ada alasan yang tepat untuk mengasumsikan bahwa sistem propulsi yang sama digunakan untuk perjalanan yang jauh maupun dekat. Nampaknya cukup masuk akal untuk mengasumsikan bahwa "pesawat induk" raksasa berbentuk cerutu yang menjadi tempat masuk dan keluar wahana-wahana terbang berukuran lebih kecil berbentuk cakram, adalah kendaraan antar planet, sementara wahana lainnya merupakan semacam Earth Excursion Module atau Modul Ekskursi Bumi yang digunakan untuk perjalanan jarak dekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat induk jarang diamati karena tidak mendekati permukaan Bumi. Dalam kumpulan besar kasus-kasus yang dikumpulkan oleh Ted Phillips (seorang penyelidik UFO dari Amerika Serikat, penterjemah), lebih dari 90 % kendaraan yang terbang rendah berbentuk cakram. Sebuah analogi yang berguna di sini mungkin Aircraft Carrier Enterprise, yang memiliki tenaga nuklir dan berjalan dengan lambatnya selama berbulan-bulan dan atau bertahun-tahun di permukaan samudera. Pesawat-pesawat yang lebih kecil yang diangkutnya tidak dapat berjalan di laut namun mampu terbang dengan kecepatan tinggi dan mampu mencapai ketinggian tertentu dalam waktu singkat dan dapat bermanuver pula; namun pesawat-pesawat itu tidak memiliki tenaga nuklir dan tidak ada pesawat yang dapat menggantikan pesawat tersebut lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem perjalanan ke bintang-bintang harus dilihat pula dari sisi yang lain yang nantinya akan berguna dalam memahami penerbangan ke Bulan dan ke planet lainnya baru-baru ini. Jarak antar tata surya dapat diukur dalam detik cahaya, menit cahaya atau mayoritas beberapa jam cahaya. Bintang-bintang, paling tidak memiliki jarak beberapa tahun cahaya; roket berbahan bakar kimia kita mampu membawa para astronot ke Bulan dengan waktu kira-kira 60-69 jam, dan pesawat Viking yang menuju Mars membutuhkan waktu kira-kira sepuluh bulan untuk mencapainya. Namun pesawat-pesawat tersebut didorong dengan tenaga yang hanya bertahan selama 17 menit atau paling lama satu jam dalam melawan gravitasi. Roket-roket akan meluncur atau melambat hingga mendekati sasaran di hampir seluruh perjalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat ruang angkasa Apollo, pada ketinggian 200.000 mil, hanya berjalan dengan kecepatan 2000 mil per jam meskipun ia meninggalkan Bumi dengan kecepatan 25.000 mil per jam. Jika pesawat tersebut mampu mempercepatnya dengan 1 G (kecepatan bertambah 21 mil per jam dalam setiap detiknya) hanya dalam satu jam, kecepatan final dapat mencapai 79.000 mil per jam; dan dalam satu hari dapat mencapai 1,9 juta mil per jam! Percepatan puncak dalam peluncuran Apollo mendekati 8 G (kecepatan tiap detik bertambah 168 mil per jam) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami bahwa tidak ada yang lebih baik, perlu diperhatikan bahwa percepatan 1 G di permukaan Bumi sama dengan 32,17 kaki per detik, yang artinya bahwa setiap detiknya kecepatan pesawat bertambah 32,17 kaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dikonversikan dalam mil per jam (mph), percepatan 1 G artinya bahwa kecepatan pesawat bertambah pada kisaran 21,9 mph per detiknya! Pada akhir detik kedua bertambah 21,9 mph plus 21,9 mph atau total 43,8 mph dan pada akhir detik ketiga menjadi 64,7 mph, dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu hari dengan percepatan 1 G kecepatan yang dicapai hampir 2 juta mph dan pesawat akan menjauh dari medan gravitasi Bumi. Untuk setiap operasi yang dilakukan di sekitar Bumi, gravitasi secara efektif menarik pesawat sebesar 1260 mph; sementara di ruang angkasa secara praktis tidak ada pergeseran gravitasi atau atmosfer. Penting untuk mengenali bahwa pesawat tersebut kira-kira menempuh waktu satu tahun dengan percepatan 1 G untuk mendekati kecepatan cahaya - kira-kira 670.000.000 mph - dan kita dapat berspekulasi bahwa suatu perjalanan ruang angkasa mungkin harus mengisi kembali bahan bakarnya atau beristirahat sejenak diantara bintang-bintang, jadi para pengunjung kita tidak perlu datang secara langsung dari planet mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, roket berbahan bakar kimia yang kita gunakan yang tersedia di alam jumlahnya sangatlah terbatas untuk mendukung kecepatan yang tinggi dimana waktu penggunaannya juga terbatas karena sifat ketidakefisienannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu para perancang modul perjalanan ruang angkasa dan Bumi menghadapi dua pertanyaan yaitu:&lt;br /&gt;1. Seberapa besar dan berapa lama percepatan yang dapat ditahan oleh manusia? &lt;br /&gt;2. Metode apa yang dapat menempuh jarak lebih banyak mil per jamnya daripada roket berbahan bakar kimia, serta metode apa yang dapat berjalan dengan waktu yang lebih lama atau yang mampu memiliki percepatan lebih besar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah percepatan dimana seseorang mampu bertahan bergantung pada banyak faktor; tiga yang paling penting ialah durasi percepatan (makin besar kekuatannya, makin pendek waktu yang ditempuh), arah kekuatan berkaitan dengan tubuh awak pesawat (percepatan dari belakang ke depan lebih mudah ditangani daripada percepatan dari bagian kepala ke kaki, dan dengan alasan ini astronot Apollo menempatkan posisi punggung mereka tegak lurus dengan arah daya dorong, seperti pada sebuah elevator), dan lingkungan sekitar tubuh awak pesawat (seseorang yang berada di dalam suatu cairan dapat menahan percepatan lebih tinggi daripada yang tidak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita pertimbangkan sejumlah variabel. Seorang pilot yang terlatih dan bermotivasi tinggi dapat melakukan penerbangan ketika dipercepat pada 14 G (kira-kira 300 mph setiap detiknya) selama dua menit. Dimulai pada saat berhenti ia akan bergerak pada 300 mph dalam satu detik, lalu 3000 mph dalam 10 detik dan 36.000 mph dalam dua menit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara nyata sistem propulsi konvensional seperti pesawat terbang, kereta, bus dan mobil tidak dapat mencapai 14 G. Seseorang yang terlatih dengan sangat baik dapat bertahan pada 30 G selama satu detik tanpa kerusakan. Data ini mengingatkan bahwa percepatan yang begitu tinggi dapat ditahan dalam waktu yang lebih pendek. Laporan penerbangan EEM (Earth Excursion Module = Modul Ekskusi Bumi) sering mengindikasikan bahwa percepatan yang tinggi - seperti ketika membuat belokan sudut yang tepat atau mengubah ketinggian - mengambil waktu yang sangat singkat. Dalam fisika dan teknologi modern, metode utama untuk menyediakan tenaga yang sangat tinggi untuk waktu yang singkat ialah dengan penggunaan kekuatan elektromagnetik seperti laser, pembentukan medan magnet pada bentuk-bentuk yang kompleks, dan percepatan partikel nuklir terhadap kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan tahun 1960an sebuah kapal selam elektromagnetik yang dirancang oleh Dr. Stuart Way, [sic] yang kemudian meninggalkan Westing House Research Laboratory, telah berhasil diuji. Fakta yang ada ialah bahwa medan listrik dan magnetik pada sudut yang benar terhadap sudut-sudut lainnya menghasilkan sebuah kekuatan (dalam satuan Lorentz) pada sudut yang benar di masing-masing sudut. Kekuatan tersebut mendorong balik cairan (air laut) yang bersifat elektromagnetik di sekeliling badan kapal, yang mendorong ke belakang dan menggerakkan kapal selam. Bisa saja menganalogikan kapal yang bisa naik ke udara dimana air laut digantikan dengan udara yang diionisasi secara elektris, dan medan elektromagnetik konvensional dihasilkan oleh magnet-magnet super-conducting (magnet yang memiliki kekuatan super), yang membutuhkan ruangan yang kecil, dengan tenaga yang sangat kecil dan bobot yang ringan pula. Namun perangkat itu mampu menghasilkan medan magnet yang luar biasa besar. Penelitian yang pernah dilakukan, dimana banyak yang dirahasiakan, telah dilakukan untuk memperlihatkan bahwa suatu sistem aerodinamis elektromagnetik mampu memecahkan masalah penerbangan berkecepatan tinggi dengan mengendalikan pengangkatan, pemanasan dan efek sonic boom - seluruhnya secara elektromagnetik, daripada secara mekanik atau kimia. Sistem yang dihasilkan berjalan simetris, dapat melakukan manuver dan relatif tenang. Sering memiliki pendaran cahaya disekelilingnya, dan mampu berjalan dan berhenti secara tiba-tiba. Sistem itu juga mampu mengangkut perangkat sumber tenaganya sendiri, atau dapat diisi kembali di pesawat induk dengan cara yang sama seperti mobil golf yang dapat mengangkut baterai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan bahwa banyak riset sistem propulsi MAD (Mutual Assured Destruction yang biasa digunakan untuk proyek=proyek berkaitan dengan nuklir, penterjemah) dirahasiakan ialah bahwa bagian ujung rudal balistik menghasilkan suatu area udara terionisasi disekelilingnya ketika mereka memasuki kembali. Modifikasi bagian ujung rudal dapat digunakan untuk membuat ragam profil radar. Mengangkat, menggeser dan pengarahan sinar serta parameter penting lainnya tanpa perlu membawa bahan bakar atau roket pendorong, yang biasanya diperlukan. Perlu ditekankan bahwa sistem tertentu bekerja dengan cara berinteraksi dengan bagian disekelilingnya dan mengangkut sesuatu yang dikeluarkan melalui bagian belakang. Keuntungan yang nyata didapat dari produksi medan magnet yang sangat tinggi dimana suatu medan yang sepuluh kali lebih besar menghasilkan kekuatan seratus kali lebih besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan antar bintang yang sudah menjadi pilihan utama - meskipun sudah tidak diragukan lagi bukanlah pilihan terakhir untuk menggantikan roket berbahan bakar kimia yang primitif - adalah dengan memakai roket bertenaga nuklir. Orang-orang tidak sadar bahwa ada program lain dalam perkembangan angkutan udara / sistem pengerak angkasa karena selama ini mereka hanya mengenal nuklir buatan Angkatan Laut AS untuk kapal selam dan kapal pengangkut. Mesin jet dapat beroperasi dengan menggunakan kekuatan nuklir melalui "Program Penggerak Nuklir pada Pesawat". Dengan sukses, ramjet bertenaga nuklir dapat melakukan tes pendaratan selama program NERVA berlangsung (NERVA = Nuclear Engine for Rocket Vehicle Application atau Mesin Bertenaga Nuklir untuk Kendaraan Roket, penyerjemah). Hampir semua pekerjaan yang menghabiskan biaya jutaan dolar ini dikelompokkan dan dijalankan oleh kontraktor-kontraktor industri yang berhubungan dengan laboratorium nasional dibawah NASA, Angkatan Udara atau Badan Energi Atom AS. Sistem-sistem tersebut menyatukan pemecahan nuklir dari pangkal uranium 235 untuk memproduksi panas dalam jumlah yang besar dengan cara mengkonversikannya dengan jumlah massa yang kecil menjadi energi yang besar. Jutaan kali energi bisa dibuat dengan cara ini daripada membakar energi roket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perancangan dan pengembangan sistem propulsi penerbangan berbahan bakar nuklir membutuhkan solusi atas permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan fisik nuklir yang kompleks, yaitu perangkat keras (hardware) yang canggih untuk menjalankannya pada temperatur sangat tinggi, serta radiasi yang bersifat mematikan yang dihasilkan selama proses fisi (pemecahan nukleus) berlangsung. Masalah yang serupa, meskipun tidak sesulit di atas, dapat dipecahkan pada persenjataan nuklir, pada kapal selam yang bersuhu relatif lebih rendah dan pembangkit listrik tenaga nuklir. Kesulitan utama dalam pemanfaatan reaksi fisi untuk sistem propulsi ruang angkasa atau atmosferik, berkaitan dengan bobot dan adanya batasan kinerja yang tinggi terhadap sistem semacam itu. Kapal yang besar berbobot lebih dari 100.000 ton. Pesawat terbang berbobot kurang dari 4000 ton, dan bahkan roket Saturn 5 hanya berbobot 3000 ton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian masalah dalam sistem propulsi pada reaktor roket nuklir NRX-A-6 telah berhasil diuji coba pada Desember 1967 oleh laboratoriumWestinghouse Astro-nuclear pada tingkatan daya hingga 1,1 milyar watt, yang dihasilkan dari suatu tempat yang panjangnya kurang dari sepuluh kaki (3,048 meter) dan diameter kurang dari lima kaki (1,524 meter). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Juni 1968, laboratorium ilmiah Los Alamos (Los Alamos Scientific Laboratory) berhasil melakukan uji coba Phoebus-2B pada tingkatan daya hingga 4,4 milyar watt; dari wadah berdiameter kurang dari enam kaki (1,828 meter). Sebagai perbandingan, bendungan Grand Coulee yang lama menghasilkan 2,2 milyar watt. Semua sistem NERVA (serta proyek awal KIWI dan ROVER) menggunakan bahan bakar padat, dimana dipompakan didalamnya hidrogen cair yang lalu berubah menjadi gas dan dikeluarkan lewat suatu saluran. Karena hidrogen memiliki bobot terendah daripada molekul lainnya, untuk energi yang sama yang dihasilkan akan mencapai kecepatan pembakaran tertinggi. Bobot oksigen dan tangki yang berkaitan dengan proses ini juga dapat dihilangkan / tidak diperlukan. Sistem yang lebih canggih lagi telah didesain dimana digunakan U-235 (uranium 235) dalam suku yang sangat tinggi dalam bentuk plasma gas dan mampu menyediakan suhu yang jauh lebih tinggi bagi hidrogen. Reaktor-reaktor dioperasikan dengan penggunaan bahan bakar berbentuk cair. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat lebih besar dalam mempertimbangkan manfaat jangka panjang mengarah pada propulsi fusi atau peleburan. Fusi ialah proses nuklir yang melibatkan kombinasi nuklei atau inti atom untuk membuat nuklir yang lebih berat dan, sebagaimana dalam reaksi fisi, mengubah sejumlah kecil massa menjadi energi yang besar. Itu merupakan proses dimana energi yang dihasilkan terjadi di banyak bintang, dan pada apa yang disebut sebagai bom hidrogen. Setiap peradaban bahkan di bintang-bintang yang jauh akan menyadari proses fusi ketika sampai pada kematangan ilmiah pada tingkat minimum. Ada banyak reaksi yang berbeda dan proses-proses dapat dijalankan dengan menggunakan perangkat fisi maupun fusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal paling menarik pada sistem propulsi ruang angkasa mungkin menjadikan reaksi partikel-partikel tersebut dimana, ketika dileburkan, hanya menghasilkan muatan lebih banyak daripada partikel netral. Partikel berenergi sangat tinggi ini lalu diarahkan balik ke roket, menggunakan medan listrik dan magnetik yang sesuai. Partikel netral terlepas di semua arah dan tidak dapat dikendalikan, hanya melambat dan panasnya terserap, …sungguh proses yang sangat efisien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan reaksi yang benar dan dengan cara yang benar, suatu sistem propulsi fusi di ruang angkasa dapat dirancang untuk mengalirkan ion-ion ringan yang memiliki energi per partikel yang sepuluh kali lebih besar  daripada jika menggunakan roket berbahan bakar kimia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan kedua yang menaik ialah bahwa propellant atau bahan bakar untuk roket fusi adalah isotop hidrogen dan helium, yang tidak hanya elemen paling ringan namun juga paling berlimpah di jagat raya ini. Namun, seseorang bisa saja menemukan material mentah untuk bahan bakar cadangan yang berguna untuk proses fusi di suatu sistem bintang yang dilalui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sejumlah studi yang pernah diterbitkan menunjukkan bahwa proses fisi dan fusi bertingkat pada sistem propulsi ruang angkasa memiliki kemampuan untuk menempuh bintang-bintang terdekat dalam waktu lebih singkat daripada rentang usia hidup rata-rata. Roket berbahan bakar kimia akan digunakan untuk meluncurkan pesawat antar bintang menuju orbit atau ke Bulan untuk diluncurkan kembali dari sana karena adanya pengurangan energi yang sangat besar di Bulan. Rancangan pesawat yang pintar akan dilengkapi dengan perangkat seperti yang digunakan pada pendaratan di Bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan yang besar akan dicapai dengan membebaskan muatan seperti halnya pada Apollo yang diuntungkan dengan rotasi Bumi saat terbang ke arah timur menuju ekuator dan pengaruh medan gravitasi Bulan, serta pada pelepasan roket yang sudah diprogram ketika melalui atmosfer Bumi, sehingga roket tersebut berjalan melambat. Ini lebih baik daripada mengangkut dan melepas retro-rocket saat perjalanan pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bobot dan biaya akhir bergantung hampir seluruhnya pada asumsi-asumsi rancangan daripada (sebagaimana penghitungan secara akademis sering diasumsikan) menjadi independen atas fitur-fitur rancangan tersebut. Sebuah studi awal mengenai bobot peluncuran yang dibutuhkan oleh roket berbahan bakar kimia mampu mengirim manusia ke Bulan dan kembali ke Bumi dimana bobot peluncuran itu besarnya bisa jadi, jutaan-jutaan ton. Peluncuran itu akan selesai kurang dari tiga puluh tahun kemudian dengan menggunakan roket berbahan bakar kimia yang berbobot tiga ratus kali lebih kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang-bintang dan planet-planet di sepanjang perjalanan akan digunakan untuk bahan bakar dan energi matahari dan dengan bantuan gravitasi, seperti yang terjadi pada wahana Pioneer, dimana tanpa sistem propulsi setelah meninggalkan Bumi, ia menggunakan medan gravitasi Jupiter untuk membantunya melewati Saturnus dan bahkan melampaui  tata surya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Profil penulis:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Stanton T. Friedman adalah seorang ahli fisika nuklir yang juga mempelajari ufologi. Ia seorang dosen dan penulis. Ia dikenal sebagai investigator pertama dari kalangan sipil yang menyelidiki kasus insiden Roswell, New Mexico, Amerika Serikat pada tahun 1947. Sejak tahun 1967, ia telah memberikan ceramah mengenai UFO kepada lebih dari 600 perguruan tinggi dan universitas, serta lebih dari 100 kelompok profesional di AS, Kanada dan 16 negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===================================&lt;br /&gt;Judul asli: UFO Propulsion Systems (naskah asli terdiri dari tiga bagian)&lt;br /&gt;Sumber: frankwarren.blogspot.com &lt;br /&gt;url bagian 1: http://frankwarren.blogspot.com/2005/07/ufo-propulsion-systems-by-stanton-t_27.html &lt;br /&gt;url bagian 2: http://frankwarren.blogspot.com/2005/07/ufo-propulsion-systems-by-stanton-t_13.html &lt;br /&gt;url bagian 3: http://frankwarren.blogspot.com/2005/07/ufo-propulsion-systems-by-stanton-t_27.html &lt;br /&gt;Alih bahasa: Gatot Tri R.&lt;br /&gt;Terima kasih atas bantuan Dwi Handoko dan Etik Susanty.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-3451029267488831841?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/3451029267488831841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/sistem-propulsi-ufo.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/3451029267488831841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/3451029267488831841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/sistem-propulsi-ufo.html' title='Sistem Propulsi UFO'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SrBVPClMk6I/AAAAAAAAAEY/JkIJ9i9DdIc/s72-c/UFO.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-2861295974087803573</id><published>2009-09-15T19:13:00.000-07:00</published><updated>2009-09-15T19:20:02.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><title type='text'>Pemahaman Fisika Tentang Perjalanan Antar Bintang</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SrBKg9wWmvI/AAAAAAAAAEQ/RlJOwEjbrgA/s1600-h/superhighway.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 235px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SrBKg9wWmvI/AAAAAAAAAEQ/RlJOwEjbrgA/s320/superhighway.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381883484901382898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Michio Kaku&lt;br /&gt;Ahli fisika teoritis, profesor, penulis buku laris, penggiat iptek populer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari, gapailah bintang-bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendiskusikan tentang kemungkinan perjalanan antar bintang, ada sesuatu yang disebut sebagai "faktor yang menggelitik". Sebagian ilmuwan cenderung untuk mencemooh ide perjalanan antar bintang karena jarak yang sangat besar yang memisahkan bintang-bintang. Menurut Relativitas Khusus (1905), tidak terdapat informasi tentang sesuatu yang dapat berjalan lebih cepat daripada cahaya, dan oleh karenanya akan memakan waktu berabad-abad hingga ribuan tahun bagi suatu peradaban dari luar Bumi untuk menempuh perjalanan antar bintang. Bahkan bintang-bintang yang kita kenal di langit malam itu jaraknya kira-kira 50 hingga 100 tahun cahaya, dan galaksi kita membentang 100.000 tahun cahaya. Galaksi terdekat jaraknya 2 juta tahun cahaya dari planet kita. Para kritikus mengatakan bahwa pada prakteknya jagad raya terlalu besar bagi perjalanan antar bintang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama, investigasi terhadap UFO yang mungkin berasal dari planet lain terkadang merupakan "jalur ketiga" bagi karir ilmiah seseorang. Tidak ada pendanaan bagi seseorang yang secara serius mencari obyek-obyek tidak dikenal di angkasa, dan reputasi seseorang mungkin akan mengalami penderitaan jika seseorang memiliki minat terhadap masalah yang tidak lazim ini. Sebagai tambahan, mungkin 99% dari seluruh penampakan UFO dapat ditolak dan dianggap sebagai fenomena biasa, misalnya planet Venus, gas rawa (yang dapat berpendar di kegelapan dengan kondisi tertentu), meteor, satelit, balon cuaca, bahkan gema radar yang merambat lewat pegunungan. (Apa yang mengganggu bagi seorang ahli fisika, bagaimanapun, adalah sisa 1% dari penampakan-penampakan ini, dimana beragam penampakan dipecahkan dengan beragam metode observasi. Beberapa penampakan yang paling membuat penasaran dilaporkan oleh seorang pilot yang telah berpengalaman serta dari para penumpang pesawat yang juga terlacak oleh radar dan direkam dalam video. Penampakan seperti ini sulit untuk ditolak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi seorang astronom, eksistensi kehidupan cerdas di alam semesta ini merupakan ide yang memaksa dari eksistensi itu sendiri, dimana makhluk ET mungkin eksis di bintang-bintang lainnya yang memiliki peradaban berabad atau beribu tahun lebih maju dari kita. Dalam galaksi Bima Sakti sendiri saja, ada lebih dari 100 milyar bintang, yang mungkin membuatnya tidak sesuai bagi kehidupan cerdas, namun setengahnya mungkin memiliki sistem tata surya yang mirip dengan kita. Meskipun sejauh ini telah ditemukan lebih dari 100 planet di luar tata surya kita dimana tidak ada yang mirip dengan Bumi kita, tidak dapat dielakkan bahwa banyak ilmuwan meyakini, bahwa suatu hari kita akan menemukan planet kecil yang serupa dengan Bumi yang memiliki air (air adalah "cairan universal" yang memungkinkan adanya DNA pertama di samudera sekira 3,5 milyar tahun lampau). Penemuan planet yang serupa dengan Bumi mungkin akan membutuhkan waktu 20 tahunan, ketika NASA berniat meluncurkan satelit interferometri angkasa ke dalam orbit yang mungkin cukup sensitif untuk mendeteksi planet-planet yang mengorbit bintang-bintang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, kita tidak melihat bukti kuat adanya sinyal yang berasal dari peradaban ekstraterestrial dari planet manapun yang serupa dengan Bumi. Proyek SETI (Search for Extra-Terrestrial Intelligence = pencarian kehidupan cerdas di luar Bumi) belum menghasilkan bukti apapun yang bernilai tentang adanya kehidupan cerdas di alam semesta dari planet-planet yang serupa dengan Bumi, namun persoalan ini masih perlu untuk dilakukan analisis ilmiah yang lebih serius lagi. Kuncinya adalah menganalisis ulang semua faktor yang tidak mendukung atas perjalanan yang dapat melebihi kecepatan cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan kritis terhadap isu ini harus perlu mencakup dua observasi baru. Pertama, Relativitas Khusus digantikan oleh Relativitas Umum dari Einstein sendiri yang lebih kuat (tahun 1915), dimana perjalanan melampaui kecepatan cahaya adalah hal yang tidak mustahil di bawah kondisi tertentu. Kesulitan yang utama ialah menghimpun energi yang cukup dari tipe tertentu untuk menembus rintangan cahaya. Kedua, seseorang oleh karenanya harus menganalisis peradaban ekstraterestrial yang berbasiskan pada keluaran energi totalnya serta hukum termodinamika. Pada bagian ini, seseorang mesti menganalisis peradaban yang mungkin lebih maju ribuan hingga jutaan tahun dari peradaban kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya realistis pertama untuk menganalisis peradaban ekstraterestrial dari sudut pandang hukum fisika dan hukum termodinamika dilakukan oleh Nicolai Kardashev, ahli astrofisika Rusia. Ia mendasarkan tingkatan yang ia susun atas kemungkinan adanya peradaban pada basis keluaran energi total yang dapat diukur dan digunakan sebagai panduan untuk menyelidiki dinamika peradaban maju:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe I: Peradaban ini memanfaatkan keluaran energi dari planet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe II: Peradaban ini memanfaatkan keluaran energi dari suatu bintang, dan menghasilkan sekira 10 milyar kali keluaran energi dari yang dihasilkan oleh peradaban Tipe I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe II: Peradaban ini memanfaatkan keluaran energi dari suatu galaksi, dan menghasilkan sekira 10 milyar kali keluaran energi dari yang dihasilkan oleh peradaban Tipe II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu peradaban Tipe I akan mampu memanipulasi energi planet yang sesungguhnya. Mereka punya kemampuan, misalnya, mengendalikan atau mengubah cuaca mereka. Mereka memiliki kekuatan untuk memanipulasi fenomena keplanetan, seperti angin topan, dimana dapat mengeluarkan energi setara ratusan bom hidrogen. Mungkin juga gunung berapi atau bahkan gempa bumi dapat dimanfaatkan oleh peradaban semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu peradaban Tipe II mungkin menyerupai Federasi Planet seperti yang terlihat dalam acara TV Star Trek (yang mampu memanfaatkan bintang dan telah menduduki bagian kecil bintang terdekat di galaksi). Suatu peradaban Tipe II mungkin mampu memanipulasi kekuatan sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu peradaban Tipe III menyerupai bangsa Borg, atau mungkin Empire yang ada di kisah Star Wars. Mereka telah menduduki galaksi mereka sendiri, mengekstrak energi dari ratusan milyar bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perbandingan, kita adalah peradaban Tipe 0, yang mengekstrak energi dari tanaman yang telah mati (minyak dan batu bara). Berkembang dengan tingkat rata-rata sekira 3% per tahun, bagaimanapun, seseorang dapat mengkalkulasi bahwa peradaban kita mungkin dapat mencapai status Tipe I dalam waktu kira-kira 100 hingga 200 tahunan, mencapai Tipe II dalam beberapa ribu tahun, dan mencapai Tipe III dalam waktu kira-kira 100 ribu hingga jutaan tahun. Skala waktu ini tidak berarti ketika dibandingkan dengan alam semesta itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada skala ini, seseorang kini dapat membuat tingkatan sistem propulsi yang tersedia menjadi tipe peradaban yang berbeda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe 0&lt;br /&gt;Roket berbahan bakar kimia&lt;br /&gt;Mesin Ionik&lt;br /&gt;Tenaga Fisi&lt;br /&gt;Propulsi EM (senjata api)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe I&lt;br /&gt;Mesin fusi ram-jet&lt;br /&gt;Dorongan fotonik (energi dari cahaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe II&lt;br /&gt;Dorongan antimateri&lt;br /&gt;Pengamat nano Von Neumann&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe III&lt;br /&gt;Propulsi/dorongan energi Planck&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem propulsi mungkin disusun oleh dua hal: impuls spesifik serta kecepatan akhir perjalanan. Persamaan daya dorong impuls spesifik menjadi berlipat ketika daya tolak beraksi. Dewasa ini, hampir semua roket kita dibuat berdasarkan reaksi kimiawi. Kita lihat bahwa roket berdasarkan reaksi kimiawi memiliki gerakan atau impuls spesifik paling kecil, karena itu hanya bisa dioperasikan beberapa menit saja. Daya tolak roket tersebut mungkin terukur dalam jutaan pon, namun roket tersebut berjalan beberapa waktu saja oleh karena impuls spesifiknya yang cukup kecil.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASA kini sedang melakukan eksperimen dengan mesin ion, yang memiliki impuls spesifik jauh lebih besar, karena itu dapat dioperasikan selama berbulan-bulan, namun memiliki daya tolak yang sangat rendah. Misalnya, sebuah mesin ion yang melepaskan ion sesium mungkin memiliki daya tolak beberapa ons, namun di ruang angkasa mereka mungkin mencapai kecepatan yang besar melebihi periode waktu karena roket-roket itu dapat dijalankan secara terus-menerus. Roket tersebut punya keunggulan dalam masalah waktu pencapaian daripada kelemahan pada daya tolaknya. Pada akhirnya, misi perjalanan yang panjang antar planet mungkin dapat ditempuh dengan mesin ion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi peradaban Tipe I, seseorang dapat memimpikan tipe teknologi yang lebih baru yang dapat muncul. Mesin fusi ramjet yang memiliki suatu impuls spesifik yang lebih besar, dapat dijalankan bertahun-tahun dengan menggunakan hidrogen bebas yang ditemukan di angkasa. Bagaimanapun, perlu waktu puluhan tahun sebelum tenaga fusi dipergunakan secara komersial di Bumi, dan proses fusi proton ke proton dari mesin fusi ramjet mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk dikembangkan, bisa saja dalam seabad atau lebih lama. Mesin laser atau fotonik - karena mungkin diberi daya dorong oleh tembakan laser, yang mampu mengembangkan layar raksasa - mungkin memiliki impuls spesifik yang lebih besar. Seseorang dapat memimpikan baterai laser berukuran besar yang ditempatkan di Bulan yang menghasilkan tembakan laser yang kuat yang kemudian mendorong suatu layar laser di angkasa. Teknologi ini, yang bergantung pada pangkalan pengoperasian yang besar di Bulan, yang mungkin terwujud berabad-abad mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi peradaban Tipe II, dimungkinkan adanya suatu bentuk baru propulsi : pengendalian anti materi. Tumbukan materi dengan anti materi menyediakan seratus persen cara yang efisien yang mengekstrak energi dari materi. Bagaimanapun, anti materi merupakan suatu bentuk yang berbeda dari materi yang sangat mahal untuk diproduksi. Penumbuk atom di CERN (Organisation Européene pour la Recherche Nucléaire = Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir) di Jenewa baru mampu membuat sampel berukuran kecil gas anti hidrogen (anti elektron yang mengitari anti proton). Perlu waktu berabad hingga ribuan tahun untuk menurunkan biaya produksinya sehingga dapat dimanfaatkan untuk penerbangan antariksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika disodorkan jumlah planet-planet yang mungkin ada secara astronomis di galaksi, suatu peradaban Tipe II mungkin berupaya melakukan pendekatan lebih realistis daripada roket konvensional serta penggunaan teknologi nano guna membangun robot pengamat berukuran mini dan dapat mereplikasikan diri dan dapat memperbanyak diri melalui galaksi yang serupa dengan virus mikroskopik yang dapat menggandakan diri dan menguasai tubuh manusia dalam seminggu. Peradaban semacam itu mungkin mengirimkan robot von Neumann (robot yang dapat menerima dan memproses data) berukuran mini untuk mengamati Bulan dari jarak jauh dimana mereka akan menciptakan pabrik-pabrik besar untuk menghasilkan lagi jutaan robot baru. Robot pengamat von Neumann semacam itu hanya perlu sebesar kotak roti, menggunakan teknologi nano yang canggih untuk membuat sirkuit dan komputer berukuran atom. Lalu salinan dari robot ini mendarat di permukaan Bulan lainnya dan memulai kembali seluruh proses. Robot pengamat tertentu mungkin menunggu dari jarak jauh, menunggu peradaban primitif Tipe 0 hingga dapat mencapai peradaban Tipe I, yang nantinya akan menarik robot-robot itu. (Ada kemungkinan kecil namun jelas bahwa suatu alat pengamat semacam itu telah mendarat di Bulan kita jutaan tahun lalu oleh sebuah peradaban yang telah menguasai perjalanan antariksa. Hal ini, pada faktanya, yang menjadi dasar dari film 2001, mungkin penggambaran paling realistis adanya kontak dengan makhluk cerdas dari luar Bumi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahnya, sebagaimana dapat dilihat, ialah tidak satupun dari mesin-mesin ini dapat melewati kecepatan cahaya. Oleh karenanya, peradaban Tipe 0, I dan II kemungkinan dapat mengirimkan pengamat atau koloni hanya dalam beberapa tahun cahaya dari planet asal mereka. Bahkan dengan robot pengamat von Neumann, hal terbaik yang dapat dicapai oleh sebuah peradaban Tipe II ialah menciptakan suatu bola besar berisi milyaran robot pengamat yang dapat mereplikasikan diri yang dapat berkembang hanya di bawah kecepatan cahaya. Untuk menembus rintangan cahaya, seseorang mesti memanfaatkan Relativitas Umum serta teori kuantum. Ini membutuhkan energi yang tersedia bagi peradaban Tipe II yang sangat canggih atau, yang lebih memungkinkan, ialah peradaban Tipe III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relativitas Khusus menyatakan bahwa tidak ada informasi yang dapat digunakan guna menempuh perjalanan secara lokal yang lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Oleh karena itu, seseorang mungkin saja pergi lebih cepat dari cahaya jika seseorang menggunakan kemungkinan melengkungkan ruang dan waktu, misalnya Relativitas Umum. Dengan kata lain, pada roket tertentu, seorang penumpang yang menyaksikan gerakan bintang yang melintas akan mengatakan ia lebih lambat dari cahaya. Namun ketika roket tiba di tujuannya dan jam diperbandingkan, kelihatan jika roket menempuh lebih cepat dari cahaya karena roket itu melengkungkan ruang dan waktu secara global, baik dengan menempuh jalan pintas, atau membentangkan dan mengerutkan ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak, ada dua cara dimana relativitas umum mungkin dapat menghasilkan kecepatan cahaya. Pertama, melalui lubang cacing atau melipatgandakan permukaan Riemann (manipol kompleks satu dimensional) yang terhubung, yang mana mungkin memberi kita suatu pintasan melintasi ruang dan waktu. Satu geometri yang memungkinkan bagi lubang cacing seperti itu ialah merangkai sejumlah energi bintang dalam suatu cincin yang brputar (menciptakan lubang hitam Kerr). Gaya sentrifugal mencegah cincin yang berputar dari keruntuhan. Seseorang yang melintasi cincin itu tidak akan terpisah, namun ia akan sampai di suatu bagian lain alam semesta. Mirip dengan Lorong Kaca Alice, dengan lingkaran lorong kaca yang menjadi lubang hitam, dan cermin yang menjadi lubang cacing. Metode lainnya mungkin melepas lubang cacing dari "busa kuantum" dimana para ahli fisika yakin dapat membuat struktur ruang dan waktu pada jarak Planck (10 hingga -33 cm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem lubang cacing sungguh banyak:&lt;br /&gt;a. Satu versi memerlukan sejumlah besar energi positif, misalnya lubang hitam. Energi positif lubang cacing memiliki suatu "event horizon" dan oleh karenanya hanya berlaku satu kali jalan. Seseorang akan membutuhkan dua lubang hitam (satu untuk pergi dan satu untuk pulang) untuk menempuh perjalanan antar bintang. Paling mungkin hanya peradaban tipe II yang dapat menggunakan kekuatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Lubang cacing kemungkinan tidak stabil, baik secara klasik atau secara mekanika kuantum. Lubang cacing mungkin mendekat secepat Anda mencoba untuk memasukinya. Atau efek radiasi mungkin memancar begitu Anda memasukinya, dimana itu dapat membunuh Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Satu versi membutuhkan jumlah energi negatif yang sangat besar. Energi negatif eksis (dalam bentuk efek Casimir) namun jumlah energi negatif yang sangat besar akan jauh melampaui teknologi kita, mungkin dalam ribuan tahun berikutnya. Keuntungan lubang cacing dengan energi negatif ialah bahwa energi-energi tersebut tidak memiliki "event horizon" dan oleh karenanya dapat dihadang secara lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Versi lainnya memerlukan sejumlah besar materi negatif. Sayangnya, materi negatif tidak pernah dijumpai secara alami (materi itu cenderung membumbung atau terlepas ke angkasa daripada menetap di Bumi). Materi negatif di Bumi telah terlepas ke angkasa milyaran tahun lalu, membuat Bumi sama sekali tidak memiliki materi negatif tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan kedua ialah menggunakan jumlah besar energi untuk membentangkan ruang dan waktu secara berkelanjutan (misalnya mengerutkan ruang di depan Anda, dan memperluas ruang di belakang Anda). Sejak diketahui hanya ada ruang yang kosong yang mengerut atau meluas, seseorang mungkin melampaui kecepatan cahaya dalam bentuk atau cara ini. (Ruang yang kosong dapat melipat ruang lebih cepat daripada kecepatan cahaya). Misalnya Ledakan Besar mengembang jauh lebih cepat daripada kecepatan cahaya). Masalah dalam pendekatan ini, lagi-lagi, ialah sejumlah besar energi yang dibutuhkan, membuatnya ini cocok untuk peradaban Tipe III. Tingkatan energi dari semua usulan ini adalah mendekati bentuk Energi Planck (10 hingga 19 milyar volt elektron, yang seribu trilyun kali lebih besar daripada bom atom terkuat kita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, ada masalah fisika mendasar terhadap apakah perubahan topologi dimungkinkan dalam Relativitas Umum (yang mana memungkinkan juga adanya mesin waktu, atau kurva waktu yang tertutup). Relativitas Umum membolehkan kurva seperti waktu yang tertutup dan lubang cacing (sering disebut Jembatan Einstein-Rosen) namun Relativitas Umum itu sayangnya menggagalkan energi yang besar yang ditemukan di pusat lubang hitam atau menggagalkan Penciptaan yang seketika. Untuk wilayah energi ekstrim ini, efek kuantum akan jauh mendominasi efek gravitasional klasik dan seseorang harus menuju ke suatu teori "unified field" atau teori medan yang bersatu dari gravitasi kuantum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kini, kandidat yang paling menjanjikan (dan satu-satunya) bagi "teori segala", termasuk gravitas kuantum, ialah teori superstring atau teori M. Ini merupakan satu-satunya teori dimana medan kuantum bisa dikombinasikan dengan gravitasi untuk menghasilkan hasil yang tertentu.Tidak ada teori lain yang dapat mengklaim seperti teori ini. Dengan hanya asumsi yang tidak sukar, seseorang bisa menunjukkan bahwa teori tersebut memperbolehkan "quark" (elemen dasar yang dianggap muncul secara berpasangan) tersusun sangat mirip dengan konfigurasi yang ditemukan dalam model standar fisika sub-atom. Karena teori tersebut ditegaskan dalam "hyperspace" dimensional 10 atau 11, teori itu memperkenalkan gambaran kosmologis bahwa alam semesta ialah sebuah gelembung atau membran yang melayang di multiverse (alam semesta yang lebih besar) atau megaverse (alam semesta yang lebih besar lagi, kumpulan multiverse) dari gelembung-gelembung alam semesta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, meskipun solusi lubang hitam telah ditemukan dalam teori string, teori tersebut belum dikembangkan untuk menjawab pertanyaan mendasar mengenai lubang cacing dan kestabilannya. Dalam beberapa tahun mendatang atau mungkin dalam satu dekade mendatang, banyak ahli fisika yakin bahwa teori string akan matang pada titik dimana teori itu akan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang ruang dan waktu. Permasalahannya akan dikenali dengan baik. Sayangnya, meski para ilmuwan terkemuka di planet ini mengutak-atik teori tersebut, tidak ada yang cukup pintar untuk memecahkan persamaan superstring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebanyakan para ilmuwan meragukan perjalanan antar bintang karena rintangan cahaya yang begitu sulit untuk ditembus. Bagaimanapun, untuk bepergian lebih cepat daripada cahaya, seseorang mesti beralih dari Relativitas Khusus ke Relativitas Umum dan teori kuantum. Oleh karena itu, seseorang tidak dapat mengesampingkan perjalanan antar bintang jika suatu peradaban canggih dapat mencapai energi yang cukup untuk mendestabilkan ruang dan waktu. Mungkin hanya peradaban Tipe III yang dapat menggunakan energi Planck. Energi dimana ruang dan waktu menjadi tidak stabil. beragam usulan telah diberikan untuk menembus rintangan cahaya (termasuk lubang cacing dan ruang yang dibentangkan atau dilipat) namun kesemuanya membutuhkan energi yang ditemukan hanya pada peradaban galaktik Tipe III. Pada suatu tingkatan matematis, kita harus menunggu untuk teori mekanikal kuantum gravitasi (seperti halnya teori superstring) untuk menjawab pertanyaan mendasar ini, seperti misalnya apakah lubang cacing dapat diciptakan serta apakah lubang cacing itu cukup stabil untuk digunakan dalam perjalanan antar bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dari: "The Physics of Interstellar Travel"&lt;br /&gt;Penulis: Michio Kaku&lt;br /&gt;sumber: mkaku.org&lt;br /&gt;url: http://mkaku.org/home/?page_id=250&lt;br /&gt;Penterjemah: Gatot Tri R.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-2861295974087803573?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/2861295974087803573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/pemahaman-fisika-tentang-perjalanan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/2861295974087803573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/2861295974087803573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/pemahaman-fisika-tentang-perjalanan.html' title='Pemahaman Fisika Tentang Perjalanan Antar Bintang'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SrBKg9wWmvI/AAAAAAAAAEQ/RlJOwEjbrgA/s72-c/superhighway.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-2406777445714918726</id><published>2009-09-15T19:06:00.000-07:00</published><updated>2009-09-15T19:13:08.646-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi'/><title type='text'>Teknologi DVD</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SrBJMQwKAlI/AAAAAAAAAEI/7Bs72Ek7pq4/s1600-h/DVD.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 97px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SrBJMQwKAlI/AAAAAAAAAEI/7Bs72Ek7pq4/s320/DVD.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381882029711950418" /&gt;&lt;/a&gt;Seberapa banyak koleksi DVD film Anda? Pernahkah terbersit niat mengamati DVD yang kita punyai? Bagaimana mungkin selembar cakram tipis tersebut dapat menayangkan gambar bergerak sebegitu jernihnya, dengan suara begitu menggelegarnya dan kadang mampu menampung beberapa judul film sekaligus. Artikel ini mengajak kita kembali ke masa awal berkembangnya teknologi DVD serta melongok bagaimana prospeknnya di masa mendatang di tengah maraknya teknologi USB Flashdisk sebagai media penyimpan data.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, CD (compact disc) merupakan media untuk penyimpanan data digital. Teknologi ini memang praktis baik dari segi biaya maupun penyimpanannya karena keping CD hanya beukuran diameter 12 cm dan tebal 1 mm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi CD yang berkembang membuka generasi baru media cakram yaitu Digital Versatile Disc, atau yang lebih dikenal dengan DVD. DVD merupakan salah satu bentuk teknologi media optical disc seperti CD dan Laser Disc (LD) yang digunakan untuk storage data. Teknologi ini sudah merambah ranah teknologi media sejak beberapa waktu lalu. Bedanya dengan CD, DVD mampu menyimpan data dengan kapasitas lebih besar. Walaupun dewasa ini kita telah akrab dengan USB Flashdisk sebagai media penyimpanan data,  tidak ada salahnya kita mengetahui seluk beluk teknologi ini karena keping DVD masih banyak digunakan sebagai media penyimpan data, terutama dipergunakan sebagai back up data-data penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekeping DVD-ROM umumnya mampu menampung data hingga 4,7 Gb (giga byte) atau tujuh kali lebih banyak daripada sekeping CD-ROM. Sebuah DVD teknologi terbaru saja dapat menyimpan data di kedua sisinya. Plus, di setiap sisi dapat diisi dua layer (lapisan) data. Bahkan DVD Double Side Dual Layer – mampu menyimpan data hingga 17 Gb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi DVD bermula pada tahun 1996 saat sepuluh perusahaan besar bersepakat mengembangkan teknologi ini. Ada nama Pioneer, Philips, JVC serta Time Warner. Time Warner – satu dari perusahaan besar film tertarik mengembangkannya karena pada waktu itu memang terpikir sebuah ide untuk menghasilkan format baru dalam menikmati film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian,teknologi DVD diminati pula oleh industri komputer karena keunggulannya melebihi format CD, terutama kapasitas storage-nya yang lebih besar. Selain itu, teknologi DVD juga memiliki kompabilitas dengan teknologi sebelumnya sehingga DVD-ROM drive mampu membaca keping CD-R maupun CD-RW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kerja DVD relatif hampir sama dengan CD. Data diukir pada permukaan kepingan yang membentuk pit (alur) tertentu dan dapat dibaca dengan menggunakan tembakan sinar laser. Ukuran pit pada DVD lebih sempit daripada pit pada CD sehingga DVD mampu menyimpan data lebih banyak dibandingkan CD. Panjang minimum pit pada CD ialah 0,834 – 0,97 mikrometer, sedangkan pada DVD 0,4 mikrometer. Sementara, jarak antar pit pada CD 1,6 mikrometer, sedangkan pada DVD 0,74 mikrometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SrBIa8YAS4I/AAAAAAAAAD4/nG3MNkCiXPg/s1600-h/dvd1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 264px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SrBIa8YAS4I/AAAAAAAAAD4/nG3MNkCiXPg/s320/dvd1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381881182428351362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DVD pada awalnya menggunakan sistem kompresi MPEG 2 untuk menganalisis data dan mengkompresi redundant (data sinyal video yang berulang-ulang) yang ada sehingga memberikan kualitas gambar yang prima. Selain itu DVD mengadopsi teknologi Dolby Stereo AC-3 yang mampu menghasilkan 5-8 kanal suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar DVD pada mulanya disebut DVD-R yang hanya mampu ditulisi satu kali (write-once) dan mampu menyimpan 3,95 Gb data. Lalu, kemampuan simpan tersebut meningkat menjadi 4,7 Gb. Format DVD-R mempunyai dua tipe yaitu DVD-R untuk general use dan DVD-R untuk authoring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael Gowan dalam artikelnya di PCWorld.com (2000) membagi dua format DVD yaitu DVD-Video atau DVD untuk film dan DVD-ROM untuk storage data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga standar DVD lainnya yang banyak digunakan yaitu DVD-RAM, DVD-RW dan DVD+RW. DVD-RAM tampil dalam bentuk berbeda karena menggunakan cartridge yang berfungsi melindungi DVD-RAM. Dua keping DVD dua sisi dikemas dalam satu cartridge. Mulanya cartridge tidak dapat dilepaskan dari kepingan DVD-RAM, namun produk pengembangannya menyediakan kepingan tanpa cartridge sehingga satu keping DVD-RAM dapat dijalankan tersendiri pada DVD-ROM drive. Sayangnya, hanya sedikit DVD-ROM drive yang bisa melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, DVD-RAM menjadi media yang handal. Selain dapat menyimpan hingga 9,4 Gb data, format DVD-RAM bisa ditulis ulang sampai 100.000 kali. Keunggulan lainnya data baru pun dapat ditimpakan ke data yang telah ada tanpa menghapus data tersebut sehingga lebih efisien. Kekurangannya terletak pada sifatnya yang paling tidak kompatibel karena hanya bisa dibaca pada drive DVD-RAM dan beberapa produk DVD-ROM dan DVD-player. Selain itu sebuah DVD-RAM drive tidak dapat membaca media CD-R/RW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, adanya standar DVD-RW dan DVD+RW sebenarnya cukup membingungkan karena sebenarnya dasar teknologi diantara keduanya tidak banyak berbeda, demikian ulasan Infokomputer edisi Oktober 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik DVD-RW dan DVD+RW dapat menyimpan data hingga 5 Gb. Kedua format ini masih dapat dibaca oleh sebagian besar DVD player dan DVD-ROM. Pada masa awal perkembangannya, pihak produsen masih mempertimbangkan apakah standar DVD-RW atau DVD+RW yang kelak akan digunakan. Ini menjadi keraguan tentang perkembangan penggunaan DVD oleh beberapa pengamat teknologi media karena adanya perseteruan antar produsen DVD-RW dan DVD+RW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, perseteruan tersebut agaknya tidak menjadi masalah karena beberapa waktu kemudian bermunculan DVD drive yang mampu membaca dua format baik DVD-RW maupun DVD+RW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DVD: Teknologi yang terus berkembang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah produsen CD-ROM drive sudah menghentikan produksinya dan sudah intensif memproduksi DVD-ROM drive. Gowan dalam artikelnya di PCWorld.com berani meramalkan kelak DVD-RAM-lah yang akan menggantikan media CD-RW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, teknologi DVD tidak lantas berhenti begitu saja. Pengembangan terus dilakukan dengan adanya pengembangan teknologi high-definition DVD. Spesies yang pertama yaitu HD-DVD-9 atau cukup disebut HD-9, yaitu DVD-9 Dual Layer berformat MPEG-4 dan kecepatan transfer daya yang lebih tinggi. Lalu ada DVD Blu-Ray dimana sebuah DVD mampu menyimpan 23 hingga 27 Gb data setiap layer-nya. Kabarnya tipe ini akan diintensifkan untuk penggunaan rumah tangga (consumer). Serta teknologi DVD yang menggunakan laser biru dengan kapasitas storage data 15 Gb per layer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Gatot Tri R.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Daftar Bacaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Buku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Baert, Luc (editor), Luc Theunissen, Guido Vergult. Digital Audio and Compact Disc Technology. 2nd Ed., Oxfoed: Newnes, 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Artikel Media Cetak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;CD-RW atau DVD-RAM ? Infokomputer edisi Oktober 2001, hlm. 87.&lt;br /&gt;DVD Rewriteable. Infokomputer edisi Oktober 2002, hlm. 112.&lt;br /&gt;DVD-RAM: Besar dan Segera Datang. Infokomputer edisi Agustus 2000, hlm. 105.&lt;br /&gt;DVD-ROM: Drive Berputar Makin Cepat. Infokomputer edisi Agustus 2000, hlm. 104-105.&lt;br /&gt;Memahami Teknologi DVD. Infokomputer edisi Juni 2002, hlm. 61.&lt;br /&gt;Perebutan Standar R-DVD Kembali Seru. Infokomputer edisi Oktober 2001, hlm. 86.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber Di Internet&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;DVD Frequently Asked Questions (and Answers). www.dvddemystified.com, ditelusur tahun 2002.&lt;br /&gt;Gowan, Michael. How It Works: DVD. www.pcworld.com, 2000, ditelusur 2002.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-2406777445714918726?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/2406777445714918726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/teknologi-dvd.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/2406777445714918726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/2406777445714918726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/teknologi-dvd.html' title='Teknologi DVD'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SrBJMQwKAlI/AAAAAAAAAEI/7Bs72Ek7pq4/s72-c/DVD.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-4137818830085928077</id><published>2009-09-14T20:40:00.000-07:00</published><updated>2009-09-14T20:53:24.231-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perpustakaan'/><title type='text'>Perpustakaan Publik Idaman Masyarakat</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8PNfEymJI/AAAAAAAAADw/_lX_Xd0Q0o0/s1600-h/lib01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 253px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8PNfEymJI/AAAAAAAAADw/_lX_Xd0Q0o0/s320/lib01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381536804085340306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambut Hari Kunjung Perpustakaan 14 September 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh: Gatot Tri R.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tanggal 14 September diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan. Ini merupakan salah satu bentuk perhatian dari pemerintah terhadap lembaga perpustakaan, khususnya perpustakaan publik, agar dapat melayani masyarakat secara lebih baik. Sebenarnya bukan pada tanggal itu saja pemerintah memberikan perhatian khusus berkaitan dengan perpustakaan. Sejak tahun 1995, bulan September ditetapkan sebagai Bulan Gemar Membaca. Lalu pada 17 Mei 2006 silam, bertepatan dengan Hari Buku Nasional, dicanangkan Gerakan Pemberdayaan Perpustakaan Di Masyarakat oleh Presiden Republik Indonesia. Lalu setahun kemudian, pada tahun 2007 telah disahkan Undang-Undang No.43 tentang Perpustakaan. Serta sejumlah instrumen lainnya baik dari pemerintah pusat maupun daerah yang mendukung iklim perpustakaan di Indonesia agar lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Begitu besarnya perhatian pemerintah terhadap perpustakaan. Ini karena perpustakaan - terutama perpustakaan publik - merupakan lembaga penyedia informasi untuk umum, jembatan kepada ilmu pengetahuan, serta sarana belajar sepanjang hayat bagi seluruh masyarakat tanpa memandang usia, status, jenis kelamin, suku, maupun agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan publik juga merupakan investasi jangka panjang dalam upaya mind-building masyarakat serta membantu upaya pemberantasan buta huruf (Data Global Monitoring Report 2006 menempatkan Indonesia berada di peringkat ketujuh banyaknya populasi buta huruf, yaitu sekira 15 juta orang). Selain itu perpustakaan publik berperan penting dalam upaya peningkatan minat baca - sehingga mengurangi terjadinya kesenjangan informasi; serta sebagai lembaga pelestari kebudayaan lokal. Di negara maju di benua Amerika dan Eropa, perpustakaan publik bahkan menjadi pengawal prinsip-prinsip kebebasan demokrasi, kesetaraan dan hak asasi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya di Indonesia, perpustakaan rupanya masih jauh dari citra ideal –  jauh dari harapan sebagai pusat informasi dan pengetahuan yang layak bagi masyarakat. Saputro dalam Kompas (14 Sept 2004) pernah mengulas bahwa 90 persen perpustakaan di Indonesia belum memiliki infrastruktur lengkap dalam hal sumber daya manusia, anggaran maupun sarana dan prasarana. Ini direpresentasikan dengan jumlah buku yang terbatas, penataan ruang yang kurang nyaman serta kurangnya visi pustakawan sehingga perpustakaan tidak menarik untuk dikunjungi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan publik hendaknya menjadi fasilitas ideal yang mampu memenuhi harapan masyarakat. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, baik dari pemerintah maupun lembaga perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, adanya anggaran yang cukup dan memadai. Tidak dipungkiri bahwa anggaran yang memadai berdampak pada kualitas layanan perpustakaan publik. Namun kenyataanya, anggaran yang diterima kurang atau bahkan minim. Padahal upaya peningkatan pengadaan buku serta kualitas layanan mesti dilakukan terus-menerus. Tanpa ditopang dana yang cukup, maka kegiatan operasional perpustakaan kurang berjalan optimal. Hal ini dialami oleh mayoritas perpustakaan publik di Indonesia. Pada tahun 2005, Perpustakaan Daerah Istimewa Jogjakarta misalnya, hanya menerima dana pengadaan buku Rp 70 juta. Sementara Perpustakaan Kabupaten Kutai Kertanegara bahkan tidak ada dana untuk membeli buku. Padahal APBD salah satu kabupaten terkaya di Indonesia itu lebih dari Rp 3,4 triliun (Kompas.com, 17 Juli 2006). Perpustakaan cenderung berada di urutan terbawah pada kebijakan belanja pemerintahan. Itulah mengapa perkembangan perpustakaan di Indonesia seakan berjalan di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, adanya kebijakan buku murah dari pemerintah. Harga buku oleh sebagian besar masyarakat termasuk perpustakaan dirasa mahal sehingga tidak setiap orang mampu membeli buku. Buku masih menjadi barang mewah. Bahkan harga buku di Indonesia masih lebih mahal daripada India. Di negeri Bollywood ini, pemerintah setempat sudah menghapus pajak kertas dan pertambahan nilai untuk penerbitan buku. Sehingga buku terbitan luar seperti Amerika atau Inggris dapat dibeli dengan harga sepersepuluh dari harga di negara asalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pemerintah menetapkan kebijakan buku murah, maka perpustakaan publik dapat membangun koleksi pustaka yang lebih lengkap. Saat ini perpustakaan publik memikul beban cukup berat. Dengan alokasi anggaran yang “bersaing” dengan kebutuhan lainnya, ditambah mahalnya harga buku, perpustakaan publik dituntut untuk menyediakan koleksi buku yang lengkap dan memadai. Ironisnya, tingkat keterpakaian koleksi perpustakaan juga tidak optimal. Sedikit menilik data Perpustakaan Kota Surabaya tahun 2005, koleksi buku yang dimiliki lebih dari 17 ribu eksemplar. Jika dikaitkan dengan jumlah penduduk Surabaya yang 2,7 juta jiwa, maka ditemukan rasio 1:158. Artinya satu buku dibaca oleh 158 orang. Sementara jumlah kunjungan ke perpustakaan pada tahun 2005 sekira 71 ribu kunjungan yang artinya baru sekira 2,6 persen warga Surabaya yang memanfaatkan fasilitas ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan Perpustakan Kota Isafjordur di Republik Islandia – negara pulau di barat laut Eropa di perairan Atlantik utara. Di kota berpenduduk 4000an jiwa itu (99,99 persen warganya bebas buta huruf), perpustakaan kotanya memiliki koleksi buku lebih dari 76 ribu eksemplar. Itu hanya di perpustakaan utamanya saja. Di tiga perpustakaan cabangnya terhimpun lebih dari 31 ribu buku. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, maka satu orang malah mendapat “jatah” membaca 26 buku. Angka perbandingan ini jauh berkebalikan dengan kondisi Surabaya. Sementara jumlah kunjungan masyarakat ke perpustakaan per tahun mencapai 20 ribu kunjungan, yang artinya dalam setahun satu orang berkunjung sebanyak lima kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sarana prasarana memadai yang nyaman. Perpustakaan yang nyaman, bersih dan tenang kadang masih jauh dari harapan, seperti: ruang koleksi pustaka yang berdebu, meja dan kursi di ruang baca yang kurang nyaman, sampai ke persoalan toilet yang kurang berfungsi dengan baik. Kadang pengunjung juga merasa gerah ketika berada di perpustakaan. Karena itu pengelolaan sarana prasarana perpustakaan perlu dilakukan dengan cermat, misalnya menyediakan ruang dan rak buku yang cukup, menyediakan kursi dan meja baca yang sesuai dengan ergonomi, menyediakan penyejuk udara (AC), dan sebagainya. Perpustakaan Nasional RI sebenarnya telah menyusun instrumen Standar Perpustakaan Kabupaten / Kota sebagai pedoman pengelolaan perpustakaan publik yang dapat menjadi acuan dasar dalam pengelolaan perpustakaan publik di kota atau kabupaten. Namun semua itu bergantung juga pada kebutuhan dan kemampuan masing-masing perpustakaan. Namun pada prinsipnya, aspek pelayanan kepada masyarakat seyogyanya lebih dikedepankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, perpustakaan publik juga  teknologi informasi dan komunikasi (TIK). TIK di perpustakaan publik terkesan kurang optimal. Jarang perpustakaan publik punya sarana komputer untuk penelusuran pustaka. Padahal teknologi  perangkat lunak untuk sistem penelusuran bibliografis untuk perpustakaan sudah semakin canggihnya baik yang gratisan maupun berbayar. Fasilitas internet di perpustakaan umumnya juga terbatas, kadang dengan bandwith yang kurang memadai sehingga akses internet lambat. Jika ada gangguan tidak bisa langsung ditangani sehingga harus tutup sampai beberapa waktu lamanya. Ini pernah dialami oleh perpustakaan Badan Perpustakaan Propinsi Jawa Timur beberapa waktu lalu. Rasanya penerapan ISO 9001:2001 (standarisasi pelayanan publik yang berbasis kinerja internasional) perlu diterapkan di seluruh perpustakaan publik demi pelayanan yang optimal kepada masyarakat serta pemenuhan hak masyarakat akan perpustakaan yang ideal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal keempat  ialah adanya layanan informasi. Sebagai pusat informasi, sudah seharusnya perpustakaan publik menjalankan perannya sebagai penyedia sumber informasi utama (information provider) bagi masyarakat. Pustakawan perpustakaan publik sebagai information intermediary juga mesti mampu menunjukkan keahlian dan kemampuan profesionalnya dalam menjawab kebutuhan informasi masyarakat. Tentu saja dengan layanan ramah bak teller bank. Namun yang sering terjadi, justru layanan peminjaman dan pengembalian buku yang menjadi titik berat layanan perpustakaan publik. Lantas apa bedanya perpustakaan publik dengan persewaan novel atau komik? Perpustakaan publik mestinya sadar bahwa ia menyimpan “tambang” berharga yaitu pengetahuan dengan topik yang luas yang harus dilayankan kepada masyarakat, salah satunya ialah lewat jasa informasi. Sayangnya poin ini tidak ditekankan dalam Standar Perpustakaan Kabupaten / Kota yang disusun oleh Perpusnas RI yang disusun tahun 2002. Kalau pun layanan ini diadakan oleh sejumlah perpustakaan, promosi adanya layanan ini kurang memadai sehingga masyarakat . Sekali lagi penulis memberikan contoh Perpustakaan Kota Isafjordur di Islandia yang dalam setahun melayani hingga 9.000 permintaan informasi dari masyarakat. Itu berarti sekitar 24 permintaan informasi setiap hari. Para pustakawannya selalu siap melayani setiap permintaan informasi yang masuk. Penulis pernah mengajukan permintaan informasi mengenai sesuatu hal kepada perpustakaan melalui email. Dalam waktu tidak lama – tentunya disesuaikan dengan perbedaan waktu Indonesia dengan waktu Islandia -  salah seorang pustakawannya membalas dengan jawaban cukup lengkap dan memuaskan. Bahkan, sang pustakawan tidak segan-segan melakukan riset informasi di internet dan menyampaikan hasilnya kepada penulis. Padahal penulis bukan warga kota Isafjordur dan berada di ribuan kilometer jauhnya dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, promosi perpustakaan secara lebih intensif dan berkelanjutan. Promosi merupakan salah satu “amunisi” penting guna meningkatkan awareness warga masyarakat terhadap perpustakaan. Pengelola perpustakaan mesti kreatif misalnya menempatkan tenaga pemasaran perpustakaan layaknya pemasar profesional, atau mencantumkan nomor telepon perpustakaan sebagai salah satu nomor penting dalam buku petunjuk telepon. Begitu pula dengan penyebaran brosur atau iklan berisi informasi layanan perpustakaan bagi warga, serta even-even promosional lainnya Ada satu hal dalam pengamatan saya, dalam hal promosi, perpustakaan umum selama ini lebih menyibukkan diri dengan even festival atau pameran buku yang menurut saya alih-alih sebagai sarana promosi layanan perpustakaan atau meningkatkan gairah membaca masyarakat, malah mungkin keuntungan penjualan bukulah yang menjadi target utama. Kalau kita amati, siapa yang datang ke pameran buku? Pastilah orang-orang mampu ketimbang orang-orang kalangan marginal ekonomi lemah yang justru menjadi sasaran utama dalam pembinaan minat baca masyarakat dan pemberantasan buta huruf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, sinergi dengan berbagai pihak seperti sekolah, Lembaga Swadaya Masyarakat, organisasi profesi, dan lain-lain. Bisa juga sinergi dilakukan bersama dengan kelompok pecinta buku, kelompok sahabat perpustakaan, ikatan penulis, ikatan penerbit dan lain-lain. Melalui sinergi ini perpustakaan dapat memperoleh input berguna berkaitan dengan peningkatan layanan, misalnya perpustakaan dapat mengetahui kebutuhan ataupun harapan masyarakat akan perpustakaan ideal yang ada di benak masyarakat. Sinergi juga akan mempertebal citra perpustakaan publik sebagai pusat informasi utama masyarakat. Jaringan kerjasama antar perpustakaan publik juga perlu ditingkatkan guna mendukung layanan yang lebih baik kepada masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, perlu itikad baik dalam menyelenggarakan perpustakaan publik yang ideal yang mampu memenuhi harapan masyarakat. Selain sudah ada political will dari pemerintah melalui berbagai instrumen perundangan dan peraturan, lembaga perpustakaan publik sendiri harus menyadari posisi pentingnya sebagai pusat informasi utama bagi masyarakat sehingga perpustakaan terus berusaha berbenah diri. Harapannya, semoga di masa depan perpustakaan publik ideal idaman masyarakat tumbuh di lingkungan masyarakat di setiap wilayah di Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-4137818830085928077?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/4137818830085928077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/perpustakaan-publik-idaman-masyarakat.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/4137818830085928077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/4137818830085928077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/perpustakaan-publik-idaman-masyarakat.html' title='Perpustakaan Publik Idaman Masyarakat'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8PNfEymJI/AAAAAAAAADw/_lX_Xd0Q0o0/s72-c/lib01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-4910240594979101297</id><published>2009-09-14T19:55:00.000-07:00</published><updated>2009-09-14T21:25:23.537-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi'/><title type='text'>Teknologi TV Kabel</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8FZPy7PVI/AAAAAAAAACA/UjflqHS1wJk/s1600-h/Top.jpg"&gt;&lt;img style="float:center; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 157px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8FZPy7PVI/AAAAAAAAACA/UjflqHS1wJk/s320/Top.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381526011026029906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia broadcasting televisi yang awalnya berkembang pada tahun 1930-an mengalami transformasi pada sekitar tahun 1950 bersamaan dengan munculnya sistem televisi kabel (TV kabel). Perkembangannya sendiri berjalan seiring dengan perkembangan broadcasting televisi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bartlett (1990:1) memberikan pengertian bahwa sistem TV kabel ialah pengiriman sinyal televisi pada perangkat televisi rumah tangga melalui kabel. Sistem ini juga dikenal dengan nama Community Antenna Television (CATV) dimana kabel menjadi sarana penting untuk mentransmisikan sinyal televisi dari suatu penyelenggara sistem ke sejumlah pelanggannya di wilayah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan televisi sebagai perangkat komunikasi modern yang bersifat audible (bisa didengar) dan visible (bisa dilihat) - menggeser broadcasting radio pada saat itu – semakin bertambah. Ia mampu merambah bumi seiring dengan penemuan teknologi transmisi siaran seperti kabel koaksial, serat optik dan satelit. Televisi kini menjadi media yang bersifat global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, sistem TV kabel telah dioperasikan di banyak negara. Amerika Serikat bisa disebut sebagai pionirnya walaupun televisi baru datang ke sana pada tahun 1939, lebih lambat daripada Jerman (1935) dan Inggris (1936). Total jumlah pelanggan TV kabel di Amerika saja sudah mencapai 70 juta rumah tangga. Suatu angka yang sangat fantastis. Sementara lebih dari setengahnya memiliki akses ke lebih dari 50 stasiun televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyelenggarakan layanan TV kabel terbilang efisien karena tidak memerlukan organisasi yang besar serta biaya operasionalnya yang relatif rendah. Content-nya juga beragam dengan segmentasi yang membentang di berbagai kalangan usia. Pelanggan TV kabel dapat menyaksikan beragam program baik informasi berita, olahraga, budaya, informasi bisnis, film, musik hingga soal rumah tangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. SEJARAH DAN FASE PERKEMBANGAN TV KABEL&lt;br /&gt;2.1. Sejarah Perkembangan TV Kabel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem TV kabel pertama kali berkembang di Amerika Serikat sekitar tahun 1940-an, tepatnya di Pennsylvania. Saat itu sinyal siaran televisi ditransmisikan melalui pemancar yang diterima oleh antena televisi. Namun, transmisi sinyal ke pesawat penerima tidak dapat diterima dengan baik terutama di wilayah pegunungan, lembah dan wilayah yang lokasinya lebih jauh dari stasiun pemancar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, dibangunlah antena besar di suatu puncak gunung atau dataran tinggi. Kabel koaksial digunakan untuk menghubungkan antena dengan pesawat televisi. Hasilnya, siaran televisi dapat dinikmati oleh penduduk setempat. Hal yang sama juga dimulai di bagian lain di Arkansas dan Oregon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1950-an di Amerika saja sudah tersambung 14 ribu pelanggan TV kabel. Operator TV kabel juga tidak hanya mampu mentransmisikan sinyal TV lokal saja, namun juga mampu memberikan layanan program dari berbagai stasiun TV lain di luar area operasinya. Transmisi siaran ke rumah-rumah penduduk saat itu masih menggunakan kabel koaksial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1962, sudah tercatat 800 sistem TV kabel yang melayani 850.000 pelanggan di Amerika. Suatu perkembangan yang sangat pesat. Saat itu ada tiga operator TV kabel terbesar yaitu Westinghouse, TelePrompTer dan Cox. Digitalisasi jaringan dimulai pada tahun 1970-an. Pada tahun 1972, sebuah jaringan stasiun pay-TV nasional pertama, Home Box Office (HBO) diluncurkan. Penggunaan satelit untuk transmisi sinyal ke seluruh wilayah di Amerika Serikat mulai menjadi bagian penting dari sistem TV kabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem TV kabel juga mulai dikembangkan di berbagai negara. Di Belanda misalnya, sudah ada sekitar tahun 1969. Saat itu beberapa wilayah lokal membangun sistem TV kabel untuk meningkatkan kualitas penerimaan sinyal televisi. Sistem TV kabel juga berkembang di negara tetangganya, Belgia. Pengelolaan TV kabel dijalankan oleh pemerintah lokal setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Inggris, meski berjalan lambat namun sistem TV kabel juga berkembang seiring dengan perkembangan dunia broadcasting televisi di negara itu. Pada tahun 1999, tercatat 20 persen dari jumlah rumah tangga di Inggris telah memiliki akses ke sistem TV kabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di Jepang, rencana pengembangan sistem TV kabel difokuskan pada area permukiman di perkotaan. Namun pada tahun 1999, penetrasi sistem TV kabel yang mencapai 20 persen justru lebih banyak di area permukiman di pedesaan dan pegunungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.2. Fase Perkembangan Sistem TV Kabel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Timothy Hollins (1984:18-19) menjelaskan ada empat fase perkembangan sistem TV kabel. Yang pertama ialah teknologi TV kabel digunakan untuk memenuhi tiga kebutuhan yang mendasar, yaitu:&lt;br /&gt;- untuk menerima sinyal siaran di tempat yang tidak terjangkau sinyal pemancar&lt;br /&gt;- untuk meningkatkan kemampuan menerima siaran di tempat yang hampir tidak terjangkau sinyal, dan&lt;br /&gt;- untuk mengurangi jumlah antena yang dipasang di atas rumah penduduk terutama yang bermukim di perkotaan dan area permukiman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8LvhLts9I/AAAAAAAAADo/BNssh5MNsq0/s1600-h/01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 211px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8LvhLts9I/AAAAAAAAADo/BNssh5MNsq0/s320/01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381532990720291794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase kedua ialah untuk mentransmisikan sinyal siaran televisi dari tempat lain yang jauh disamping transmisi siaran TV lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada fase ketiga, mulai adanya perhatian pada kapasitas saluran yang dapat ditransmisikan oleh kabel, sehingga pelanggan TV kabel dapat menikmati berbagai tayangan yang bervariasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada fase keempat merupakan pengembangan sistem dimana transmisi sinyal televisi hanya merupakan  salah satu layanan yang diberikan oleh operator. Pada fase ini operator TV kabel memberikan layanan lain misalnya homebanking, homeshopping, data transfer, electronic mail hingga videophone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi transmisi berada di belakang setiap fase, terutama teknologi kabel. Dulu waktu pertama kali muncul, kabel koaksial digunakan untuk “membawa” sinyal dari antena ke pesawat televisi. Lalu digunakan kabel serat optik. Belakangan kombinasi antara kabel koaksial dan serat optik atau disebut Hybrid Fibre–Coaxial (HFC) juga sudah mulai digunakan. Penggunaan kabel HFC memungkinkan kapasitas channel yang lebih banyak dan adanya transmisi dua arah sehingga pelanggan dapat menerima dan mengirim data lewat jaringan TV kabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. SISTEM KERJA DAN APLIKASI JARINGAN TV KABEL&lt;br /&gt;3.1. Sistem Kerja TV Kabel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem TV kabel dalam Hollins (1984:12) terbagi menjadi dua yaitu sistem Master Antenna Television (MATV) dan Community Antenna Television (CATV). MATV digunakan untuk melayani transmisi sinyal siaran televisi ke suatu area tertentu misalnya apartemen atau kompleks perumahan. Sedangkan CATV digunakan untuk melayani transmisi ke area yang lebih besar misalnya suatu kota dimana terdapat sejumlah besar rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lima komponen utama dalam suatu konsep sistem jaringan TV kabel yaitu headend, trunk cable, distribution cable (yaitu kabel yang membentang di suatu area permukiman), drop cable (yaitu kabel yang dipasang pada suatu unit rumah tangga) dan perangkat terminal elektronik seperti VCR, modem dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8IMfIcsqI/AAAAAAAAACg/BTaz93uizhE/s1600-h/02.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 280px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8IMfIcsqI/AAAAAAAAACg/BTaz93uizhE/s320/02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381529090339418786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat operasi transmisi disebut headend. Headend ini menerima sinyal dari stasiun televisi lokal maupun satelit, kemudian diproses dan ditransmisikan kepada pelanggan melalui kabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan teknologi baru, cable modem atau modem kabel menjadi salah satu perangkat penting. Modem kabel ialah perangkat yang menghubungkan jaringan TV kabel sehingga pelanggan dapat menerima dan mengirim data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instalasi jaringan TV kabel pada suatu unit rumah tangga digambarkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8KJPiUZ8I/AAAAAAAAACw/PB1WARvAeTE/s1600-h/03.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 221px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8KJPiUZ8I/AAAAAAAAACw/PB1WARvAeTE/s320/03.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381531233636607938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua struktur jaringan TV kabel yang banyak diterapkan. Yang pertama tree and branch system. Pada sistem ini, sinyal ditransmisikan sepanjang trunk cable melalui cabang-cabang dan sub-sub cabang. Setiap pelanggan menggunakan converter / decoder yang berfungsi untuk memilih frekuensi. Perangkat ini dipasang diantara jaringan kabel dan perangkat televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8KTH_ySYI/AAAAAAAAAC4/Ju_EpIAQOKU/s1600-h/04.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 165px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8KTH_ySYI/AAAAAAAAAC4/Ju_EpIAQOKU/s320/04.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381531403411409282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ini kurang ekonomis karena harus tersedia perangkat decoder yang mahal. Sistem ini juga memiliki keterbatasan potensi seandainya ada fitur-fitur tambahan di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pada struktur jaringan yang kedua - yaitu switched-star system – sinyal didistribusikan melalui trunk cable dari headend ke sejumlah local center (hub). Di sini terdapat router yang dapat memperlancar lalu lintas transmisi jika suatu waktu sistem terganggu. Transmisi dari headend ke local center menggunakan kabel serat optik. Kemudian, transmisi diteruskan ke district center yang mengubungkan sekira 1.000 pelanggan. Transmisi menggunakan kabel koaksial. Dari sini transmisi diperluas menjadi beberapa bagian yang menghubungkan antara 150 hingga 300 pelanggan. Amplifier atau booster digunakan untuk memperluas sinyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8KhPW4hqI/AAAAAAAAADA/7Ne8xpm6QzI/s1600-h/05.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 229px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8KhPW4hqI/AAAAAAAAADA/7Ne8xpm6QzI/s320/05.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381531645905503906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ini memiliki beberapa keunggulan antara lain performance yang lebih baik dan pemeliharaan yang lebih efisien. Sistem ini juga bersifat adaptable dan fleksibel jika suatu waktu dilakukan upgrade dan penambahan fitur-fitur lain. Pada sistem tree and branch, setiap rumah harus terdapat amplifier sedangkan pada sistem switched-star terjadi pengurangan sejumlah amplifier. Teknologi kabel serat optik juga lebih mudah diterapkan pada sistem ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sistem TV kabel menggunakan kabel sebagai sarana transmisi, maka bandwith menjadi hal yang penting. Bandwith adalah lebar frekuensi band pada suatu transmisi sinyal. Semakin besar bandwith suatu kabel maka semakin banyak informasi yang dapat ditransmisikan. Jadi, semakin kompleks informasi akan semakin besar kebutuhan bandwith pada kabel untuk mentransmisikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya televisi membutuhkan kabel yang dapat mentransmisikan data minimum 100 Mbps (mega byte per second). Di bawah ini adalah kebutuhan bandwith dari masing-masing bentuk layanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8K1l_ciiI/AAAAAAAAADQ/urzAoQhtwGw/s1600-h/tabel01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 138px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8K1l_ciiI/AAAAAAAAADQ/urzAoQhtwGw/s320/tabel01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381531995578599970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.2. Teknologi Hybrid Fibre-Coax (HFC) dan Modem Kabel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kabel HFC merupakan teknologi baru dalam sistem jaringan TV kabel yang merupakan kombinasi antara kabel koaksial dan kabel serat optik. Kabel ini tersusun atas simpul-simpul optik yang mampu menghubungkan 1.000 pelanggab. Penggunaan kabel HFC memungkinkan transmisi sinyal channel televisi yang lebih banyak serta kemampuan transmisi dua arah dimana pelanggan dapat memanfaatkan layanan internet dan interactive-TV (i-TV). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8KqMklrGI/AAAAAAAAADI/i7Pvyu5k2ms/s1600-h/06.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 193px; height: 248px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8KqMklrGI/AAAAAAAAADI/i7Pvyu5k2ms/s320/06.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381531799776504930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, sebuah instrumen baru yaitu modem kabel diperlukan untuk mengakses content layanan multimedia dalam suatu jaringan TV kabel dengan kecepatan tinggi. Modem merupakan singkatan dari modulator-demodulator. Modulator berfungsi menerjemahkan data dari digital ke analog sehingga bisa ditransmisikan, sedangkan demodulator sebaliknya menerjemahkan data dari analog ke digital. Kecepatan akses modem kabel berkisar antara 3 hingga 56 Mbps. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah tabel perbandingan kecepatan akses modem kabel dengan modem jenis lainnya untuk mengakses sebuah image sebesar 1 Mb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8LEuyqrmI/AAAAAAAAADY/5tIkgAPJcS8/s1600-h/tabel02.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 107px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8LEuyqrmI/AAAAAAAAADY/5tIkgAPJcS8/s320/tabel02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381532255638957666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transmisi melalui modem kabel adalah yang paling efisien. Jika dibandingkan dengan ISDN (Integrated Service Digital Network) 64 Kbps untuk mengakses image sebesar 1 Mb saja kecepatan aksesnya bisa 100 kali lebih cepat.&lt;br /&gt;Sedangkan jika masing-masing modem mengakses suatu klip audio atau video sebesar 5 Mb dengan durasi sekira 1,5 menit, maka kecepatan transmisinya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8LMgpF4nI/AAAAAAAAADg/3wI2xNTkcxE/s1600-h/tabel03.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 111px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8LMgpF4nI/AAAAAAAAADg/3wI2xNTkcxE/s320/tabel03.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381532389279654514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.3.Aplikasi sistem TV kabel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sistem TV kabel terutama dengan menggunakan teknologi kabel HFC memungkinkan tersedianya berbagai bentuk layanan. Telah disinggung di bagian awal mengenai fase perkembangan sistem TV kabel, bahwa saat ini merupakan fase keempat perkembangan dimana transmisi sinyal siaran televisi hanya merupakan salah satu layanan dari sejumlah layanan yang diberikan kepada pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 24 jam nonstop pelanggan selain disuguhi tayangan dari puluhan stasiun televisi baik lokal dan internasional, juga dapat menikmati fasilitas / layanan lainnya seperti akses internet melalui komputer dengan kecepatan tinggi. Melalui internet – cukup dengan mendaftarkan diri ke salah satu ISP (Internet Service Provider) - pelanggan dapat menjelajah world wide web, chatting dan mengirim e-mail. Melalui fasilitas i-TV, pelanggan dapat melakukan chatting antar pelanggan TV kabel, mengirim SMS ke telepon seluler dan bermain games interaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kepentingan bisnis, pelanggan dapat mengirimkan data-data dalam kapasitas yang besar kepada kliennya. Melalui sistem TV kabel, seseorang juga dapat bekerja di rumah. Hasil pekerjaan seluruhnya dapat ditransfer dari rumah ke kantor atau tempat dimana ia bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan pendidikan, seorang siswa dapat mengakses sumber-sumber yang berkaitan dengan topik yang ia butuhkan secara lebih efisien. Aplikasi TV kabel tidak hanya diterapkan di rumah, namun juga di sekolah. Para guru dapat memperoleh sumber yang lebih bervariasi. Layanan informasi umum yang disediakan content provider juga bermanfaat bagi pelanggan. Pelanggan dapat mengakses informasi mengenai ramalan cuaca, informasi tagihan-tagihan, informasi perbankan, daftar alamat atau direktori hingga informasi produk-produk baru dari suatu retailer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak keuntungan yang diperoleh melalui sistem TV kabel. Untuk melanggannya juga relatif terjangkau apalagi jika dikaitkan dengan sejumlah fitur dan layanan yang yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, ada pula kelemahan aplikasi sistem TV kabel. Diantaranya wilayah ketersediaan yang terbatas karena tidak semua wilayah bisa dijangkau oleh sistem ini. Bagi operator penyelenggara sistem, investasi untuk pembangunan infrastruktur kabel masih sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gatot Tri R.&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-4910240594979101297?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/4910240594979101297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/teknologi-tv-kabel.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/4910240594979101297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/4910240594979101297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/teknologi-tv-kabel.html' title='Teknologi TV Kabel'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq8FZPy7PVI/AAAAAAAAACA/UjflqHS1wJk/s72-c/Top.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-7134120571014133504</id><published>2009-09-11T20:39:00.000-07:00</published><updated>2009-09-13T18:55:36.483-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ufologi'/><title type='text'>Charles Fort: Sang Legenda Ufologi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq2iixax-hI/AAAAAAAAABo/KK6u_h4SUS4/s1600-h/fort.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 159px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq2iixax-hI/AAAAAAAAABo/KK6u_h4SUS4/s200/fort.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381135848042527250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam ufologi, kita mengenal banyak figur penting antara lain: J. Allen Hynek, Jenny Randles, Jacques Vallee, Budd Hopkins, dan banyak lagi. Namun ada salah satu figur yang mungkin kurang begitu dikenal dalam ufologi, yang sebenarnya punya peran besar dalam perkembangan ufologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah Charles Fort. Sejak usia muda, pria bernama asli Charles Hoy Fort ini melakukan banyak penyelidikan atas kasus-kasus UFO dan fenomena aneh lainnya yang ia tuangkan di dalam sejumlah buku-bukunya. Ia disebut-sebut sebagai “Bapak Ufologi” karena pengaruhnya yang amat besar dalam perkembangan ufologi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Charles Fort  telah menulis tentang UFO jauh sebelum Kenneth Arnold yang menyaksikan formasi piring terbang yang melintas di atas Washington, Amerika Serikat.. Ia juga berada jauh di depan Erich von Daniken dan Zecharia Sitchin dalam melakukan studi terhadap peninggalan peradaban kuno di masa lalu yang mendasari munculnya hipotesis paleocontact yang menyatakan bahwa Bumi sebenarnya telah dikunjungi oleh makhluk dari luar angkasa sejak masa lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir di Albany, New York, Amerika Serikat, pada 16 Agustus 1874, putra pasangan Charles Nelson Fort dan Agney Hoy ini ketika kecil sangat menyenangi sains, gemar mengoleksi telur burung, serangga dan batu-batuan. Ketika ditanya oleh sang kakek hendak menjadi apa ketika besar nanti, dengan tangkas ia menjawab: "Menjadi peneliti alam!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menginjak usia 17 tahun, Charles Fort menjadi reporter New York Democrat di Albany sekaligus menulis untuk Brooklyn World, sebuah media di kota New York. Pada tahun 1892, setelah sang kakek wafat, ia memutuskan tinggal di kota New York dan menjadi reporter di Brooklyn World. Sejak berada di kota ini, Charles Fort mulai menaruh minat pada fenomena UFO. Kasus pertama yang ia tulis ialah kasus Morris A. Veeder di Lyons, New York, dimana selama beberapa bulan, muncul cahaya yang aneh melayang di langit Lyons selama musim dingin. Termasuk pula peristiwa munculnya bola-bola orbs yang berkilauan di utara New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 1893, ia mulai melakukan perjalanan manca negaranya yang pertama, yaitu ke Kanada, Inggris dan Afrika Selatan. Ketika berada di Afrika Selatan pada tahun 1895, kabarnya ia meliput kasus munculnya UFO berbentuk bulat di atas kota Capetown. Perjalanan yang ia lakukan membuatnya memiliki hingga 40 ribuan catatan peristiwa atau fenomena aneh, termasuk fenomena UFO – yang sayangnya karena depresi akibat naskah bukunya selalu ditolak, puluhan ribu catatan itu ia hancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charles Fort pada akhirnya sukses menulis sejumlah buku. Buku-bukunya mengulas hal yang berbeda dengan topik sains mainstream pada masa itu. Buku-buku yang ia tulis yaitu: “The Book of the Damned” (1919), “New Lands” (1923), “Lo !” (1931) dan “Wild Talents” (1932). Sebenarnya ia menulis lebih banyak buku lagi terutama fiksi. Ia menulis sepuluh novel dalam bentuk komik, sayangnya hanya satu judul yang pernah diterbitkan, yaitu “The Outcast Manufacturers”, pada tahun 1906. Meski dinilai bagus, buku ini kurang sukses di pasaran. Sementara sembilan naskah lainnya dikabarkan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-bukunya lumayan mengejutkan dunia karena membeberkan ratusan fenomena seperti: UFO, artifak dari jaman prasejarah yang aneh, bigfoot, yeti, monster di danau, precognition atau ramalan, psikokinesis, dan lain-lain, termasuk memperkenalkan istilah teleportasi yang kemudian banyak digunakan dalam naskah fiksi ilmiah. Salah satu informasi yang ada dalam buku “The Book of the Damned” ialah tentang munculnya sebuah kota yang melayang sepanjang siang hari di atas wilayah Loudonville, Ohio. Sejumlah orang menyebutnya sebagai Yerusalem Baru, sementara lainnya berpendapat bahwa kota melayang itu itu mirip dengan kota Sandusky. Fort memberikan komentar bahwa mungkin saja surga itu seperti kota Sandusky, dan barang siapa yang tidak ingin pergi ke kota Sandusky mesti mempertimbangkannya untuk ke sana. Memang gaya tulisan dalam bukunya mengandung nada humor khas Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1912, ia menulis buku berjudul “X” yang di salah satu bagiannya memuat pernyataannya bahwa Bumi telah dikendalikan oleh orang-orang Mars. Disusul tahun 1916 dengan naskah lainnya berjudul “Y” yang menjelaskan tentang sebuah ras yang tinggal di Kutub Selatan yang mempengaruhi peradaban manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sukses menulis buku, ia bukannya tidak menuai kritikan. Bahkan kritikan bernada sinis ia terima dari sejumlah figur terkenal, misalnya H.G. Wells (penulis “The War of the Worlds”) yang menyebut ia sebagai penulis paling membosankan dan menulis buku seperti seorang pemabuk. Pengkritik lainnya, H.L. Mencken juga menyebut Charles Fort sebagai orang bodoh yang tidak menguasai sains, khususnya biologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski menuai kritikan pedas, Charles Fort juga memiliki banyak figur yang mendukungnya. Karya-karyanya mendorong lahirnya komunitas yang sealiran dengan pemikirannya. Mereka menamakan dirinya sebagai Fortean Society, didirikan oleh rekannya sesama penulis, Tiffany Thayer. Istilah fortean atau forteana kini digunakan untuk menyebut sesuatu hal atau fenomena aneh. Diantara “pengikut” Charles Fort terdapat nama-nama sastrawan, pemikir dan tokoh terkemuka Amerika Serikat, antara lain: sang sahabat Theodore Dreiser, John Cowper Powys, Sherwood Anderson, Clarence Darrow dan Booth Tarkington. Loren Coleman, ahli cryptozoology, yang menulis buku “The Unidentified” dan “Mysterious America” sangat memuja Charles Fort dan mendedikasikan bukunya kepada sang legenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam budaya populer, karya-karya Fort memberi inspirasi sangat besar bagi sejumlah penulis terkenal. Konon karya-karya Stephen King seperti “It” dan “Firestarter” diilhami oleh ide-ide Charles Fort. Salah satu karya penulis Robert Anton Wilson, “The Inquisition”, yang terbit tahun 1986, begitu kuat dipengaruhi oleh pemikiran Charles Fort. Begitu pula novelis dan cerpenis Caitlin R. Kiernan yang menulis kumpulan cerpen berjudul “To Charles Fort With Love” (tahun 2005) dan “The Little Damned Book of Days” (terbit tahun 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charles Fort menikah dengan kawan masa kecilnya, Anna Filing, di New York pada tahun 1896 dan tidak dikaruniai anak. Ia wafat pada 3 Mei 1932 dalam usia 57 tahun karena penyakit kanker, tiga minggu setelah karyanya yang berjudul “Wild Talents” ia kirimkan kepada penerbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gatot Tri R. - BETA-UFO Edisi 15 Tahun 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-7134120571014133504?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/7134120571014133504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/charles-fort-sang-legenda-ufologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/7134120571014133504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/7134120571014133504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/charles-fort-sang-legenda-ufologi.html' title='Charles Fort: Sang Legenda Ufologi'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sq2iixax-hI/AAAAAAAAABo/KK6u_h4SUS4/s72-c/fort.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-4954389584594908870</id><published>2009-09-11T20:08:00.000-07:00</published><updated>2009-09-13T19:05:35.197-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan hidup'/><title type='text'>Hutan Indonesia: Mengupas Problematika, Menggagas Solusi, Demi Hutan Lestari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqsc5HpGOXI/AAAAAAAAABg/Jm7qSzAebPg/s1600-h/jungle1b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 130px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqsc5HpGOXI/AAAAAAAAABg/Jm7qSzAebPg/s200/jungle1b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380425947453733234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;oleh: Gatot Tri R.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Persoalan kehutanan di Indonesia ibarat masalah yang tiada kunjung menemui solusi. Di satu sisi eksploitasi hutan menyumbang devisa yang signifikan bagi pembangunan, sedangkan di sisi lain ialah ancaman degradasi lingkungan hutan akibat deforestasi. Seperti kita ketahui bersama, Indonesia menjadi sorotan dunia karena merupakan negara dengan laju deforestasi terbesar di dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Prasetyo (2004), mengutip data dari FWI/GFW tahun 2002 dan Holmes (2002), menginformasikan bahwa terjadi penyusutan areal hutan di Indonesia yang luar biasa besar dari 162,3 juta hektar di tahun 1950 menjadi sekira 105 juta hektar di tahun 2000. Data dari Departemen Kehutanan menyebutkan bahwa dalam kurun waktu antara tahun 2000 hingga 2005, lebih dari lima juta hektar hutan Indonesia musnah. Pada rentang tahun-tahun sebelumnya, yakni tahun 1985 hingga 1997, tercatat 1,6 juta hektar hutan lenyap setiap tahunnya, sedangkan tahun 1997 hingga 2000, sebanyak 3,8 juta hektar hutan telah musnah. (Media Indonesia, Kamis 5 Juni 2008, hlm. 5).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Indonesia - yang tinggal memiliki sekira 28% hutan primernya memang pantas menjadi sorotan dunia. Ini karena hutan Indonesia merupakan paru-paru dunia kedua terbesar di dunia setelah Brasilia – negara di Amerika Selatan yang juga mengalami persoalan yang sama dengan Indonesia. Begitu banyak persoalan kehutanan Indonesia yang demikian pelik, upaya pelestariannya seakan tidak sebanding dengan laju permasalahan yang terjadi. Ancaman kemusnahan kekayaan flora dan fauna di hutan Indonesia seakan tinggal menunggu waktu saja. Bahkan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), sebuah lembaga yang berfokus pada lingkungan hidup, berani memperkirakan bahwa pada tahun 2022 nanti hutan Indonesia akan musnah. (Media Indonesia, Kamis 5 Juni 2008, hlm. 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor kehutanan ibarat kembang gula yang menggiurkan. Ekspor kayu senilai milyaran dolar AS pernah menjadi primadona sumber daya alam Indonesia pada tahun 1960an dan 1970an sebelum akhirnya kebijakan migas menjadi tumpuan utama dalam pembangunan bangsa. Waktu itu begitu mudah dan cepatnya devisa diperoleh karena hamparan hutan Indonesia sangatlah luas. Sebagai informasi, Indonesia pernah mencicipi manisnya 41% market share kayu bulat dunia dan merupakan penghasil kayu bulat terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan Indonesia memang anugerah terbesar yang memberikan nilai ekonomi kepada bangsa. Namun deforestasi mengancam kekayaan biodiversitas di dalamnya. Hutan Indonesia selain kaya akan flora juga merupakan rumah bagi spesies fauna dunia yang sebagian hanya terdapat di Indonesia. Jika hutan musnah, kemana para satwa akan bernaung, atau bahkan mereka juga ikut punah karena kerusakan habitatnya? Darimana bahan obat-obatan dapat diperoleh, padahal sebagian besar bahan obat-obatan berasal dari spesies tanaman yang tumbuh di hutan. Bahkan mungkin saja hujan tidak akan pernah turun karena sebenarnya hutan merupakan samudera daratan dimana hutan-hutan mensuplai air ke udara untuk diterima oleh awan yang kemudian menurunkan hujan. Lihat saja di padang pasir, tanpa hutan sangat sedikit curah hujan di sana. Hal ini ditulis Zon dalam Yatim (1992) bahwa tujuh persembilan bagian hujan yang turun di suatu kawasan berasal dari penguapan di daratan, yakni dari hutan, sisanya berasal dari lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deforestasi juga mengancam keselamatan warga yang tinggal di sekitar hutan karena tanah bekas penebangan rawan longsor. Sudah banyak bencana tanah longsor merenggut banyak nyawa saudara-saudara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deforestisasi membuat keseimbangan alam menjadi terganggu akibat ulah sebagian manusia yang tidak bertanggung jawab demi meraup keuntungan sendiri tanpa mempertimbangkan akibat yang terjadi di kemudian hari. Sejumlah aktivitas dituding menjadi penyebab deforestasi. Pertama, pembukaan lahan baru untuk perkebunan atau pertanian skala besar untuk Hutan Tanaman Industri atau HTI. Konversi lahan hutan ke perkebunan ini banyak terjadi di hutan-hutan di Sumatera, Kalimantan hingga Papua. Adanya peningkatan permintaan komoditas perkebunan baik di Indonesia dan dunia mendorong kebutuhan lahan yang luas dan ini tidak dapat dihindari. Pada akhirnya pembukaan hutan merupakan jalan satu-satunya. Sayangnya, temuan Institut Studi Arus Informasi (2008) justru memperparah kondisi hutan di Indonesia. Mereka menemukan bahwa ada banyak pengusaha mengajukan permohonan izin pembangunan HTI dan perkebunan hanya sebagai dalih untuk mendapatkan keuntungan besar dari Izin Pemanfaatan Kayu atau kayu IPK di areal hutan alam yang dikonversi. Ternyata setelah “mereguk manisnya” hutan, mereka tidak melakukan penanaman kembali sehingga jutaan hektar lahan menjadi terlantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu penyebab lainnya ialah adanya sejumlah korporasi pemegang HPH atau Hak Pengusahaan Hutan yang terkesan kurang menaati peraturan yang ada. Terjadi penyalahgunaan HPH dimana pihak korporasi pemegang HPH melakukan penebangan di luar area yang telah ditetapkan bahkan sebagian merambah kawasan hutan lindung. Ada pula yang menebang lebih banyak dari yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Mereka juga tidak melakukan forestasi di lahan hutan yang telah mereka balak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor penyebab deforestasi lainnya ialah kebakaran hutan. Setiap tahun kebakaran hutan melanda hutan-hutan di Indonesia. Bahkan persoalan ini meluas ke sejumlah negara tetangga kita di Asia Tenggara terutama Malaysia dan Singapura yang “menerima” terpaan asap tebal yang menyesakkan dari kebakaran hutan di Indonesia. Kebakaran hutan biasanya terjadi pada musim kemarau dan bisa disebabkan oleh alam dan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data dari Setyanto dan Dermoredjo dalam Pasaribu dan Friyatno menunjukkan bahwa kebakaran hutan paling besar di Indonesia terjadi sebanyak lima kali dalam kurun waktu antara 1966-1998, yakni tahun 1982-1983 dengan luas hutan yang terbakar 3,5 juta hektar, lalu tahun 1987 (49.323 hektar), tahun 1991 (118.881 hektar), tahun 1994 (161.798 hektar) dan 1997-1998 (383.870 hektar). Sementara data Departemen Kehutanan menunjukkan bahwa pada tahun 1999 terjadi kebakaran yang cukup luas di lahan hutan seluas 44.050 hektar. Juga pada tahun 2000 terjadi kebakaran di lahan hutan seluas 35 ribu hektar lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar faktor alamiah, studi dari CIFOR dan WALHI pada tahun 2006 dalam Pasaribu dan Friyatno (2008) mengemukakan bahwa penyebab kebakaran hutan dan lahan berkaitan langsung dengan perilaku pihak berkepentingan yang menginginkan percepatan penyiapan lahan atau land clearing guna persiapan penanaman komoditas perkebunan. Selain itu sistem pertanian tradisional warga lokal yang berpindah-pindah juga menjadi salah satu penyebabnya karena mereka memiliki kebiasaan bercocok tanam secara berpindah-pindah. Sayangnya para petani tradisional ini justru dituding oleh sejumlah pihak sebagai biang dari setiap kebakaran hutan. Padahal mereka sudah melakukan sistem tanam secara gilir balik ini selama ratusan tahun. Hasil studi menemukan bahwa para petani tradisional ternyata “hanya” menyumbang “partisipasi” sebanyak 20% sebagai penyebab kebakaran hutan (Pasaribu dan Friyatno, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor pertambangan juga turut andil dalam deforestasi. Sebagian proyek pertambangan berada di areal hutan sehingga para korporasi pertambangan perlu membuka lahan hutan guna eksploitasi bahan tambang. Pada tahun 1999, pemerintah mengeluarkan UU No 41 tahun 1999 yang membuat sejumlah industri pertambangan terusik lantaran eksploitasi alam yang mereka lakukan berada di dalam kawasan hutan lindung. Padahal ada sekira 150 proyek pertambangan yang saat itu menguasai 11,4 juta hektar lahan hutan, bahkan 34 diantaranya sudah memasuki tahap eksploitasi. Persoalan ini sempat pelik karena sejumlah investor (sebagian dari luar negeri) telah menanamkan dananya hingga ratusan juta dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pembalakan liar atau illegal logging juga turut andil dalam deforestasi. Tacconi et.al dalam Prasetyo (2004) mengemukakan bahwa kontribusi pembalakan liar terhadap deforestasi belum diketahui secara pasti namun dapat diperkirakan bahwa sekira 2,5 juta hektar hutan telah dieksploitasi secara ilegal. Bahkan menurut Smith et.al dalam Prasetyo (2004), praktek pembalakan liar sangat merajalela dan melibatkan korupsi didalamnya. Menurut kajian Tropical Forest Management Project  pada tahun 1999, harga kayu hasil pembalakan liar jauh lebih murah daripada pembalakan resmi karena pelakunya mengeluarkan biaya operasional yang relatif lebih rendah dan tidak membayar pajak. Namun sebenarnya yang paling dikhawatirkan ialah bahwa pada umumnya para pembalak liar ini hanya mementingkan eksploitasi hutan sebanyak-banyaknya tanpa mempedulikan kelestarian hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan hutan di Indonesia memang carut marut, namun bukan mustahil dapat dicari solusinya. Perlu digalakkan upaya-upaya yang konsisten dan berkelanjutan untuk menekan laju deforestasi di Indonesia menuju kelestarian hutan yang dicita-citakan. Jangan sampai warisan alam yang tiada taranya ini musnah sebagaimana yang dikhawatirkan oleh WALHI. Lalu bagaimana upaya-upaya yang harus dilakukan agar laju deforestasi dapat ditekan serta agar hutan kita tetap lestari sehingga kelak kita dapat mengembalikan pinjaman tak ternilai ini kepada anak cucu kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga aspek penyelamatan hutan Indonesia agar tidak tergerus oleh laju deforestasi yang makin cepat. Pertama ialah aspek yang berkaitan dengan hukum dan pemerintahan, kedua aspek yang berkaitan dengan lingkungan, dan ketiga aspek yang berkaitan dengan edukasi kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek pertama yaitu dengan penegakan hukum dan pemerintahan secara tegas melalui good forest governance. Mayers et.al dalam Prasetyo (2004) mengemukakan lima hal yang disebut piramida good forest governance yang bisa digunakan sebagai instrumen untuk mengevaluasi pencapaian Pengelolaan Hutan Lestari atau PHL. Kelima hal tersebut ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Peran, dimana terdapat peran dari para stakeholder dan institusi dalam kerangka negosiasi penggunaan lahan dan hutan.&lt;br /&gt;2.Kebijakan PHL, dimana tersedianya kebijakan atau peraturan yang mendukung PLH, meliputi visi peran dan struktur dari institusi dalam sektor kehutanan yang dituangkan secara tegas dalam kebijakan dan undang-undang&lt;br /&gt;3.Instrumen, yaitu adanya instrumen untuk insentif dan disinsentif yang mendorong stakeholder untuk melaksanakan PHL. Termasuk disini ialah regulasi.&lt;br /&gt;4.Promosi, yaitu adanya promosi PHL kepada konsumen.&lt;br /&gt;5.Verifikasi, dimana tersedia alat verifikasi PHL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima hal tersebut, menurut Prasetyo, ditopang oleh pondasi – yang merupakan prasyarat yang mempengaruhi good forest governance - dimana pondasi tersebut tidak berada dalam kontrol sektor kehutanan yang meliputi dasar-dasar demokrasi, hak asasi manusia serta peraturan perundangan yang diterima dan dilaksanakan oleh masyarakat. Karena itu segala kebijakan yang dibuat harus berpihak kepada kelangsungan ekonomi, serta menjaga aspek sosial sekaligus kelestarian lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan mindset juga sangat perlu terutama dari para aparatur dan kalangan terkait termasuk pengusaha pemegang HPH, HTI hingga masyarakat, bahwa penerapan good forest governance ini akan membawa dampak signifikan terhadap kelestarian hutan di masa mendatang. Jika masing-masing pihak sudah tahu aturan mainnya, memahami regulasinya, jujur mengemban amanah serta sadar akan tanggung jawabnya dalam melestarikan hutan, maka tidak akan ada yang dirugikan. Jika terjadi kasus tertentu, maka penegakan hukum juga harus secara benar, jujur, bermoral, berhati nurani dan adil. Ini berlaku bagi semua elemen aparatur yang terkait yaitu instansi kepolisian, kejaksaan, serta kehakiman (Awang, 2003:187).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi berkaitan dengan aspek lingkungan yakni melakukan rehabilitasi dan konservasi hutan. Hal ini mutlak dilakukan. Pemerintah, dalam hal ini Departemen Kehutanan beserta instansi atau lembaga terkait, perlu melakukan pemetaan lahan hutan secara berkala. Pemetaaan lahan hutan sangat penting bagi fungsi pengawasan agar tidak semakin banyak lahan hutan yang terkonversi, menjadi kritis atau bahkan rusak. Peta hutan hasil pemetaan merupakan sumber data primer yang akurat, dan ini berkaitan dengan kebijakan rehabilitasi dan konservasi hutan. Melalui peta hutan dapat diketahui lahan hutan mana saja yang perlu direhabilitasi dengan segera. Baru-baru ini tersiar kabar bahwa Departemen Kehutanan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) bekerja sama melakukan pemetaan hutan produksi konversi yang telah beralih menjadi lahan perkebunan untuk membantu dalam pembagian lahan hutan, termasuk yang diajukan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi / Kabupaten (RTRWP/K) (bisnis.com, 6 Agustus 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan para petani lokal yang berpindah-pindah tempat dalam bertanam perlu dihentikan karena di masa mendatang aktivitas ini pasti akan meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Karena itu penduduk yang melakukan kebiasaan ini harus mulai diajarkan pendaurulangan kandungan hara dalam tanah sehingga tanah tetap subur. Penggunaan pupuk hijau atau pupuk dari kotoran hewan perlu diajarkan kepada mereka (Arief, 1994:136). Pertanian agroforestry juga perlu digalakkan, dimana kegiatan pertanian digabungkan dengan peternakan dan kehutanan sehingga akan meningkatkan taraf ekonomi penduduk tanpa harus berpindah lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi ketiga yaitu aspek edukasi kepada masyarakat juga harus dilakukan karena masyarakat perlu dan harus “melek hutan”. Masyarakat harus dibangun kepeduliannya, harus dibangun kesadarannya akan pentingnya melestarikan hutan. Edukasi dapat dilakukan dengan berbagai cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edukasi pelestarian hutan lewat pendidikan formal pernah dilakukan oleh The South and Central Kalimantan Production Forest Project (SCKPFP) pada tahun 2001 lalu. Dengan dana dari Komisi Eropa dan Pemerintah RI, SCKPFP mengadakan program pelestarian hutan di sejumlah sekolah di Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan dengan mengintegrasikan pendidikan pelestarian hutan ke dalam kurikulum muatan lokal. Program ini terwujud berkat kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Tujuan program ini adalah untuk menciptakan pemahaman dan kesadaran masyarakat lokal yang tinggal di dalam dan di sekitar hutan atau yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya hutan, untuk mencegah kerusakan hutan serta untuk melestarikan sumber daya hutan di daerah masing-masing. Sejumlah sekolah yang terlibat telah mengimplementasikan program tersebut pada tahun ajaran 2001/2002, sebagian lainnya menerapkannya pada tahun ajaran 2002/2003. Program ini perlu dilakukan di semua wilayah di Indonesia agar generasi muda kita kelak dapat menjadi insan-insan pelestari hutan di daerahnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinergi antara pemerintah dengan media juga perlu dilakukan. Sebagian besar penduduk Indonesia hidup di lokasi yang jauh dari hutan dan tidak menyadari bahwa setiap tahunnya hampir dua juta areal hutan di negerinya mengalami degradasi. Menginformasikan kondisi hutan kepada seluruh masyarakat adalah penting untuk meningkatkan pengetahuan publik terhadap sektor kehutanan. Baru-baru ini salah satu stasiun televisi nasional mengadakan kompetisi film dokumenter yang pada tahun ini mengambil tema tentang lingkungan hidup. Film dokumenter yang menembus babak final ditayangkan sebagai mata acara khusus. Menurut rencana, penayangan juga akan dilakukan di layar bioskop untuk menjangkau pemirsa yang lebih luas dari berbagai kalangan. Program ini sangat baik dan sepatutnya stasiun televisi lainnya baik nasional dan lokal juga mengikuti langkah yang sama. Sinergi juga perlu dilakukan dengan koran nasional dan lokal agar informasi mengenai pelestarian hutan dapat sampai ke semua lapisan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nonaka dan Takeuchi (2004:49) mengemukakan bahwa pengetahuan memiliki keterkaitan dengan tiga hal. Pertama, pengetahuan menyangkut keyakinan (beliefs) dan komitmen (commitment). Kedua, pengetahuan menyangkut tindakan (action); dan ketiga, pengetahuan menyangkut pemahaman (meaning). Melalui media informasi maka seseorang akan mengetahui, memahami sekaligus melakukan tindakan yang perlu untuk menjaga kelestarian hutan. Dengan tingkat awareness atau kesadaran yang sama dan mumpuni di semua lapisan masyarakat, maka upaya pelestarian hutan yang optimal merupakan keniscayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, para rimbawan lulusan ilmu kehutanan juga sepertinya perlu menjalani penempatan tugas layaknya PTT seorang dokter di daerah terpencil yang dikelola oleh Departemen Kesehatan. Mereka menjalani masa tertentu tinggal di sekitar hutan, terutama di areal hutan kritis. Para rimbawan muda ini tentunya telah menguasai seluk-beluk sekaligus pelestarian hutan. Tugas di lapangan ini sesuai dengan apa yang telah mereka pelajari di bangku kuliah. Departemen Kehutanan bertindak sebagai pengelola program ini. Kepada mereka diberikan fasilitas serta imbalan memadai seperti rumah dinas, gaji bulanan, tunjangan-tunjangan, dan lain-lain termasuk kesempatan direkrut sebagai pegawai di Departemen Kehutanan atau di instansi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, hutan Indonesia harus dilestarikan. Bahkan hutan Indonesia berhak untuk lestari sebagaimana makhluk hidup lainnya. Kita semua mengemban tanggung jawab untuk melestarikan anugerah Tuhan yang luar biasa ini. Karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan menyelamatkan hutan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mari kita lestarikan hutan pemberian Tuhan yang tiada tara ini dengan cara apapun mulai dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar bacaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arief, Arifin. 1994. Hutan: Hakikat dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awang, San Afri. 2003. Politik Kehutanan Masyarakat. Yogyakarta: Kreasi Wacana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butler., Rhett A. [s.a.]. Strategi baru untuk melestarikan hutan tropis . Webpage: http://world.mongabay.com/indonesian/butler-laurance.html (diakses tanggal 22 Oktober 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jeda Tebang Hingga Beli Poho. 2008. Media Indonesia edisi Kamis, 5 Juni 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Kehutanan RI. 2006. Statistik Kehutanan Indonesia Tahun 2006. Webpage: http://www.dephut.go.id/Halaman/Buku-buku/2006/Statistik_06/Statistik_06.htm (diakses tanggal 30 Oktober 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dephut lakukan Pemetaan Hutan. 2008. Bisnis Indonesia Online edisi 6 Agustus 2008. Webpage: http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/agribisnis/1id72203.html (diakses tanggal 29 Oktober 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik Rusaknya Hutan Indonesia Bagian Pertama. 2003. Intip Hutan edisi April 2003. webpage: http://fwi.or.id (diakses tanggal 21 Oktober 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik Kerusakan Hutan Indonesia Bagian Kedua. 2003. Intip Hutan edisi Mei-Juli 2003. webpage: http://fwi.or.id (diakses tanggal 21 Oktober 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan Indonesia Musnah Pada 2022. 2008. Media Indonesia edisi Kamis, 5 Juni 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institut Studi Arus Informasi. 2008. Potret Buram Hutan Indonesia. webpage: http://fwi.or.id (diakses tanggal 30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan Hutan Indonesia Tak Sedahsat Periode 1997-2000. 2007. Sinar Harapan edisi 4 Mei 2007. webpage: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0705/04/sh02.html (diakses tanggal 21 Oktober 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nonaka, Ikujiro. Hirotaka Takeuchi. 2004. Theory of Organizational Knowledge Creation. Singapore: John Wiley &amp;amp; Sons (Asia), hlm. 47-90.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasaribu, Sahat M. Supena Friyatno. 2008. Memahami Penyebab Kebakaran Hutan Dan Lahan Serta Upaya Penanggulangannya: Kasus Di Provinsi Kalimantan Barat. SOCA – Jurnal Sosial-Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol.8 No.2 Juli 2008. webpage: http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/(11)%20soca-sahat%20pasaribu-kebakaran%20hutan(1).pdf (diakses tanggal 28 Oktober 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasetyo, Ferdinandus Agung. 2004. Sertifikasi Hutan di Indonesia dan Tantangan ke Depan. Makalah dalam Sarasehan nasional “Sertifikasi di Simpang Jalan: Politik Perdagangan, Kelestarian Sumberdaya Alam dan Pemberantasan Kemiskinan” . Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI), Jakarta 19 Oktober 2004. Webpage: http://www.lei.or.id/indonesia/files/kongres/Ferdinandus.pdf (diakses tanggal 29 Oktober 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Safitri, Myrna. 2006. Kepastian Hukum atas Penguasaan Kawasan Hutan: Mitos atau Realitas? Warta Tenure No.3 Oktober 2006. webpage: http://www.wg-tenure.org/file/Warta_Tenure/Edisi_03/Warta_Tenure_03c_kajian1_myrna.pdf (diakses tanggal 21 Oktober 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagala, APS. 1992. Memanfaatkan dan Melestarikan Hutan Produksi Indonesia, dalam Melestarikan Hutan Tropika: Permasalahan, Manfaat dan Kebijakannya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Penjarahan Hutan Nasional Bagian Pertama. 2003. Intip Hutan edisi Mei-Juli 2003. webpage: http://fwi.or.id (diakses tanggal 21 Oktober 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Penjarahan Hutan Nasional Bagian Kedua. 2004. Intip Hutan edisi Februari 2004. webpage: http://fwi.or.id (diakses tanggal 21 Oktober 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiawan, Benni. Selamatkan Hutan Indonesia. Surya Online edisi Sabtu, 1 Desember 2007. Webpage: http://www.surya.co.id/web/Opini/Selamatkan-Hutan-Indonesia.html (diakses tanggal 29 Oktober 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;South And Central Kalimantan Production Forest Project. 2002. Pengintegrasian Pendidikan Pelestarian Hutan Dalam Kurikulum Muatan Lokal: lembar Kerja No.7. webpage: http://www.dephut.go.id/HALAMAN/PDF/WP007%20Pengintegrasian%20Pendidikan%20Pelestari,%20Alfan%20S,Feb%2002%20(.pdf (diakses tanggal 22 Oktober 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subandriyo, Toto. 2006. Alam dan Kearifan Kita. Kompas edisi 4 Juli 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunderlin, William D. Ida Aju Pradnja Resosudarmo. 1996. Rates and Causes of Deforestation in Indonesia: Towards A Resolution of Ambiguities. Bogor: Center for International Forestry Research. Webpage: http://www.cifor.cgiar.org/publications/pdf_files/OccPapers/OP-09n.pdf (diakses tanggal 28 Oktober 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yatim, Wildan. 1992. Nasib Buruk Hutan Kita dan Usaha untuk Menanggulangi, dalam Melestarikan Hutan Tropika: Permasalahan, Manfaat dan Kebijakannya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zain, Alam Setia. 1998. Aspek Pembinaan Kawasan Hutan dan Stratifikasi Hutan Rakyat. Jakarta: Rineka Cipta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-4954389584594908870?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/4954389584594908870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/hutan-indonesia-mengupas-problematika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/4954389584594908870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/4954389584594908870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/hutan-indonesia-mengupas-problematika.html' title='Hutan Indonesia: Mengupas Problematika, Menggagas Solusi, Demi Hutan Lestari'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqsc5HpGOXI/AAAAAAAAABg/Jm7qSzAebPg/s72-c/jungle1b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-2314477540797102409</id><published>2009-09-11T19:54:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T20:47:38.763-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='astronomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil tokoh'/><title type='text'>Michio Kaku: Sang Penggiat Teori Superstring</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SqsP9jYgAXI/AAAAAAAAABQ/CvI9Co82Sjs/s1600-h/michio1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SqsP9jYgAXI/AAAAAAAAABQ/CvI9Co82Sjs/s200/michio1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380411729968628082" /&gt;&lt;/a&gt;Jagad raya yang maha luas menggelitik relung angan manusia: Dapatkah kita pergi ke sana? Mampukah kita mengarungi samudera bintang, singgah ke planet-planet, berkelana menembus galaksi tanpa butuh waktu lama? Mampukah kita?Jawabannya mungkin saja. Belakangan teori Isaac Newton direkonstruksi, teori Albert Einstein dibongkar lagi, berharap menemukan visi, bahwa jalan memintas galaksi, bahkan mungkin waktu, mungkin saja bisa diarungi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ilmuwan yang sangat concern terhadap kemungkinan masa depan manusia mewujudkan angan-angan itu ialah Michio Kaku. Warga Amerika Serikat keturunan Jepang ini lahir di Palo Alto, California. Ia adalah profesor di bidang Advanced Study di Universitas Princeton dan City University New York. Gelar B.S. dalam bidang fisika (summa cum laude) ia peroleh dari Universitas Harvard, lalu gelar Ph.D ia raih di Universitas California di Berkeley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan-pandangannya menarik sekaligus memberikan harapan. Ia salah satu dari segelintir ilmuwan bidang fisika yang serius mendalami Theory of Everything atau teori segalanya, yakni sebuah teori tunggal yang menggabungkan penjelasan ilmiah atas gravitasi, elektromagnetik dan dua kekuatan nuklir yaitu nuklir kuat dan nuklir lemah. Teori ini bisa diartikan sebagai penyatuan gaya kuantum dan gravitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori “&lt;em&gt;superstring&lt;/em&gt;” atau senar super yang ia kemukakan memperluas pernyataan Einstein bahwa alam semesta terdiri dari empat dimensi ruang dan waktu yang berkembang atau hyperspace. Kelengkungan ruang dan waktu menyebabkan adanya gravitasi. Ketika senar bergerak dalam ruang dan waktu, senar tersebut melintasi ruang dimana hal ini telah diperkirakan Einstein. Dalam bahasa sederhana, gravitasi dapat disatukan dengan kekuatan kuantum lainnya (dua kekuatan nuklir dan elektromagnetik). Cahaya, sebagai bagian dimensi ke-5 merupakan komponen senar lainnya yang jika empat gaya dasar dapat digabungkan, akan menjadi dimensi yang lebih besar, yakni 10 dimensi. Ini akan membantu dalam memahami persoalan tentang ruang dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai perjalanan menyeberangi waktu, salah satu teori yang juga dikupas oleh Michio Kaku ialah teori lubang cacing, suatu saluran yang digosipkan dapat membawa manusia melintasi ruang dan waktu. Seperti kisah novel “The Time Machine” karangan H.G Wells dimana manusia dapat melintasi masa. Ibarat terowongan, dua ujung lubang cacing terletak bersebelahan dalam ruang namun terpisah dalam waktu. Meski cukup membuat kening berkerut – karena itu artinya kita dapat kembali ke masa lalu, sementara waktu sendiri bersifat paradoks - teori ini bukannya ditabukan karena pernah dikemukakan oleh ilmuwan legendaris Sir Isaac Newton dan pernah pula diutak-atik oleh Einstein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan menembus galaksi juga bukannya hal yang jauh dari angan-angan manusia. Michio Kaku lebih meniliknya dari sisi daya yang digunakan karena perjalanan antar bintang membutuhkan energi luar biasa besar. Menurutnya, ini adalah hal pokok sebagaimana untuk menuju ke tempat lain dengan kendaraan bermesin, kita membutuhkan bahan bakar, misalnya bensin. Dalam konteks perjalanan di ruang angkasa, kebutuhan energi akan sangat besar, bahkan jika mesti ditempuh dengan lubang cacing sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Mendasarkan pada teori Nicolai Kardashev, seorang astrofisikawan Rusia, tentang tipe peradaban berdasarkan penggunaan energi, Michio Kaku mengemukakan tipe peradaban yang menggunakan sistem propulsi energi untuk mengarungi ruang angkasa yaitu: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tipe 0, dimana pada tingkat ini peradaban tersebut masih menggunakan bahan bakar kimia.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tipe I, pada tingkat ini telah digunakan mesin jet fusi berbahan bakar hidrogen yang merupakan salah satu elemen utama bintang dan planet. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tipe II, dimana peradaban tipe ini telah memanfaatkan teknologi anti materi dan robot teknologi nano Von Neumann dimana robot tersebut mampu mereplikasikan diri dan mampu menganalisa lingkungan di planet yang jauh dari jarak jauh.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tipe III, dimana peradaban telah menggunakan propulsi energi Planck yang memanfaatkan ruang dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Sayangnya menurut Michio Kaku, peradaban kita saat ini masih berada dalam tipe 0. Peradaban manusia sekarang masih perlu membakar sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati ribuan tahun lampau yang jika diaplikasikan ke perjalanan antariksa, perlu beberapa ratus atau ribu tahun untuk mencapai tingkat kebutuhan energi yang cukup guna mencapai tempat yang jauh di angkasa. Tentu saja hal ini mengundang rasa penasaran sebagian orang terutama jika dikaitkan dengan fenomena UFO yang diduga dikendalikan oleh makhluk ET berperadaban sangat canggih dan telah menguasai tipe energi di atas manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai akademisi, Michio Kaku cukup rajin menulis publikasi. Publikasi ilmiah yang ia hasilkan berupa buku teks (untuk tingkat doktoral, bukunya menjadi buku wajib) dan puluhan artikel yang tersebar di sejumlah jurnal ilmu fisika, mencakup teori superstring, teori supergravity, teori supersymmetry dan  teori hadronic physics. Selain menulis untuk kalangan akademisi, Michio juga piawai menulis buku sains populer. Salah satu bukunya berjudul “Visions, Hyperspace, and Parallel Worlds”, termasuk dalam daftar buku laris. Buku lainnya yaitu “Visions: How Science will Revolutionize the 21st Century”, serta “Beyond Einstein” yang ia tulis bersama Jennifer Thompson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sibuk berkutat di lingkungan akademis, Michio Kaku juga kerap muncul di sejumlah saluran televisi terutama tayangan sains populer. Ia salah satu narasumber yang mampu menterjemahkan bahasa ilmiah fisika yang sering bersifat teknis ke dalam pembahasan yang lebih mudah dipahami oleh pemirsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2005 ia tampil dalam sebuah film dokumenter berjudul “Obsessed &amp;amp; Scientific” yang membahas tentang kemungkinan manusia mengarungi perjalanan antar waktu. Lalu, ia tampil di saluran ABC dalam tayangan dokumenter berjudul “The UFO Phenomenon – Seeing Is Believing”. Tayangan ini mengulas fenomena UFO dan penculikan manusia oleh alien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2006, tayangan dokumenter empat jam di BBC-TV bertajuk “Time” yang ia bawakan menuai pujian dari sejumlah media London. Ini membuat ia didapuk oleh saluran Discovery Channel membawakan acara “2057”. Selain itu, sejumlah program dokumenter lainnya juga kerap menampilkan Michio Kaku sebagai salah satu narasumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tampil di televisi, Michio Kaku cukup rajin menyambangi pendengar radio. Ia pernah berbicara di WBAI-FM New York dalam program “Explorations" yang membahas tentang sains, peperangan, perdamaian dan lingkungan secara umum. Lewat jaringan Talk Radio Network di tahun 2006, ia menjadi narasumber program “Scientific Fantastic” yang tayang di 90 stasiun radio. Ia juga secara berkala hadir di acara “Coast to Coast AM” dimana ia banyak berbicara tentang berbagai hal antara lain: keamanan nuklir, peradaban, teori “string”, misi luar angkasa, kosmologi hingga SETI.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gatot Tri R. - BETA-UFO Edisi 14 Tahun 2009&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-2314477540797102409?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/2314477540797102409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/michio-kaku-sang-penggiat-teori.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/2314477540797102409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/2314477540797102409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/michio-kaku-sang-penggiat-teori.html' title='Michio Kaku: Sang Penggiat Teori Superstring'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SqsP9jYgAXI/AAAAAAAAABQ/CvI9Co82Sjs/s72-c/michio1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-5476715325271122030</id><published>2009-09-11T19:40:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T17:29:28.650-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi buku'/><title type='text'>Menyusuri Fakta Di Balik Migrasi TKI Ilegal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SqsbIGNwHnI/AAAAAAAAABY/ePIxSNomKfA/s1600-h/cover+buku+MEMBURU+RINGGIT+MEMBAGI+KEMISKINAN.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SqsbIGNwHnI/AAAAAAAAABY/ePIxSNomKfA/s200/cover+buku+MEMBURU+RINGGIT+MEMBAGI+KEMISKINAN.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380424005745385074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Permasalahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) seakan tiada habis. Masih hangat dibicarakan peristiwa puluhan ribu tenaga kerja ilegal asal Indonesia dipulangkan oleh pemerintah Malaysia karena dianggap penduduk gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan itu dilakukan menyusul mulai diterapkannya Undang-Undang Keimigrasian A 1154 Tahun 2002 pada tanggal 1 Agustus lalu. Sontak para TKI yang tidak memiliki dokumen sah (ilegal) menjadi incaran para “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;polis&lt;/span&gt;” Malaysia untuk dipulangkan ke daerah asalnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Puluhan ribu TKI ilegal tersebut, akhirnya kembali ke Indonesia. Mereka untuk sementara ditampung di Nunukan, sebuah kota kecil di perbatasan antara Kalimantan Timur bagian utara dan Malaysia Timur, yang penduduknya tiba-tiba bertambah hampir tiga kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan harapan yang dijumpai di Nunukan, malah derita mereka alami. Sebelumnya mereka berharap setiba di sana dapat mengurus berbagai dokumen yang disyaratkan. Ternyata tidak demikian. Tinggal di barak-barak penampungan dengan sarana dan fasilitas jauh dari memadai sementara keuangan semakin menipis. Kondisi sanitasi yang sangat memprihatinkan membuat mereka juga rentan terserang penyakit terutama anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harian Kompas melansir sekitar 60 orang meninggal dunia di tempat penampungan TKI. Sementara yang sakit dan pergi berobat mencapai 600 hingga 800 orang per hari. Sungguh suatu kondisi yang ironis mengingat selama ini mereka disebut-sebut sebagai “pahlawan devisa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan kali ini saja permasalahan mengenai TKI ilegal mengemuka. Pada 1997 tercatat 300.000 TKI ilegal di Malaysia diputihkan. Padahal saat itu terdapat sekitar 600.000 TKI ilegal di sana., sementara jumlah TKI legal 900.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyaknya jumlah TKI ilegal di Malaysia membuat pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan memulangkan sebagian dari mereka pada awal 2002. Keputusan tersebut diambil menyusul beberapa aksi kekerasan dan huru-hara yang cukup meresahkan, yang dilakukan oleh TKI pada kurun 1997 hingga 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik untuk dicermati ternyata banyak sekali TKI yang bekerja di Malaysia tanpa melalui jalur resmi (sah). Mereka bekerja di berbagai sektor, paling banyak di sektor perkebunan. Lainnya tersebar di sektor pertanian, industri, dan konstruksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan ialah mengapa mereka tertarik untuk bekerja di Malaysia dengan menempuh jalur di luar rel birokrasi yang ada? Fakta-fakta apa saja yang melatarbelakangi para pekerja migran tersebut ke Malaysia meski mereka tahu status mereka adalah ilegal? Serta mengapa isu-isu migrasi internasional seperti yang terjadi pada tenaga kerja asal Indonesia kurang tersentuh kebijakan regional negara berkaitan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini memaparkan akar permasalahan yang sebenarnya yang melatarbelakangi arus migrasi ilegal ke Malaysia, yang merupajan hasil penelitian Abdul Haris – master bidang kependudukan yang saat ini menjadi staf peneliti pada Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Gadjah mada Jogjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun masyarakat yang menjadi obyek penelitian adalah masyarakat Sasak di Kecamatan Masbagik, Lombok (Lombok merupakan “pengekspor” TKI terbesar selain Jawa Timur), apa yang menjadi perhatian peneliti mengenai mobilitas tenaga kerja ilegal ke Malaysia dapat ditemui pula pada masyarakat lain di Indonesia yang turut “mengirim” TKI ilegal. Ini karena adanya kesamaan akar permasalahan yang melatarbelakangi itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Haris menjelaskan, kurangnya kesempatan kerja di daerah asal menjadi penyebab utama arus migrasi ke daerah lain. Hal ini sesuai fakta yang ditunjukkan dari penelitian Michael P. Todaro pada tahun 1995 (hal. 56). Apalagi dengan jumlah penduduk yang besar sementara kesempatan kerja kecil membuat penduduk usia kerja di Masbagik memilih bermigrasi ke daerah lain. Negara Malaysia adalah tujuan utama masyarakat sasak karena upah yang diberikan jauh lebih besar, hingga delapan kali lipat daripada upah yang diperoleh jika bekerja di daerah asal! (tabel halaman 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya kemudahan prosedur dan iming-iming para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;taikong&lt;/span&gt; (calo tenaga kerja) membuat penduduk yang ebrminat bekerja di Malaysia lebih memilih jalur tidak resmi karena prosedurnya lebih cepat – mereka tidak perlu menunggu lama untuk berangkat – serta secara ekonomi biaya yang mereka keluarkan jauh lebih sedikit dibandingkan jika mengikuti jalur resmi. Padahal resiko yang dihadapi jauh lebih besar dibandingkan jika mengikuti prosedur resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, mengapa mereka dapat dengan mudah masuk ke Malaysia dan bisa bekerja di sana? Hal ini tidak lepas dari kenyataan adanya suatu jaringan terselubung migrasi ilegal atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;backdoor migration&lt;/span&gt; yang dilakukan para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;taikong&lt;/span&gt; baik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;taikong&lt;/span&gt; kampung, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;taikong&lt;/span&gt; desa, hingga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;taikong&lt;/span&gt; perbatasan. Lobi mereka pada pihak-pihak berwenang cukup kuat. Disebutkan, seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;taikong&lt;/span&gt; dapat melobi seorang kolonel angkatan laut di dekat perbatasan. Dengan membayar sejumlah uang kepada mereka, maka persoalan di perbatasan bukan menjadi masalah lagi (skema di hal. 106 secara rinci menjelaskan bagaimana alur migrasi ilegal ke luar negeri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini dibahas beberapa aspek yang saling berkaitan dalam upaya menjelaskan dan menawarkan solusi lebih lanjut dalam pengatasan kasus TKI ilegal serta perumusan kebijakan pembangunan secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun mengupas secara lengkap, namun ada kekurangan dalam buku ini yaitu tiadanya data yang lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;up to date&lt;/span&gt;. Jika buku ini diterbitkan menyusul terjadinya peristiwa pemulangan TKI ilegal dari Malaysia, sebenarnya dapat menyajikan data-data yang lebih aktual. Di samping itu, secara kaidah bahasa banyak kesalahan penulisan kata dalam buku ini yang cukup mengganggu pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebagai referensi untuk mengetahui fakta yang melatarbelakangi terjadinya arus mobilitas migran ilegal asal Sasak ke Malaysia, buku ini dapat memberikan wawasan kepada pembaca. Bagi pengambil kebijakan, buku ini juga layak untuk menjadi bahan pertimbangan karena menawarkan solusi positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Data Buku:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Judul buku: Memburu Ringgit Membagi Kemiskinan: Fakta di Balik Migrasi Orang Sasak ke Malaysia&lt;br /&gt;Penulis: Abdul Haris&lt;br /&gt;Penerbit: Pustaka Pelajar Yogyakarta, September 2002&lt;br /&gt;Tebal buku: 208 + x halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gatot Tri R.&lt;br /&gt;Surabaya News, Minggu 22 Desember 2002, halaman 4.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-5476715325271122030?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/5476715325271122030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/menyusuri-fakta-di-balik-migrasi-tki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/5476715325271122030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/5476715325271122030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/menyusuri-fakta-di-balik-migrasi-tki.html' title='Menyusuri Fakta Di Balik Migrasi TKI Ilegal'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/SqsbIGNwHnI/AAAAAAAAABY/ePIxSNomKfA/s72-c/cover+buku+MEMBURU+RINGGIT+MEMBAGI+KEMISKINAN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-6647563944575986580</id><published>2009-09-11T18:39:00.000-07:00</published><updated>2009-09-13T21:21:53.965-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ufologi'/><title type='text'>Hubungan Ufologi dan Sains</title><content type='html'>oleh: Gatot Tri R.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena UFO telah menarik perhatian selama bertahun-tahun. Laporan penampakan UFO datang dari seluruh penjuru dunia. Media massa lokal hingga internasional tak kurang mengupasnya. Sejak penampakan UFO oleh Kenneth Arnold pada Juni 1947 dan peristiwa (yang diduga) jatuhnya pesawat milik makhluk ET di Roswell 4 Juli 1947, terjadi peningkatan laporan penampakan UFO yang signifikan yang datang tidak hanya di Amerika Serikat (AS) namun juga dari berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, UFO terlebih ufologi selama ini sering dianggap sebagai dagelan. Padahal ada banyak saksi mata, ada kesaksian satu dengan yang lainnya yang sama, ada sejumlah bukti rekaman foto atau video. Bukti, adalah satu "syarat" diakuinya fenomena ini. Ufologi sebagai studi yang mempelajari fenomena ini belum mampu memenuhi syarat itu. Sehingga selamanya juga tidak akan pernah menjadi bagian dari ilmu pengetahuan. Namun, dengan kian meingkatnya laporan yang datang dari seluruh penjuru dunia, apakah kita akan menafikkan begitu saja kenyataan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UFO telah ada sejak dulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuat dugaan bahwa para makhluk ET telah tiba di Bumi dan mereka pernah menjalin hubungan dengan manusia pada ratusan bahkan ribuan tahun lampau. Gambaran mengenai itu terekam jelas pada sejumlah peninggalan kuno seperti lukisan pada dinding gua, pahatan relief, dan sejumlah peninggalan lainnya. Erich Von Daniken – astronom Swiss yang menaruh minat besar pada penelitian artifak dan peninggalan kuno masa lalu – memberikan teori bahwa sebenarnya entitas dari planet lain telah mengunjungi bumi berkali-kali di masa lalu. Profesor Robert Westcott – antropolog dari Drew University Madison, New Jersey, Amerika Serikat – sepakat dengan teori tersebut. Dalam bukunya “The Divine Animal” yang terbit tahun 1969, ia menyatakan bahwa entitas dari luar Bumi telah datang sekitar 10.000 tahun yang lampau. Tujuan mereka datang ke Bumi ialah untuk mengajarkan manusia membangun peradaban. Waktu itu manusia digambarkan sebagai makhluk yang primitif dan liar. Ketika mereka datang ke Bumi, manusia waktu itu menganggap mereka sebagai dewa. Para entitas asing itu berdiam di kedalaman laut dan mengawasi perkembangan peradaban manusia dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa “arsip alam” juga dapat dijumpai di sejumlah daerah di dunia. Piktograf dari jaman prasejarah ditemukan di sebuah gua di Capo Di Ponte di utara Italia, dijelaskan oleh Erich von Daniken sebagai sosok manusia yang mengenakan helm ruang angkasa. Lukisan serupa juga ditemukan di Rusia dan Afrika Utara. Lalu lukisan di salah satu gua di Australia yang dibuat oleh suku Aborigin yang menggambarkan sosok mirip manusia bertubuh tinggi besar berdiri di samping manusia-manusia Aborigin. Suku Aborigin kuno memang memiliki keyakinan bahwa roh Wondjika yang menciptakan planet Bumi datang dari dunia lain dengan mengendarai benda terbang. Begitu pula suku Dogon, salah satu suku di Mali, Afrika Barat, memiliki warisan lukisan jaman prasejarah yang menjelaskan bahwa pada ribuan tahun lalu mereka pernah dikunjungi oleh entitas asing dari luar angkasa yang datang untuk mengajarkan berbagai hal. Mereka menyebutnya sebagai Nommos, datang dari bintang Sirius. Nenek moyang orang Dogon tidak memiliki peralatan astronomi yang modern dan canggih, namun mereka memiliki pengetahuan yang baik tentang astronomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Nazca, Peru terdapat peninggalan arkeologi yang telah berusia ribuan tahun yang diduga adalah landasan wahana para alien di masa lalu. Di area itu juga terdapat lukisan yang digambar di atas tanah berukuran besar yang hanya bisa dilihat dari langit. Lukisan itu menggambarkan berbagai bentuk makhluk hidup di bumi seperti laba-laba, monyet, ikan hiu, dan lain-lain. Beberapa makhluk hidup yang dilukiskan di sana tidak terdapat di Peru namun tergambarkan di situ. Erich von Daniken berargumen bahwa pembuat lukisan itu pastilah bukan orang suku Nazca. Dengan luas lukisan yang sungguh menakjubkan, mencapai ratusan meter persegi, serta tingkat proporsionalitas gambar yang juga sangat baik, Erich Von Daniken berpendapat bahwa itu adalah hasil karya makhluk ET. Memang sulit untuk meyakini jika gambar itu dibuat oleh suku setempat di masa lalu mengingat teknologi mereka belum mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penampakan UFO, bukti eksistensi makhluk ET&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charles Fort, Bapak Ufologi, tidak sekali saja mendokumentasikan berbagai fenomena UFO dalam karya tulisnya. Laporannya mengenai penampakan UFO begitu menarik perhatian. Semasa Charles Fort hidup, istilah UFO memang belum dikenal. Namun laporannya merupakan rekaman berharga dalam mempelajari sisi historis fenomena yang kini disebut sebagai UFO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1947, pemerintah AS membentuk sebuah proyek untuk melakukan investigasi kasus-kasus penampakan UFO yang diberi nama Proyek Buku Biru. Sepanjang tahun 1947 hingga 1969, proyek tersebut mendata tak kurang dari 12.618 laporan penampakan UFO. Dari hasil investigasi disimpulkan bahwa 94,5% kasus UFO berhasil diidentifikasi. Apa yang tadinya dicurigai sebagai UFO ternyata adalah balon udara (sebanyak 14%), sebagian lagi disimpulkan sebagai gejala alam – termasuk di sini bentuk awan yang menyerupai pesawat UFO atau pun meteor yang jatuh ke bumi (25,5%), pesawat terbang (20,2%), efek psikologis, termasuk di sini ilusi atau khayalan atau halusinasi (1,5%), dan lain-lain (8%). Ada sekira 9,3% sulit diidentifikasi karena kurangnya informasi yang diperoleh. Sementara itu sebanyak 5,5% kasus dinyatakan tidak berhasil diidentifikasi. Jumlahnya cukup banyak, yaitu 701 kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 17 Desember 1969, Project Blue Book ditutup oleh pemerintah Amerika Serikat. Meski ditutup, proyek tersebut masih meninggalkan sebagian kasus-kasus penampakan UFO yang dinyatakan tidak diketahui dan hingga kini masih menjadi teka-teki. Bahkan makin banyak saja orang yang melaporkan melihat penampakan UFO. Kita mungkin ingat cahaya Phoenix di AS yang disaksikan oleh ribuan warga Phoenix, Arizona. Bahkan pada tahun 2008 lalu, topik UFO kian hangat ketika diberitakan kemunculan UFO seluas hampir satu mil persegi yang disaksikan oleh ratusan warga Stephenville, Texas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ufologi dan sains&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari ini, ufologi dianggap sebagai "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pseudoscience&lt;/span&gt;" (ilmu yang bukan ilmu atau ilmu palsu), sementara sebagian menggolongkannya sebagai "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fringe science&lt;/span&gt;" (ilmu pinggiran). Sains sendiri, jika kita menengok masa-masa awal perkembangannya, juga tumbuh dari fenomena-fenomena yang ada di jaman dahulu hingga akhirnya diakui sebagai ilmu pengetahuan. Ilmu kedokteran misalnya, dimana pada jaman dulu para medicine man atau pengobat atau penyembuh ialah para dukun atau tukang sihir. Para pasien diberi ramuan herbal, batu atau benda-benda keramat, atau mantra-mantra supaya "roh jahat" keluar dari tubuh orang yang sedang menderita sakit. Dengan perkembangan dari waktu ke waktu, kini kita mengenal ilmu kedokteran. Walaupun ilmu kedokteran kini telah berkembang pesat, masih ada sebagian orang yang masih lebih percaya pada dukun daripada dokter. Begitu pula ilmu-ilmu lainnya juga memiliki sejarahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita mendeduksinya seperti ini: kalau tidak ada kognitif, rasionalitas, maka sains atau ilmu pengetahuan tidak akan pernah ada. Kalau tidak ada inisiatif (baca: melakukan metode ilmiah) bagaimana mungkin sains eksis dan berkembang? Sains sendiri dalam bahasa sederhana yang saya petik dari Encyclopedia Britannica ialah "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;knowledge of the world of nature&lt;/span&gt;" atau pengetahuan mengenai dunia alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saat ini sebagian orang menganggap fenomena UFO sebagai halusinasi, sebagian menganggap sebagai gangguan psikologis, dan lain-lain. Menurut saya sah-sah saja karena memang hingga kini pembuktian menjadi kendala terbesar dalam studi mengenai UFO. Namun menurut saya, ini hanya masalah waktu. Hingga ditemukannya teleskop pada tahun 1610, kita tidak akan dapat melihat bintang-bintang di angkasa. Tanpa mikroskop yang dikembangkan oleh Anthony Van Leuwenhoek pada akhir abad 16, tidak pernah diketahui bentuk-bentuk mikroorganisme virus atau bakteri yang oleh karenanya pengobatan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri tidak akan pernah ditemukan. Jika ufologi (nantinya) menghasilkan metode atau teknologi yang mumpuni, saya yakin seluruh tirai dari semua ini akan tersingkap dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETI mungkin belum menemukan alien. Namun hingga detik ini SETI tidak pernah berhenti mencari kemungkinan adanya kehidupan di angkasa sana. Namun kita lantas bertanya apakah metode yang digunakan telah benar? Mungkin SETI juga sedang melakukan riset mencari metode yang tepat. Sementara itu, boleh dipercaya atau tidak, dalam naskah yang pada tahun 2005 lalu menjadi bahan pembicaraan di kalangan pemerhati UFO, yaitu laporan mengenai misi rahasia awak AS ke planet Serpo di gugusan bintang Zeta Reticuli 2, dinyatakan bahwa ilmu pengetahuan atau sains di Bumi dan di planet Serpo benar-benar berbeda. Hukum Keppler tidak berlaku di sana. Teknologi yang digunakan jauh berbeda. Mereka menggunakan energi semacam listrik yang juga jauh berbeda secara fisika. Pihak AS dan Serpo dalam melakukan komunikasi juga dengan menggunakan alat komunikasi hasil teknologi milik si makhluk ET yang dievakuasi dari Roswell. Bagaimana alat komunikasi ini bekerja dan dapat terhubung dengan para alien tidak pernah diungkap secara jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Visi Ufologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ufologi merupakan studi yang membutuhkan sokongan cabang ilmu lainnya. Dalam ufologi, ada nuansa pemahaman terhadap astronomi, geografi, fisika, biologi, psikologi, kedokteran dan lain-lain. Di masa mendatang, mungkin ufologi akan seperti ilmu fisika yang lahir dari sintesis ilmu pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Dari sejarahnya, ilmu fisika lahir dari sintesis ilmu-ilmu: ilmu mekanika, ilmu optik, ilmu akustik, ilmu kelistrikan, ilmu panas, dan lain-lain. Namun kita juga tidak tahu apakah ufologi kelak justru malah berganti nama. Kita tahu ufologi ialah studi tentang fenomena UFO. UFO ialah benda terbang aneh yang belum dikenal atau belum teridentifikasi. Jika memang UFO kelak telah kita ketahui sebagai kendaraan makhluk ET, apakah namanya akan menjadi ifologi (merujuk pada istilah IFO yaitu Identified Flying Objects atau Benda Terbang Teridentifikasi) atau ekstraterestriologi? Atau eksologi atau interplanetariologi? Atau apa? Belum dapat diketahui. Seandainya kita telah mengenal para makhluk ET, bagaimana mempelajari ilmu fisika mereka, apa nama ilmu yang tepat untuk itu? Juga ilmu biologinya, atau kedokterannya? Sementara, kita telah mengenal eksobiologi yang digawangi ilmuwan karismatik almarhum Carl Sagan. Juga ada eksopolitik yang dipelopori oleh Michael E. Salla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau apakah mungkin di masa depan - seiring dengan terwujudnya hubungan universal antara manusia dengan makhluk ET - ilmu pengetahuan memiliki konsensus yang bersifat universal pula. Itu artinya seluruh cabang ilmu pengetahuan yang telah ada sekarang ini - yang manusia sentris - bertransformasi ke "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;universal point of view&lt;/span&gt;" yang berarti membutuhkan reformasi bahkan revolusi sains. Hal ini tentu merupakan tantangan besar di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya hal terpenting agar ufologi berkembang dengan baik ialah dengan selalu meneliti. Carl Sagan, ketika diundang sebagai narasumber dalam dengar pendapat dengan anggota kongres AS mengenai UFO pada tahun 1968, mengungkapkan pendapat yang kurang lebih dalam bahasa Indonesia artinya seperti ini: "...untuk meninjau berbagai opini, ialah dengan lebih banyak berkecimpung di dunia sains, dan lebih sedikit berkecimpung di dunia politik." Saya bisa menangkap bahwa maksudnya adalah politik praktis, bukan ilmu politiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, selain "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;keep watching the sky&lt;/span&gt;" (tetap memandang langit) sebaiknya mereka yang berkecimpung dalam ufologi juga "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;keep researching&lt;/span&gt;" (terus meneliti) dan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;keep learning&lt;/span&gt;" (terus belajar). Salah satu kalimat yang saya petik dari Encyclopedia Britannica cukup bagus untuk disimak: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;scientific knowledge of the world is only partial, and the progress of sains follows the ability of humans to make phenomena perceivable&lt;/span&gt;." (pengetahuan ilmiah atas dunia hanyalah kepingan, dan perkembangan sains mengikuti kemampuan manusia agar dapat mengubah fenomena menjadi hal yang dapat dipahami). Apakah ini adalah visi ufologi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja akademi Ufologi dimulai oleh Perancis menjadi salah satu perahu menuju ke sana. Agustus 2008 lalu seorang mahasiswa Universitas Melbourne meraih gelar doktor dalam bidang ufologi, menyiratkan sesuatu yang mengandung harapan. Universitas Hongkong sempat membuka studi mengenai UFO di salah satu mata kuliahnya bekerja sama dengan Institut Ufologi Hongkong. Sayangnya akhir tahun 2008 lalu, pihak universitas terburu-buru menutupnya. Ada selentingan kalau pihak univeritas khawatir kalau studi tersebut bakal menarik banyak mahasiswa dan menjadi dominan di universitas itu. Sementara itu sejumlah negara sudah mulai membuka dokumen UFO yang selama ini dirahasiakan dari publik. Nampaknya dari seluruh dunia, titik-titik buih bergerak perlahan membentuk gelombang dan peminat ufologi seyogyanya mengambil perannya masing-masing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-6647563944575986580?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/6647563944575986580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/hubungan-ufologi-dan-sains.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/6647563944575986580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/6647563944575986580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/hubungan-ufologi-dan-sains.html' title='Hubungan Ufologi dan Sains'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7411453228844596244.post-802122834368798440</id><published>2009-09-09T18:56:00.000-07:00</published><updated>2009-09-14T21:16:18.379-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='_Akhirnya saya punya blog'/><title type='text'>Akhirnya saya punya blog...</title><content type='html'>Akhirnya... I have a blog. Ya, sudah lama saya memendam keinginan untuk memiliki sebuah blog. Karena berbagai kesibukan, baru kesampaian tahun ini, saat orang mulai demam Facebook atau Twitter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain juga buatnya dipas-pasin tanggal 9 September 2009 (09-09-09) yang kata orang tanggal cantik... Whatever, yang jelas ultah blog saya gampang diingat. Ada banyak orang menjadikan tanggal tersebut sebagai momen spesial: kelahiran anak, peresmian gedung, hari jadian, dan lain-lain - termasuk saya yang memutuskan untuk "meresmikan" blog saya pada tanggal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat blog ini, Anda dapat membaca rangkaian kata, merasakan dan menyesap - dan mengambil makna, pesan, hikmah ataupun inspirasi dari setiap tulisan yang Anda baca dan rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog ini sederhana. Sangat sederhana, karena datang dari pemikiran seorang manusia biasa dengan kemampuan otak biasa-biasa saja. Tulisan yang hadir mungkin sesuatu yang saya minati dimana di satu sisi membuat blog ini begitu personal. Namun bisa saja saya menulis tentang sesuatu yang menggugah yang inspirasinya bisa saja dari buku yang saya baca, atau dari media massa, atau bisa juga cerita dari kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa banyak kata, saya ucapkan selamat datang di blog saya. Jika Anda suka dengan artikel yang Anda baca, jangan sungkan-sungkan untuk meneruskannya kepada kolega, sobat atau orang tercinta Anda, milis yang Anda ikuti ataupun weblog Anda. Jangan lupa mencantumkan link artikel dari blog ini secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas kunjungannya. Semoga setiap catatan dalam blog ini dapat mengisi relung wawasan Anda. Selamat membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Gatot TR.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7411453228844596244-802122834368798440?l=baca-rasa-makna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/feeds/802122834368798440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/akhirnya-saya-punya-blog.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/802122834368798440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7411453228844596244/posts/default/802122834368798440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-rasa-makna.blogspot.com/2009/09/akhirnya-saya-punya-blog.html' title='Akhirnya saya punya blog...'/><author><name>baca-rasa-makna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03295862440722908559</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_6N4G4cSdC30/Sqhb1IzsUsI/AAAAAAAAAAM/XFTa6NL_iDs/S220/33100640%40N04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
